BERITA TERKAIT

Harga Properti Spanyol Melonjak 12,2%, Krisis Hunian Picu Protes di Madrid

Harga rumah di Spanyol tumbuh 12,2% secara tahunan pada kuartal II 2026. Di Madrid, tekanan keterjangkauan hunian memicu demonstrasi dan pendirian sekitar 150 tenda di Puerta del Sol.

PropertiTerkini.com, (MADRID) — Harga properti Spanyol naik 12,2% secara tahunan pada kuartal II 2026, di tengah persoalan keterjangkauan hunian yang semakin menjadi perhatian masyarakat. Tekanan pasar perumahan tersebut turut mewarnai aksi demonstrasi di Madrid, ketika sekitar 150 tenda berdiri di kawasan Puerta del Sol pada akhir September 2026.

Mengutip rilis resmi Instituto Nacional de Estadística (INE) melalui situs ine.es pada 7 September 2026, kenaikan Indeks Harga Rumah (Housing Price Index/HPI) Spanyol mencapai 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Harga rumah juga meningkat 3,4% dibandingkan kuartal I 2026.

Baca Juga: Bisnis MICE Global Digenjot MHR Lewat Akselerasi Digital HXE

Kenaikan harga berlangsung pada segmen rumah baru maupun rumah bekas/seken. Namun, pertumbuhan harga rumah bekas tercatat lebih tinggi, mencapai 12,9% secara tahunan.

Di sisi lain, demonstrasi di Madrid memperlihatkan dimensi sosial dari persoalan perumahan. Bagi sebagian warga, tantangannya bukan hanya membeli rumah, tetapi juga mempertahankan tempat tinggal sewa di tengah tekanan biaya hunian.

Harga Properti Spanyol Naik, Rumah Bekas Tumbuh 12,9%

Data INE memperlihatkan bahwa kenaikan harga rumah di Spanyol masih berada pada level dua digit, meskipun laju pertumbuhan indeks nasional sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pada kuartal II 2026, indeks harga rumah nasional tumbuh 12,2% secara tahunan, turun 0,7 poin persentase dari kuartal I 2026.

Berikut rincian perkembangan harga rumah Spanyol berdasarkan rilis INE.

Baca Juga: Investasi Properti Sydney, Iwan Sunito Soroti Daya Tarik Kota Global

Indikator

Perubahan tahunan

Indeks harga rumah nasional

12,2%

Rumah baru

7,4%

Rumah bekas

12,9%

Perubahan harga secara kuartalan

3,4%

Sumber: Instituto Nacional de Estadística (INE), Housing Price Index kuartal II 2026, dirilis 7 September 2026.

Data tersebut memperlihatkan perbedaan laju kenaikan antara rumah baru dan rumah bekas. Harga rumah bekas tumbuh 5,5 poin persentase lebih tinggi dibandingkan rumah baru.

Meski begitu, angka tersebut merupakan perubahan indeks harga jual rumah, bukan kenaikan tarif sewa. Keduanya perlu dibedakan ketika membaca perkembangan pasar perumahan.

Bagi calon pembeli, kenaikan harga jual dapat memperbesar kebutuhan dana untuk memperoleh hunian. Sementara itu, bagi investor properti, perkembangan harga perlu dibaca bersama indikator lain, seperti biaya pembiayaan, potensi pendapatan sewa, dan tingkat permintaan di lokasi tertentu.

Baca Juga: Menakar Potensi Roselands, ‘Hidden Gem’ Rumah Tapak Sydney untuk Investor Indonesia

Krisis Hunian Madrid Picu Aksi Pendirian Tenda

Tekanan keterjangkauan hunian menjadi latar belakang demonstrasi di Puerta del Sol, salah satu kawasan publik utama di pusat Madrid.

Mengutip laporan Euronews pada 27 September 2026, sekitar 150 tenda berdiri di kawasan tersebut setelah demonstrasi yang berlangsung sehari sebelumnya.

