PropertiTerkini.com, (PARAMOUNT GADING SERPONG) — Ekosistem kawasan lengkap semakin menjadi pertimbangan dalam memilih hunian. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak berfokus pada lokasi dan bangunan rumah, kini keberadaan fasilitas pendukung seperti pusat komersial, ruang terbuka hijau, area rekreasi, hingga kemudahan mobilitas menjadi bagian dari kebutuhan yang tidak terpisahkan.
Perubahan tersebut sejalan dengan perkembangan pasar properti yang mulai menempatkan kawasan terpadu sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan nilai tambah sebuah hunian.
Baca Juga: Victoria Central District, Babak Baru Kawasan Komersial di Boulevard Gading Serpong
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menilai sektor lifestyle dan food & beverage (F&B) menjadi salah satu sumber permintaan baru yang aktif mendorong perkembangan properti pada 2026. Di sisi lain, pusat-pusat komersial yang mampu menghadirkan pengalaman berbelanja dan gaya hidup yang kuat masih menjadi tujuan utama ekspansi tenant.
Menurut Ferry, pelaku usaha kini semakin selektif dalam menentukan lokasi bisnis dan cenderung memilih kawasan yang telah memiliki captive market yang kuat serta aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Tren tersebut terlihat pada sejumlah kota mandiri di Tangerang Raya yang berkembang tidak hanya sebagai kawasan hunian, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup.
Kawasan Terpadu Menjadi Magnet Pasar
Paramount Gading Serpong menjadi salah satu kawasan yang terus mengembangkan konsep integrasi antara hunian dan area komersial melalui berbagai fasilitas yang tersebar di dalam kawasan.
Selain menghadirkan klaster hunian, kawasan ini juga berkembang dengan berbagai pusat aktivitas seperti Hampton Square, Paramount Gading Serpong Taman Rasa, hingga Maggiore Hills Park yang berada di kawasan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare. Kehadiran fasilitas tersebut mendorong terbentuknya aktivitas sosial dan ekonomi yang hidup di berbagai titik kawasan.
Baca Juga: Ekosistem Hunian dan Komersial Terpadu Jadi Kekuatan Paramount Gading Serpong
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan perkembangan sisi selatan Paramount Gading Serpong tidak hanya ditopang sektor kuliner, tetapi juga berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh dari kebutuhan penghuni kawasan.
“Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat, didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, melainkan tersebar merata di hampir seluruh kawasan, menjadikan area ini semakin bersinar dan berkembang sebagai magnet ekonomi baru,” ujarnya.
Saat ini kawasan tersebut memiliki berbagai pusat aktivitas seperti Hampton Square, Paramount Gading Serpong Taman Rasa, hingga deretan area komersial Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton, dan Aniva yang berkembang menjadi destinasi kuliner, lifestyle, pertemuan bisnis, dan aktivitas komunitas.
Associate Director LEADS Property, Martin Samuel Hutapea, menilai keberhasilan kawasan komersial tidak dapat dilepaskan dari keberadaan populasi dan daya beli yang telah terbentuk.
“Populasi dengan buying power yang memadai lebih dilirik terlebih dahulu karena keberhasilan kawasan komersial akan didukung oleh permintaan. Dan permintaan selalu berasal dari populasi dan juga daya beli tentunya,” kata Martin kepada PropertiTerkini.com.
Menurutnya, Gading Serpong memiliki fondasi yang kuat karena telah berkembang menjadi kota mandiri yang memiliki fungsi perkotaan relatif lengkap.
“Paramount Gading Serpong secara keseluruhan telah menjadi township yang padat, berdaya beli tinggi, memiliki semua fungsi penunjang aktivitas seperti hunian, ritel, olahraga, kesehatan, sekolah, kantor dan tertata rapi,” ujarnya.
Menghadirkan Kawasan yang Nyaman untuk Beraktivitas

Selain kelengkapan fasilitas, kualitas lingkungan dan kenyamanan ruang publik juga menjadi faktor yang semakin diperhatikan dalam pengembangan kawasan modern.
Paramount Gading Serpong mengembangkan area komersial sisi selatan dengan konsep commercial strip dan pedestrian walk yang memungkinkan pengunjung berpindah dari satu tenant ke tenant lainnya dengan nyaman dalam lingkungan yang ramah pejalan kaki.
Konsep tersebut sejalan dengan tren pengembangan walkable city yang banyak diterapkan di berbagai kota dunia. Kawasan yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat interaksi sosial.
Kepada PropertiTerkini.com, pengamat tata kota Yayat Supriatna mengatakan kota-kota baru saat ini dituntut menghadirkan fungsi yang lebih lengkap dibanding sekadar menyediakan tempat tinggal.
“Kawasan tersebut harus memiliki fungsi-fungsi yang menjadi daya tarik seperti pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan aktivitas ekonomi. Kalau hanya menjadi tempat bermukim, daya tariknya akan terbatas,” ujarnya.
Menurut Yayat, masyarakat perkotaan saat ini semakin mencari lingkungan yang menawarkan kualitas hidup lebih baik dibanding pusat kota yang semakin padat, sehingga kawasan yang mampu mengintegrasikan berbagai kebutuhan dalam satu area memiliki peluang tumbuh lebih besar.
Wujudkan Ekosistem Kawasan yang Terhubung
Prinsip kawasan terintegrasi juga diterapkan Paramount Gading Serpong melalui pengembangan Pasadena Central District, mega district seluas sekitar 40 hektare yang menggabungkan area komersial dan hunian premium melalui konsep 10 Minutes City Living. Melanjutkan konsep tersebut, saat ini juga sedang dikembangkan Victoria Central District, kawasan komersial terpadu di CBD Gading Serpong.
Baca Juga: Paramount Annual Golf Tournament 2026 Meriah, Hadiah Rumah Jadi Sorotan
Pendekatan serupa juga diterapkan pada Matera Lakeside yang berada di kawasan Matera. Hunian premium ini bersebelahan langsung dengan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare yang telah dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan ekowisata.
Matera Lakeside juga terhubung langsung dengan Maggiore Hills Park yang menghadirkan ruang terbuka hijau di kawasan tepi danau. Berbagai fasilitas gaya hidup sehat tersedia mulai dari jogging track, children playground, outdoor gym, backyard, hingga akses pedestrian menuju Matera Community Club.

Ferry John mengatakan seluruh pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya Paramount Gading Serpong dalam membangun kawasan yang mampu mendukung aktivitas tinggal, bekerja, dan bersosialisasi dalam satu lingkungan yang terintegrasi.
Mengusung tagline Everything is Here, Paramount Gading Serpong berupaya menghadirkan ekosistem kehidupan yang lengkap melalui pengembangan hunian, area komersial, ruang terbuka hijau, serta infrastruktur kawasan yang saling terhubung.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan kualitas hidup yang lebih baik, kawasan yang mampu mengintegrasikan hunian, aktivitas ekonomi, ruang publik, dan ruang hijau dalam satu ekosistem diperkirakan akan semakin diminati pasar.
Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar
Bagi banyak konsumen, rumah kini bukan lagi sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan bagian dari lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas sehari-hari secara lebih efisien.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





