BERITA TERKAIT

Permintaan Apartemen Jakarta Bergeser ke Unit Siap Huni

Pasar apartemen Jakarta pada kuartal pertama 2026 bergerak stabil dengan dukungan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP). Unit siap huni menjadi pilihan utama pembeli di tengah pasokan baru yang masih terbatas.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Pasar apartemen Jakarta menunjukkan kinerja yang relatif stabil pada kuartal pertama 2026. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian, minat pembeli justru terkonsentrasi pada unit siap huni yang menawarkan kepastian serah terima sekaligus manfaat dari insentif pemerintah.

Laporan terbaru Colliers Indonesia mencatat hampir 300 unit apartemen terjual selama tiga bulan pertama tahun ini. Menariknya, sekitar separuh dari total transaksi tersebut berasal dari unit yang sudah siap dihuni.

Baca Juga: Menengok Savyavasa, Hunian Ultra-Mewah di Dharmawangsa yang Siap Huni dengan Standar Hotel Bintang Lima

Tren ini sejalan dengan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen yang masih berlaku sepanjang 2026.

Insentif tersebut dinilai memberikan keuntungan finansial yang lebih langsung bagi calon pembeli dibanding membeli proyek yang masih dalam tahap pembangunan.

Pasokan Baru Masih Terbatas

Dari sisi pasokan, sekitar 2.000 unit apartemen dijadwalkan selesai sepanjang 2026. Namun hingga akhir kuartal pertama, realisasi penyelesaian proyek baru mencapai sekitar 10 persen dari target tahunan.

Kondisi tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya penyesuaian jadwal penyelesaian pada sejumlah proyek yang saat ini masih berlangsung.

Secara geografis, Jakarta Selatan tetap menjadi kawasan paling aktif dalam pengembangan apartemen. Wilayah ini diperkirakan menyumbang sekitar 60 persen dari total pasokan baru sepanjang tahun.

Baca Juga: Arumaya Residences Tawarkan Skema Sewa Premium Lewat Kolaborasi Astra Land dan Kozystay

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan bahwa pasokan apartemen yang akan masuk ke pasar setelah 2026 berpotensi semakin terbatas apabila tidak diikuti proyek-proyek baru dalam jumlah signifikan.

“Untuk sisa tahun 2026, apabila seluruh proyek selesai tepat waktu, maka akan merepresentasikan sekitar 70 persen dari total pasok selama periode 2026–2029. Artinya, berdasarkan konstruksi saat ini, proyeksi pasok mendatang setelah tahun 2026 akan sangat terbatas,” ujar Ferry.

Pengembang Pilih Habiskan Stok Ketimbang Luncurkan Proyek Baru

Di tengah pasar yang masih selektif, strategi pengembang juga mengalami perubahan.

Alih-alih melakukan koreksi harga secara agresif, sebagian besar pengembang memilih menawarkan berbagai insentif tambahan untuk meningkatkan daya tarik produk.

Baca Juga: Hampir 100% Penghuni Puas, Begini Pengelolaan Apartemen Brooklyn Alam Sutera

Bentuknya beragam, mulai dari bonus furnitur, program cicilan yang lebih fleksibel, hingga dukungan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pendekatan tersebut menjadi alternatif untuk menjaga nilai aset sekaligus mempercepat penjualan stok yang masih tersedia.

Situasi ini berbeda dengan periode sebelum pandemi ketika peluncuran proyek baru dilakukan lebih agresif. Saat ini, fokus utama pengembang cenderung berada pada optimalisasi inventori yang sudah ada di pasar.

Harga Apartemen Jakarta Relatif Stabil

Dari sisi harga, pasar apartemen Jakarta masih menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan terbatas di beberapa lokasi tertentu.

Meski demikian, tekanan biaya konstruksi berpotensi menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Rumah Tapak Suburban Kian Dilirik Gen Z dan Milenial, Pasar Apartemen Tertekan

Kenaikan harga material dan dinamika geopolitik global dapat memengaruhi struktur biaya pembangunan, terutama untuk proyek baru yang akan dikembangkan.

Jika tren tersebut berlanjut, ruang bagi kenaikan harga properti residensial vertikal di masa depan dapat semakin terbuka, khususnya pada proyek yang memiliki lokasi strategis dan pasokan terbatas.

Jakarta Selatan Tetap Menjadi Magnet Hunian Vertikal

tower Savyavasa di Dharmawangsa
Tiga tower Savyavasa di Dharmawangsa, Jakarta Selatan yang menghadirkan hunian ultra-mewah siap huni dengan lanskap hijau dan standar hotel bintang lima. (Foto: Dok. Savyavasa)

Dominasi Jakarta Selatan mencerminkan preferensi pasar terhadap kawasan yang memiliki konektivitas baik, akses transportasi yang semakin berkembang, serta kedekatan dengan pusat bisnis dan gaya hidup perkotaan.

Dengan pasokan baru yang tidak terlalu besar dan fokus pengembang pada unit siap jual, pasar apartemen Jakarta pada 2026 diperkirakan masih bergerak dalam pola yang relatif konservatif.

Baca Juga: Properti Komersial di Kota Mandiri Tetap Tumbuh Saat Pasar Residensial Melambat

Namun kondisi tersebut sekaligus menciptakan peluang bagi proyek-proyek yang memiliki produk matang, lokasi strategis, dan kesiapan serah terima dalam waktu dekat.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page