BERITA TERKAIT

Sutala di Nuanu Bali Siapkan 60 Tenant Kuliner, Distrik Gastronomi 17.000 m² Ini Target Buka Oktober 2026

Nuanu Creative City mengembangkan Sutala sebagai distrik kuliner dan gaya hidup baru di Bali. Lebih dari 60 tenant F&B akan dihadirkan dalam kawasan yang dirancang sebagai ruang sosial bagi komunitas, wisatawan, dan penghuni.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Nuanu Creative City tengah menyiapkan sebuah distrik kuliner dan gaya hidup baru yang diberi nama Sutala di Nuanu Bali, dengan target pembukaan pada Oktober 2026.

Kawasan ini dirancang menghadirkan lebih dari 60 tenant yang sebagian besar bergerak di sektor food and beverage (F&B) dalam area sekitar 17.000 meter persegi.

Baca Juga: Nuanu Real Estate Kembangkan 12 Proyek Hunian di Bali, Target 400 Unit Siap pada 2027

Berbeda dengan pusat perbelanjaan atau kawasan retail pada umumnya, pengembang menegaskan bahwa konsep Sutala di Nuanu Bali tidak dirancang sebagai mall atau food court konvensional.

Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang komunitas terbuka yang menggabungkan pengalaman kuliner, seni, hiburan, dan interaksi sosial dalam satu lingkungan yang terintegrasi.

Director of Sutala Fransiskus Conrad mengatakan bahwa konsep tersebut muncul dari perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih mencari pengalaman daripada sekadar tempat makan atau berbelanja.

“Sutala mencerminkan evolusi industri kuliner. Saat ini orang tidak hanya mencari makanan, tetapi juga lokasi, atmosfer, dan komunitas,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Konsep Berbeda dari Pusat Belanja Konvensional

Menurut Conrad, pusat perbelanjaan di Indonesia selama puluhan tahun memang menjadi tempat berkumpul masyarakat. Namun formatnya relatif seragam, yaitu kombinasi toko retail dan restoran.

Baca Juga: X Hotel: Hotel Pertama di Nuanu Buka 41 Unit Investasi Mulai Rp2,6 Miliar

Dalam perkembangannya, komposisi tersebut terus berubah. Jika sebelumnya retail mendominasi, kini kuliner justru menjadi daya tarik utama yang menggerakkan kunjungan.

Conrad menjelaskan bahwa perubahan ini juga terlihat di berbagai kota besar seperti Jakarta, di mana pusat belanja kini lebih banyak menghadirkan konsep lifestyle.

Namun Nuanu menilai model tersebut masih memiliki keterbatasan karena tetap berfokus pada struktur mall tradisional.

Karena itu, konsep Sutala di Nuanu Bali dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda, yaitu sebagai distrik komunitas terbuka yang dirancang untuk interaksi sosial dan aktivitas budaya.

“Kami ingin menciptakan tempat di mana orang tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga berkumpul, berbincang, dan menikmati suasana,” kata Conrad.

Baca Juga: 16 Tahun Summarecon Bekasi: Dari Township Pinggiran Jadi Kota Lifestyle di Timur Jakarta

Tenant Dikurasi dengan Konsep Unik

Selain konsep kawasan yang berbeda, strategi tenant juga menjadi pembeda utama dalam pengembangan Sutala yang berada dalam kawasan 44 hektar, Nuanu Creative City.

Pengembang menargetkan lebih dari 60 tenant, dengan komposisi sekitar 70 persen di sektor kuliner dan sisanya untuk kebutuhan gaya hidup komunitas.

Namun tenant yang hadir tidak sekadar merek populer yang sudah banyak ditemukan di pusat perbelanjaan.

Conrad mengatakan bahwa pengembang justru mencari konsep kuliner yang unik dan berbeda dari yang sudah ada di Bali maupun Jakarta.

Baca Juga: Rahasia Mall di Jakarta Tetap Ramai: Sektor FnB Kuasai 50% Ruang

Pendekatan ini dilakukan agar setiap restoran atau tenant memiliki identitas yang kuat dan mampu memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Kami tidak ingin menghadirkan tenant yang sama seperti di mall lain. Kami ingin konsep yang benar-benar unik dan sesuai dengan karakter kawasan ini,” ujarnya.

Rooftop Tepi Pantai hingga Teater Komunitas

Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah lokasinya yang berada di tepi pantai, dengan berbagai fasilitas publik yang dirancang untuk aktivitas komunitas.

Pengunjung nantinya dapat menikmati rooftop dengan pemandangan laut dan matahari terbenam, yang menjadi salah satu elemen utama dalam desain kawasan Sutala di Nuanu Bali.

Baca Juga: 5 Keuntungan Gedung Bersertifikasi Hijau: Solusi Hemat Biaya dan Kepatuhan ESG

Selain area kuliner, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti teater terbuka untuk pertunjukan budaya dan acara komunitas, serta playground dan ruang rekreasi keluarga.

Desain kawasan juga menekankan konsep walkable environment yang ramah pejalan kaki, sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas tanpa terganggu lalu lintas kendaraan.

Pendekatan ini diharapkan menciptakan pengalaman yang lebih santai dan alami dibanding pusat perbelanjaan konvensional.

Permintaan Pasar Sudah Terbentuk di Kawasan Nuanu

kawasan Sutala di Nuanu Creative City Bali
Render Sutala, distrik kuliner dan lifestyle district di kawasan Nuanu Creative City Bali yang dirancang menghadirkan lebih dari 60 tenant kuliner dan ruang komunitas. (Foto: Dok. Nuanu)

Pengembangan distrik kuliner ini juga didukung oleh permintaan pasar yang mulai terbentuk di kawasan Nuanu. Saat ini kawasan tersebut sudah dihuni dan dihidupi oleh berbagai komunitas yang terus berkembang seiring pembangunan proyek residensial.

Pengembang menyebutkan bahwa sekitar 1.000 orang saat ini sudah tinggal dan beraktivitas di kawasan Nuanu, baik sebagai penghuni, pekerja, maupun bagian dari komunitas kreatif yang berkegiatan di dalam kawasan tersebut.

Selain itu, terdapat sekolah internasional dengan ratusan siswa serta berbagai hotel dan vila yang menampung wisatawan yang datang ke kawasan ini.

Berbagai acara komunitas, festival seni, hingga konferensi internasional juga rutin diselenggarakan di Nuanu, sehingga menciptakan kebutuhan kuliner harian bagi penghuni, pekerja, maupun pengunjung.

Baca Juga: Renovasi Rumah Jelang Lebaran 2026: 4 Rekomendasi Lantai SPC TACO yang Bikin Hunian Lebih Hangat

Dengan kombinasi faktor tersebut, pengembang menilai distrik kuliner Sutala di Nuanu Bali memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu destinasi gastronomi baru di Bali dalam beberapa tahun mendatang.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page