PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tren rumah pintar berbasis AI terus berkembang seiring berubahnya kebutuhan keluarga modern. Jika sebelumnya teknologi identik dengan otomatisasi dan fitur yang semakin banyak, kini arah inovasi bergeser pada kemampuan menyederhanakan aktivitas sehari-hari sekaligus mengurangi beban mental (mental load) yang muncul dari rutinitas rumah tangga.
Perubahan tersebut menjadi salah satu sorotan Bosch Home Appliances Indonesia melalui kampanye “Beres, Bosch.”. Perusahaan melihat efisiensi rumah tangga saat ini tidak lagi hanya diukur dari penghematan waktu atau energi, tetapi juga dari kemampuan teknologi mengambil alih berbagai keputusan kecil yang terus berulang setiap hari.
Mulai dari mengatur jadwal keluarga, menentukan menu masakan, mencuci pakaian, hingga memastikan aktivitas rumah berjalan sesuai rencana, seluruhnya menjadi bagian dari beban yang sering kali tidak terlihat namun menguras perhatian.
Rumah Pintar Berbasis AI Menjawab Perubahan Gaya Hidup
Perubahan pola kebutuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya adopsi teknologi smart home.
Berdasarkan data We Are Social, jumlah rumah tangga pengguna smart home meningkat dari sekitar 9,58 juta pada 2024 menjadi hampir 11 juta pada 2025.
Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap perangkat rumah tangga yang semakin terhubung dan mampu bekerja secara otomatis terus bertumbuh.
Baca Juga: 3 Inovasi Cerdas Bosch yang Bikin Hidup Lebih Mudah dan Produktif
Bosch menilai perkembangan ini tidak semata didorong keinginan memiliki perangkat berteknologi tinggi, melainkan kebutuhan akan solusi yang dapat membantu aktivitas harian berlangsung lebih praktis.
CEO Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, mengatakan inovasi perusahaan selalu dikembangkan dengan memahami perubahan gaya hidup konsumen, khususnya keluarga dengan kedua orang tua yang sama-sama bekerja.
“Kami selalu memulai dari perspektif konsumen. Saat ini semakin banyak keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja. Mereka ingin tetap menyajikan makanan yang lebih sehat untuk keluarga, tetapi membutuhkan solusi yang selaras dengan gaya hidup yang semakin dinamis. Karena itu, tujuan kami bukan sekadar menghadirkan perangkat rumah tangga, melainkan membuat proses memasak menjadi lebih mudah, lebih sehat, dan lebih menyenangkan,” ujarnya.
Bosch Integrasikan AI pada Perangkat Rumah Tangga
Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Bosch menghadirkan berbagai perangkat rumah tangga yang memanfaatkan teknologi berbasis AI dan konektivitas digital.
Pada Bosch Oven Series 8, misalnya, teknologi AI dipadukan dengan fitur Steam Function Plus, Sous-vide, serta Air Fry Function untuk membantu menghasilkan proses memasak yang lebih presisi sekaligus menjaga kualitas nutrisi makanan.
Baca Juga: Target Pertumbuhan Bosch 8% hingga 2030, Inilah Jurus Ambisius yang Akan Diterapkan
Kapasitas oven yang lebih besar juga memungkinkan beberapa menu dimasak dalam satu waktu sehingga lebih efisien.
Perangkat tersebut juga terhubung dengan ekosistem Home Connect, yang memungkinkan resep dikirim langsung ke oven, menyediakan panduan memasak langkah demi langkah, hingga memantau proses memasak dari jarak jauh.
Sementara itu, pada mesin cuci Bosch, teknologi i-DOS mampu menyesuaikan penggunaan deterjen dan air secara otomatis sesuai beban cucian sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengaturan berulang.
Chef Bryan, jebolan MasterChef Indonesia Season 8, menilai teknologi akan benar-benar memberikan manfaat ketika mampu menghilangkan tahapan yang sebenarnya tidak perlu dalam proses memasak.
“Bagi saya, teknologi menjadi benar-benar bernilai ketika mampu menghilangkan langkah-langkah yang sebenarnya tidak perlu. Pada oven Bosch, misalnya, saya tidak perlu terus-menerus menebak suhu atau kondisi masakan karena sistemnya dapat menyesuaikan proses memasak secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten, sementara saya bisa lebih fokus menikmati proses memasak itu sendiri,” katanya.
Baca Juga: Bersama Choi Minho, LG K House Hadir di Jakarta, Tampilkan Pengalaman Rumah Pintar Berbasis AI
Mental Load Jadi Tantangan Baru Rumah Tangga
Fenomena meningkatnya beban mental dalam mengelola rumah tangga juga tercermin dari hasil survei State of Motherhood 2026 yang dilakukan Talker Research terhadap 2.000 ibu.
Survei tersebut menunjukkan 53 persen responden bertanggung jawab mengatur jadwal keluarga, 49 persen harus terus mengingatkan anggota keluarga mengenai berbagai tugas, sedangkan 41 persen mengaku perlu berulang kali memberikan instruksi agar aktivitas sehari-hari berjalan sesuai rencana.
Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar lahirnya kampanye “Beres, Bosch.”.
“Melalui kampanye ‘Beres, Bosch’, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa teknologi bukan sekadar menghadirkan lebih banyak fitur. Nilai sesungguhnya justru terletak pada kemampuannya mengurangi kerumitan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika teknologi mampu mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar penting,” terang Fenny.
Baca Juga: AI Energy Mode Samsung Bantu Tekan Tagihan Listrik AC dan Kulkas
Ke depan, Bosch memandang konsep rumah pintar akan semakin mengarah pada ekosistem perangkat yang saling terhubung, adaptif, dan mampu memahami kebutuhan penggunanya.
Perubahan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan AI di sektor hunian tidak lagi hanya mengejar kecanggihan teknologi, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang lebih sederhana, efisien, dan nyaman.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