Aksi tersebut digerakkan oleh Serikat Penyewa Madrid (Madrid Tenants’ Union) untuk menyuarakan tuntutan terkait krisis perumahan dan perlindungan penyewa.

Demonstrasi itu dipicu oleh pengusiran seorang perempuan berusia 87 tahun yang dikenal sebagai Maricarmen. Kasus tersebut menjadi simbol kekhawatiran warga mengenai keamanan bermukim di tengah tekanan pasar hunian.

Menurut laporan Euronews, para demonstran menuntut kebijakan perumahan yang lebih melindungi penyewa dan mengurangi tekanan biaya sewa.

Aksi pendirian tenda tersebut memperlihatkan bahwa persoalan perumahan tidak berhenti pada kepemilikan rumah. Ketersediaan hunian sewa dengan biaya yang dapat dijangkau juga menjadi bagian penting dari kebutuhan masyarakat perkotaan.

Baca Juga: Harga Rumah Sekunder Menurut Luas Bangunan: Tren Pasar 2026

Pemerintah Spanyol Siapkan Anggaran Perumahan 7 Miliar Euro

Pemerintah nasional Spanyol merespons persoalan perumahan melalui Rencana Perumahan Negara 2026–2030 dengan anggaran sebesar 7 miliar euro.

Mengutip siaran pers pemerintah Spanyol di laman La Moncloa pada 21 April 2026, rencana tersebut diarahkan untuk memperluas stok perumahan publik, meningkatkan ketersediaan hunian terjangkau, serta mengurangi spekulasi di sektor perumahan.

Menteri Perumahan dan Agenda Perkotaan Spanyol, Isabel Rodríguez, menyebut persetujuan rencana tersebut sebagai “langkah penting” untuk mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengakses hunian.

Rodríguez menegaskan bahwa kebijakan pemerintah memiliki dua sasaran utama, yakni memperluas pembangunan perumahan publik yang terjangkau dan terlindungi secara permanen, serta melawan spekulasi demi menjaga fungsi sosial hunian.

“Tidak ada solusi instan dan tidak ada tongkat ajaib,” ujar Rodríguez. Pernyataan tersebut merujuk pada tantangan pelaksanaan kebijakan perumahan yang membutuhkan upaya berkelanjutan.

Dalam rencana tersebut, sedikitnya 40% anggaran dialokasikan untuk menambah stok perumahan publik. Sementara itu, 30% ditujukan bagi rehabilitasi hunian dan 30% lainnya untuk bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah nasional juga menempatkan pembangunan hunian baru, pemanfaatan stok rumah yang tersedia, dan bantuan biaya tempat tinggal sebagai bagian dari strategi perumahan jangka menengah.

Baca Juga: Membedah Prospek Properti Komersial Jabodetabek: Pilih Ruko, SOHO, atau Lot?

Perbedaan Pendekatan Kebijakan Perumahan di Madrid

Penanganan krisis perumahan di Spanyol turut melibatkan pemerintah daerah, yang memiliki kewenangan penting dalam kebijakan hunian.

Pemerintah nasional menekankan perluasan perumahan publik, bantuan bagi masyarakat, serta penguatan perlindungan hunian. Sementara itu, Pemerintah Daerah Madrid juga mengandalkan penambahan pasokan melalui program perumahan sewa terjangkau.

Perbedaan pendekatan tersebut menjadi bagian dari perdebatan mengenai cara mengatasi tekanan pasar perumahan. Pengendalian biaya sewa dan penambahan pasokan merupakan dua instrumen kebijakan yang memiliki mekanisme serta konsekuensi berbeda.

Efektivitas setiap pendekatan bergantung pada pelaksanaan kebijakan, ketersediaan anggaran, dan kemampuan menambah hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:

Workplace Strategy Ubah Cara Perusahaan Menentukan Kantor

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page