BERITA TERKAIT

Enviro Craft Perkenalkan Enviroof, Atap Hunian Tropis Tahan Cuaca dengan Jaminan 20 Tahun

Material atap komposit dengan tampilan natural mulai dilirik sebagai alternatif sirap alami. Daya tahan dan minim perawatan menjadi keunggulan utama di iklim tropis.

PropertiTerkini.com(BSD CITY) — Dalam ajang ARCH:ID 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 23–26 April, Enviro Craft by Charismatama, merek material anyaman synthetic rattan atau rotan sintetis premium, memperkenalkan dua inovasi baru yang terdiri dari Enviroof dan Overlines.

Adapun Enviroof merupakan material atap komposit (composite roofing) yang dirancang menyerupai tampilan sirap alami, namun dengan daya tahan lebih tinggi terhadap cuaca ekstrem, sinar UV, jamur, serta minim perawatan.

Baca Juga: Kohler Ubah Cara Pandang Kamar Mandi, Tren 2026 Bergeser ke Area Wellness

Material ini dihadirkan sebagai solusi atap hunian tropis, di tengah kebutuhan material yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga ketahanan terhadap kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Sementara Overlines adalah koleksi furnitur hasil kolaborasi lintas brand yang mengeksplorasi teknik anyaman dalam desain living space modern, mencakup kursi, sofa, partisi, hingga kabinet dengan pendekatan material yang lebih terintegrasi.

Dalam pameran tersebut, Enviro Craft tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menghadirkan instalasi arsitektur yang memperlihatkan bagaimana material rotan sintetis dapat digunakan dari skala furnitur hingga elemen bangunan.

Stanford S., Founder dan Direktur Enviro Craft, menyebut bahwa pengembangan Enviroof berangkat dari tantangan penggunaan material alami di lapangan. “Material ini UV proof dan sudah bergaransi selama 20 tahun untuk penggunaan outdoor,” ujarnya di sela pameran tersebut, Kamis (23/4/2026).

Peluncuran di ARCH:ID menjadi momentum untuk memperkenalkan inovasi material ini kepada kalangan arsitek, desainer, hingga pelaku industri properti.

Baca Juga: 7 Produk Terbaik untuk Mengatasi Atap Cor Beton yang Bocor

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan pergeseran peran material sintetis yang tidak lagi terbatas pada furnitur, tetapi mulai masuk ke elemen yang lebih struktural.

Enviro Craft Perkenalkan Enviroof: Alternatif Atap Sirap di Panggung ARCH:ID

Dalam konteks desain tropis, penggunaan sirap ulin masih cukup umum. Namun, material tersebut memiliki keterbatasan, terutama terkait daya tahan terhadap cuaca dan kebutuhan perawatan jangka panjang.

Melalui Enviroof, Enviro Craft menawarkan alternatif dengan tampilan serupa, tetapi berbasis material komposit yang lebih stabil dan dirancang untuk penggunaan outdoor.

“Banyak proyek di Bali, Jakarta, dan Surabaya menghadapi kendala pada sirap ulin. Karena itu, dilakukan riset untuk menghadirkan solusi yang lebih tahan,” ungkap Stanford.

Secara teknis, Enviroof dikembangkan menggunakan material berbasis HDPE (High-Density Polyethylene) yang memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar UV, cuaca ekstrem, jamur, serta serangan serangga. Material ini juga dilengkapi fitur fire resistance, sehingga tidak mudah merambat saat terjadi kebakaran.

Selain itu, salah satu keunggulan utama terletak pada ketahanan warna hingga 20 tahun, yang menjadi nilai tambah dibandingkan material alami yang cenderung memudar dalam waktu lebih singkat.

Baca Juga: Pembangunan Pabrik Pintu Baja Fortress Capai 80%, Siap Genjot Produksi Massal di Akhir 2026

Dari sisi kenyamanan, sistem pemasangan dirancang berlapis dengan penggunaan struktur penopang dan ruang sirkulasi udara di bawah lapisan atap. Pendekatan ini memungkinkan panas tidak langsung masuk ke dalam bangunan, sehingga membantu menjaga suhu ruang tetap lebih stabil.

Sistem aliran air juga dirancang tidak berada pada satu garis lurus, melainkan tersusun bergantian (overlapping), sehingga risiko kebocoran dapat diminimalkan.

Secara desain, Enviroof hadir dengan tampilan menyerupai sirap ulin dan tersedia dalam beberapa pilihan warna, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, baik untuk hunian tropis modern, resort, maupun bangunan komersial.

Peluncuran produk ini di ARCH:ID menunjukkan arah pengembangan material bangunan yang tidak hanya mengedepankan estetika natural, tetapi juga mengutamakan daya tahan dan efisiensi perawatan dalam jangka panjang.

Fleksibilitas Material Ditampilkan Lewat Instalasi “After Tempo”

Selain memperkenalkan Enviroof, Enviro Craft juga menghadirkan konsep instalasi bertajuk “After Tempo” yang dirancang bersama Spatial Sonata.

Baca Juga: Tanpa Renovasi, Ini 5 Cara Ubah Dapur Jadi Lebih Nyaman

Instalasi ini menampilkan penggunaan material rotan sintetis dalam berbagai skala—mulai dari fasad, partisi, hingga furnitur—sehingga pengunjung dapat melihat langsung potensi aplikasinya.

Eric Ekaputra Wijaya Owner Spatial Sonata menjelaskan bahwa instalasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman ruang yang dinamis. “Material tidak hanya mengisi ruang, tetapi membentuk ruang itu sendiri,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana material dapat menjadi elemen utama dalam perancangan arsitektur, bukan sekadar pelengkap.

Dalam praktiknya, fleksibilitas material juga menjadi keunggulan. Rotan sintetis dapat dikustomisasi dari sisi bentuk, tekstur, hingga finishing sesuai kebutuhan proyek.

Hal ini membuka peluang penggunaan yang lebih luas, baik untuk hunian, resort, maupun ruang komersial.

Kolaborasi Brand Perkuat Inovasi Produk

Baca Juga: Harga Rumah Naik di 11 Kota, Jakarta Mulai Kehilangan Dominasi

Enviroof di ARCH:ID 2026
Perwakilan Enviro Craft bersama kolaborator saat memperkenalkan Enviroof dan koleksi Overlines di ARCH:ID 2026. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Kehadiran Enviro Craft di ARCH:ID juga melibatkan kolaborasi dengan beberapa brand, termasuk Barca Living dan OBSSESSIONSS.

Melalui kolaborasi ini, diperkenalkan koleksi furnitur Overlines yang menggabungkan eksplorasi desain dan material.

Kolaborasi ini sebagai upaya untuk mendukung perkembangan desain interior dan furnitur di Indonesia. Juga merupakan integrasi antara desain dan material agar menghasilkan produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional.

Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa inovasi di sektor properti semakin bergantung pada sinergi lintas disiplin.

Baca Juga: Sinar Mas Land Expo 2026 Tawarkan Diskon hingga 35% dan KPR 1% di Bekasi

Di sisi lain, Enviro Craft tetap mengandalkan pengembangan internal, termasuk kemampuan kustomisasi material dan kontrol kualitas dari produksi hingga pemasangan.

Model ini memungkinkan produk dikembangkan sesuai kebutuhan proyek, baik untuk pasar lokal maupun internasional.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page