BERITA TERKAIT

Dorong Green Building, Schneider Electric Sinergi Kurikulum Otomasi bersama UGM

Kemitraan strategis Schneider Electric dan UGM menghadirkan teknologi switchgear serta otomasi digital EcoStruxure guna mematangkan kesiapan SDM di era smart & green infrastructure.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kebutuhan operasional bangunan modern dan kawasan industri ramah lingkungan menuntut kesiapan sumber daya manusia yang menguasai teknologi efisiensi energi secara menyeluruh. Menjawab tantangan tersebut, Schneider Electric memperluas kolaborasi strategis bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Langkah ini merangkul Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM untuk menyelaraskan kurikulum akademis dengan kebutuhan aktual di lapangan. Integrasi sistem otomasi terbuka EcoStruxure™ Automation Expert (EAE) menjadi fokus utama pembelajaran agar para lulusan terbiasa mengelola kontrol digital industri.

Baca Juga: Green Space Jadi Senjata Baru Mal Jakarta, Okupansi 94%

Teknologi EAE berbasis perangkat lunak terbuka dirancang untuk mengoptimalkan manajemen daya serta keandalan sistem distribusi listrik. Penerapan sistem semacam ini menjadi elemen vital dalam pengembangan green building, pusat data, dan infrastruktur pintar modern.

Hibah Teknologi Tegangan Menengah untuk Laboratorium

Selain penyelarasan materi kuliah, Schneider Electric menyalurkan technology grant berupa perangkat distribusi listrik tegangan menengah langsung dari fasilitas manufaktur Cikarang. Unit switchgear tipe panel SM6 dan PIX kini terpasang sebagai sarana praktikum mahasiswa UGM.

Kehadiran fisik perangkat pendukung tersebut membantu mahasiswa memahami cara kerja proteksi kelistrikan gedung tinggi dan fasilitas produksi skala besar secara sungguh-sungguh. Pemahaman teknis ini krusial mengingat sektor properti komersial kian agresif menargetkan efisiensi konsumsi daya demi menekan emisi karbon.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa perubahan kompetensi di sektor industri bergerak amat cepat seiring pesatnya tren digitalisasi.

“Melalui kolaborasi dengan UGM, kami ingin memberikan paparan industri yang lebih kuat kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi secara langsung,” terangnya.

Baca Juga: Green Building Makin Dilirik: Saat Biaya Energi Naik, Bangunan Hemat Jadi Andalan

Penguatan Vokasi Selaras Target RPJMN 2025–2029

Inisiatif edukasi ini mencakup sesi kuliah teknis yang diikuti lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM. Diskusi mendalam membedah aplikasi switchgear pada jaringan distribusi daya masa depan, elektrifikasi, dan otomatisasi tata kelola energi.

Penguatan tautan antara akademia dan pelaku industri ini sejalan dengan program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemerintah menaruh perhatian besar pada peningkatan produktivitas serta daya saing tenaga kerja vokasi agar langsung terserap pasar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, menyambut baik sinergi ini. Kehadiran praktisi industri dinilai memperkaya pengalaman belajar sekaligus menjaga kurikulum perguruan tinggi tetap relevan terhadap perkembangan teknologi.

Langkah bersama UGM ini memperpanjang jejak kontribusi Schneider Electric di dunia pendidikan Indonesia. Perusahaan penyedia solusi efisiensi energi global tersebut sebelumnya telah mengintegrasikan program serupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) serta mendirikan Schneider Innovation Corner di Politeknik Negeri Batam.

Baca Juga:

Harga Properti Spanyol Melonjak 12,2%, Krisis Hunian Picu Protes di Madrid

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page