BERITA TERKAIT

Workplace Strategy Ubah Cara Perusahaan Menentukan Kantor

Perubahan pola kerja mendorong perusahaan mengevaluasi kebutuhan kantor berdasarkan tingkat pemanfaatan ruang, aktivitas karyawan, dan efisiensi operasional. Workplace Strategy menjadi pendekatan untuk menyelaraskan kebutuhan tempat kerja dengan tujuan bisnis.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kebutuhan ruang kantor perusahaan kini perlu dihitung berdasarkan aktivitas kerja yang berlangsung, bukan semata-mata jumlah karyawan. Perubahan pola kerja, mulai dari kolaborasi hingga sistem kerja fleksibel, mendorong perusahaan mengevaluasi kembali fungsi, kapasitas, dan efisiensi ruang yang digunakan.

Pendekatan Workplace Strategy atau strategi tempat kerja menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan real estat korporasi. Melalui analisis kebutuhan karyawan, pola okupansi, dan prioritas bisnis, perusahaan dapat menyusun perencanaan kantor yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional.

Baca Juga: Gedung Biasa Makin Sepi, Mengapa Perkantoran Green Office di Jakarta Justru Diburu Tenant?

Temuan terbaru Colliers Indonesia menyoroti perubahan tersebut sebagai faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan terkait relokasi, perpanjangan sewa, konsolidasi, hingga renovasi kantor.

Persoalan ini relevan bagi perusahaan yang beroperasi di Jakarta. Ketika kebutuhan ruang dan cara kerja terus berkembang, keputusan mengenai kantor perlu mempertimbangkan fungsi ruang dalam mendukung aktivitas karyawan sekaligus menjaga efisiensi biaya.

Workplace Strategy: Mengukur Kebutuhan Ruang Kantor Berdasarkan Aktivitas

Perencanaan kantor konvensional cenderung bertumpu pada jumlah karyawan dan luas area yang tersedia. Namun, pendekatan tersebut belum tentu menggambarkan kebutuhan ruang secara aktual.

Karyawan dapat menggunakan kantor untuk berbagai aktivitas, seperti bekerja secara individual, berdiskusi, menghadiri rapat, maupun menjalankan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi. Setiap aktivitas memiliki kebutuhan ruang dan fasilitas yang berbeda.

Karena itu, Workplace Strategy menempatkan pola penggunaan ruang sebagai salah satu dasar perencanaan kantor. Evaluasi dilakukan dengan melihat tujuan bisnis, karakteristik tenaga kerja, kebiasaan bekerja, serta tingkat pemanfaatan ruang yang sebenarnya.

Hasil kajian tersebut dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi strategis, panduan desain, perencanaan kebutuhan ruang, hingga kerangka implementasi. Dengan demikian, keputusan mengenai luas kantor memiliki dasar yang lebih terukur daripada sekadar menggunakan asumsi kapasitas.

Baca Juga: Tren Pasar Properti 2026 Shift ke Optimalisasi Aset

Data Okupansi Membantu Menentukan Alokasi Ruang

Data operasional menjadi salah satu masukan penting dalam menentukan fungsi dan pembagian area kantor. Pola okupansi dapat digunakan untuk memahami bagian ruang yang banyak digunakan maupun area yang pemanfaatannya belum optimal.

Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk menata kebutuhan ruang kolaborasi, area kerja individual, ruang tenang, dan fasilitas pertemuan.

Sebagai contoh, area yang tidak selalu digunakan untuk satu aktivitas dapat dirancang agar mampu mengakomodasi beberapa kebutuhan.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan ruang sepanjang minggu tanpa harus menyediakan ruangan khusus untuk setiap jenis kegiatan.

Efisiensi Ruang Kantor dan Kesejahteraan Karyawan Perlu Berjalan Bersama

Optimalisasi ruang bukan sekadar upaya mengurangi luas kantor atau menekan biaya sewa. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kenyamanan dan kesejahteraan karyawan agar lingkungan kerja tetap mendukung aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Arumaya Financial Center Diresmikan, Astra Property Bidik Kebutuhan Kantor Modern Berkelanjutan

Colliers menempatkan efisiensi operasional dan kesejahteraan karyawan sebagai dua aspek yang perlu diperhitungkan secara bersamaan.

Ruang yang dirancang secara fleksibel dapat membantu perusahaan menyesuaikan kapasitas dengan perubahan kebutuhan organisasi, sekaligus mengurangi risiko area kerja yang kurang dimanfaatkan.

Bagi perusahaan yang sedang mengevaluasi kontrak sewa, renovasi, atau rencana perpindahan kantor, pendekatan ini memberikan kerangka untuk menilai kebutuhan secara lebih menyeluruh.

Keputusan tidak berhenti pada pertanyaan mengenai berapa meter persegi ruang yang diperlukan. Perusahaan juga perlu mengukur efektivitas pemanfaatan ruang, kesesuaiannya dengan pola kerja, serta kontribusinya terhadap prioritas organisasi.

Relokasi dan Renovasi Kantor Perlu Didukung Perencanaan yang Terukur

Perubahan kebutuhan tempat kerja dapat memengaruhi sejumlah keputusan properti korporasi. Perusahaan yang hendak memperpanjang masa sewa, berpindah lokasi, menggabungkan area kerja, atau melakukan renovasi perlu memastikan bahwa ruang yang dipilih sesuai dengan kebutuhan operasional.

Baca Juga: Ketika Inspirasi Hannah Sunito Menjadi Ruang Inklusi One Muse

Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers, menjelaskan bahwa pendekatan Workplace Strategy berbasis data dapat membantu perusahaan menyelaraskan kebutuhan karyawan, informasi okupansi, dan sasaran bisnis.

“Workplace Strategy berbasis data dapat membantu organisasi menjawab berbagai prioritas tersebut dengan menggabungkan wawasan mengenai kebutuhan karyawan, data okupansi, dan kebutuhan bisnis,” ujar Rahmat.

Menurutnya, pendekatan tersebut dapat diterapkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari relokasi, perpanjangan sewa, konsolidasi, dan renovasi hingga mengantisipasi pertumbuhan tenaga kerja.

Keberhasilan implementasinya juga bergantung pada kesiapan organisasi, keterlibatan karyawan, serta penerapan Change Management atau manajemen perubahan.

Baca Juga: Biaya Office Fit-Out Asia Pasifik Naik, Jakarta Masih Lebih Kompetitif

Perencanaan Tempat Kerja Harus Mengikuti Perubahan Organisasi

Kebutuhan kantor dapat berubah seiring perkembangan jumlah karyawan, aktivitas bisnis, dan cara kerja. Oleh sebab itu, perencanaan ruang perlu mempertimbangkan kebutuhan saat ini sekaligus kemungkinan perubahan pada masa mendatang.

Bagi pengambil keputusan di bidang real estat korporasi, evaluasi tersebut dapat membantu menghubungkan strategi penggunaan ruang dengan keputusan properti jangka panjang.

Colliers merangkum Workplace Strategy sebagai pendekatan yang menerjemahkan perilaku tenaga kerja, data okupansi, dan kebutuhan operasional ke dalam perencanaan tempat kerja yang efisien serta fleksibel.

Dengan dasar tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi apakah ruang kantor yang dimiliki atau disewa telah mendukung aktivitas karyawan dan tujuan bisnis secara proporsional.

Baca Juga:

Pasar Hunian Ekspatriat Jakarta Tertekan Nilai Tukar Rupiah

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page