BERITA TERKAIT

Bosch Siapkan Investasi Rp248,4 Triliun, Smart Home dan Smart Building Jadi Peluang Baru Properti Indonesia

Investasi teknologi senilai 12 miliar euro atau sekitar Rp248,4 triliun menjadi fondasi Bosch untuk memperkuat inovasi di bidang AI, sensor pintar, elektrifikasi, dan otomasi. Arah bisnis tersebut dinilai membuka peluang baru bagi sektor properti, smart city, hingga pengembangan bangunan berkelanjutan di Indonesia.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Bosch menyiapkan investasi sekitar 12 miliar euro atau setara Rp248,4 triliun (kurs Rp20.700 per euro) untuk penelitian, pengembangan, dan belanja modal sepanjang 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari Strategi 2030 yang menempatkan kecerdasan buatan (AI), sensor pintar, elektrifikasi, dan digitalisasi sebagai mesin pertumbuhan bisnis global perusahaan.

Baca Juga: 3 Inovasi Cerdas Bosch yang Bikin Hidup Lebih Mudah dan Produktif

Di tengah pesatnya transformasi industri dan urbanisasi, arah investasi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor otomotif dan manufaktur, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri properti, khususnya pada pengembangan smart home, smart building, dan ekosistem kota cerdas.

Bosch mencatat pendapatan penjualan sebesar 91 miliar euro pada tahun fiskal 2025. Meski menghadapi tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, perusahaan tetap mempertahankan investasi tinggi untuk memperkuat posisi teknologi di berbagai sektor masa depan.

Chairman of the Board of Management Robert Bosch GmbH, Stefan Hartung, mengatakan perusahaan tetap berkomitmen memimpin inovasi pada bidang otomasi, digitalisasi, elektrifikasi, dan kecerdasan buatan.

“Sebagai pemimpin teknologi global, kami berkomitmen untuk memelopori tren otomasi, digitalisasi, elektrifikasi, dan kecerdasan buatan karena hal tersebut membuka jalan bagi pertumbuhan bisnis yang menguntungkan,” ujar Stefan.

Smart Building Menjadi Pasar yang Kian Menarik

Perubahan pola hidup perkotaan dan meningkatnya kebutuhan efisiensi energi mendorong pertumbuhan teknologi bangunan pintar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bosch melihat peluang tersebut melalui sektor Energy and Building Technology yang pada 2025 mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi dibanding sektor bisnis lainnya. Pendapatan sektor ini mencapai 8,5 miliar euro atau tumbuh 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Bosch 8% hingga 2030, Inilah Jurus Ambisius yang Akan Diterapkan

Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap sistem bangunan yang lebih efisien, terhubung, dan berbasis data.

Dalam konteks properti, teknologi smart building kini tidak lagi terbatas pada gedung perkantoran premium. Pengembang mulai mengintegrasikan sistem keamanan pintar, manajemen energi, sensor otomatis, kontrol akses digital, hingga perangkat rumah tangga terhubung pada proyek hunian dan mixed-use development.

Kecenderungan ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap standar Environmental, Social and Governance (ESG) yang mendorong pengurangan konsumsi energi dan efisiensi operasional bangunan.

AI dan Sensor Pintar Jadi Fondasi Hunian Masa Depan

Salah satu fokus utama Bosch adalah pengembangan teknologi sensor dan AI yang diproyeksikan menjadi fondasi berbagai sistem otomatis di masa depan.

Perusahaan memperkirakan pasar sensor global dapat melampaui US$440 miliar pada 2031. Sensor tidak hanya digunakan untuk kendaraan otonom dan robotika, tetapi juga memiliki peran penting dalam pengelolaan bangunan modern.

Baca Juga: OWC Stack AI Meluncur, AI Accelerator Thunderbolt 5 untuk Jalankan Model AI Lokal

Teknologi ini memungkinkan berbagai perangkat dalam bangunan berkomunikasi secara real-time untuk mengoptimalkan pencahayaan, pendingin ruangan, keamanan, hingga penggunaan energi secara lebih efisien.

Dalam industri properti, sensor pintar menjadi elemen penting bagi implementasi smart building yang mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni.

Perkembangan tersebut diperkirakan akan semakin relevan seiring pertumbuhan kawasan perkotaan baru, proyek transit oriented development (TOD), dan pengembangan kota pintar di berbagai wilayah Indonesia.

Indonesia Masuk dalam Agenda Penguatan Ekosistem Bosch

Di Indonesia, Bosch memperkuat kehadirannya melalui pengembangan jaringan layanan, distribusi produk, serta peningkatan kapabilitas lokal.

Perusahaan kembali memperkenalkan Bosch Car Service dengan model jaringan yang diperbarui dan memperluas operasional hingga 20 bengkel pada 2025 melalui kerja sama dengan PT XMotors International Group.

Baca Juga: Adopsi Standar ESG, Kawasan Properti 36 Hektare di Medan Kantongi Sertifikasi “Greenship Neighborhood”  Pertama di Sumatera

Selain itu, Bosch telah mengoperasikan 32 titik penjualan dan servis baterai otomotif di berbagai kota di Indonesia.

Pada sektor konsumen, perusahaan juga meluncurkan delapan Home Experience Centers yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat berbagai solusi rumah tangga modern berbasis teknologi.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya diposisikan sebagai pasar penjualan, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang Bosch dalam mendukung transformasi industri dan gaya hidup berbasis teknologi.

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, mengatakan beberapa lini bisnis Bosch di Indonesia mencatat pertumbuhan dua digit yang kuat.

“Kami mencatat pertumbuhan dua digit yang kuat di beberapa lini bisnis kami di Indonesia. Prioritas kami adalah terus membangun kapabilitas, memperkuat kemitraan, dan menghadirkan teknologi relevan lebih dekat ke pasar seiring upaya kami untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Pirmin.

Peluang bagi Pengembang dan Pasar Properti

produk rumah tangga pintar di Bosch Home Experience Center
Pengunjung melihat langsung berbagai solusi peralatan rumah tangga pintar di Bosch Home Experience Center yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem smart home dan smart building di Indonesia. (Foto: Dok. Bosch)

Bagi industri properti, perkembangan teknologi yang tengah didorong Bosch menunjukkan arah pasar yang semakin mengutamakan konektivitas, efisiensi energi, dan pengalaman penghuni.

Hunian pintar, apartemen berbasis Internet of Things (IoT), gedung rendah emisi, hingga sistem manajemen bangunan berbasis AI diperkirakan akan menjadi diferensiasi penting dalam persaingan proyek properti beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Giva Grand Wisata Hadirkan Hunian Premium Smart dan Sustainable Living

Ketika teknologi sensor, AI, dan otomasi semakin terjangkau, integrasinya berpotensi menjadi standar baru dalam pengembangan kawasan residensial maupun komersial.

Strategi Bosch 2030 memberi gambaran bahwa masa depan properti tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi dan desain bangunan, melainkan juga oleh kemampuan bangunan untuk beroperasi secara cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page