PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Pengembangan akses tol Paramount Petals memasuki tahap akhir sebelum resmi beroperasi dalam waktu dekat. Infrastruktur yang terhubung langsung dengan ruas Tol Jakarta–Merak di KM 25 tersebut menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan di koridor barat Jakarta tahun ini.
Bagi Paramount Land, akses tol bukan sekadar fasilitas tambahan. Konektivitas langsung ke jaringan jalan tol nasional menjadi bagian penting dalam membangun Paramount Petals sebagai kota mandiri yang terintegrasi dengan pusat-pusat ekonomi Jabodetabek.
Keberadaan akses baru ini juga datang pada momentum ketika wilayah Curug–Bitung mulai menunjukkan transformasi yang semakin nyata.
Kawasan yang dahulu identik dengan daerah perlintasan kini berkembang menjadi destinasi hunian baru yang menarik perhatian pasar properti.
Akses Tol Paramount Petals Diproyeksikan Kurangi Kepadatan Bitung
Salah satu manfaat langsung yang paling dirasakan adalah berkurangnya ketergantungan terhadap jalan arteri Bitung yang selama bertahun-tahun menjadi titik kepadatan lalu lintas.
Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business (JMRB), sebelumnya menyebut bahwa modifikasi Simpang Susun Bitung menjadi kebutuhan mendesak karena volume lalu lintas di kawasan tersebut terus meningkat setiap tahun.
Menurutnya, kehadiran akses tol baru hasil kolaborasi dengan Paramount Petals berpotensi mengurangi beban lalu lintas hingga 10–15 persen sekaligus memperbaiki distribusi pergerakan kendaraan di kawasan Tangerang.
Selain menuju Jakarta, akses ini juga membuka konektivitas yang lebih efisien ke Bandara Soekarno-Hatta, Tol JORR, Tol Serbaraja (Serpong–Balaraja), kawasan industri di koridor Jakarta–Merak hingga Pelabuhan Merak.
Secara teknis, akses tol tersebut terhubung dengan boulevard utama sepanjang hampir empat kilometer yang menghubungkan South Paramount Petals dan North Paramount Petals.
Jalan penghubung itu memiliki ROW 32 meter dengan dua jalur dan tiga lajur kendaraan di masing-masing arah.
Barat Jakarta Sedang Memasuki Era Baru

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna melihat perubahan yang terjadi di koridor Curug–Bitung sebagai bagian dari pergeseran besar pertumbuhan metropolitan Jabodetabek.
Menurutnya, wajah Bitung saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Kehadiran pengembang besar, pembangunan infrastruktur baru, serta akses langsung ke jalan tol menjadi faktor yang mempercepat perubahan kawasan.
“Bitung mengalami perubahan yang sangat cepat. Dulu kesannya kawasan penyangga ibukota yang kurang berkembang, tetapi sekarang mulai muncul sebagai kawasan baru yang memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya dalam wawancara dengan PropertiTerkini.com.
Yayat menilai akses tol langsung memiliki peran penting karena mampu meningkatkan keyakinan pasar terhadap prospek sebuah kawasan.
“Orang membeli rumah bukan hanya melihat bangunannya. Mereka melihat apakah infrastrukturnya baik, aksesnya mudah, lingkungannya berkembang, dan nilai propertinya berpotensi naik. Di situ peran aksesibilitas menjadi sangat penting,” katanya.
Ia bahkan menyebut barat Jakarta sebagai “raksasa tidur” yang sedang memasuki fase kebangkitan baru.
Fenomena tersebut didorong oleh semakin banyaknya perpindahan penduduk dari Jakarta menuju kawasan penyangga yang menawarkan kualitas hidup lebih baik, lingkungan lebih nyaman, dan akses yang semakin memadai.
Tidak Cukup Hanya Hunian, Kawasan Harus Punya Magnet
Meski demikian, dosen Planologi Univeristas Trisakti itu mengingatkan bahwa keberhasilan kota mandiri tidak hanya ditentukan oleh rumah dan jalan tol.
Menurutnya, kawasan harus memiliki fungsi unggulan yang mampu menjadi magnet aktivitas ekonomi dan sosial sebagaimana yang terjadi Gading Serpong dan sekitarnya maupun kawasan-kawasan baru lainnya di Tangerang.
“Kawasan baru harus memiliki daya tarik. Bisa pendidikan, kesehatan, pusat bisnis, atau destinasi yang membuat orang datang setiap hari, seperti kuliner. Kalau hanya menjadi tempat bermukim, pertumbuhannya akan terbatas,” jelasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan strategi yang diterapkan Paramount Land dalam mengembangkan Paramount Petals.
Saat ini berbagai fasilitas telah beroperasi, mulai dari Community Club Paramount Petals, Bethsaida Clinic, Pasar Modern Paramount Petals, Paramount Petals Taman Rasa, hingga tenant berskala nasional seperti KFC, A&W, Kopi Kenangan, dan Kampung Kecil.
Paramount Land Siapkan Fondasi Kota Mandiri Jangka Panjang

Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas ekonomi kawasan, Paramount Land melihat akses tol langsung sebagai faktor yang akan memperkuat daya saing Paramount Petals dalam jangka panjang.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan akses tol langsung KM 25 menjadi momentum penting yang memperkuat daya tarik Paramount Petals di tengah pesatnya perkembangan koridor Barat Jakarta.
Menurutnya, menjelang operasional akses tol tersebut, kawasan Paramount Petals mulai mencatat peningkatan nilai properti, tingginya minat pasar terhadap produk hunian dan komersial, serta bertambahnya tenant yang membuka usaha di kawasan tersebut.
“Tren kenaikan nilai properti seiring hadirnya akses tol langsung merupakan dampak positif dari pergeseran preferensi pembeli yang kini semakin memprioritaskan kemudahan akses, konektivitas, dan potensi pengembangan jangka panjang. Didukung aksesibilitas yang optimal dan infrastruktur yang terus berkembang, Paramount Petals semakin memperkuat posisinya sebagai kota mandiri masa depan dengan potensi pertumbuhan dan investasi yang menjanjikan di koridor barat Jakarta,” terang Ferry.
Saat ini, Paramount Petals telah berkembang menjadi kawasan seluas sekitar 400 hektare dengan ribuan unit hunian terbangun, dilengkapi berbagai fasilitas kota yang terus bertambah, mulai dari pusat kuliner, fasilitas kesehatan, area komersial, hingga ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat.
Potensi Menjadi Growth Center Baru Tangerang
Lebih lanjut dalam pandangan Yayat, koridor Curug–Bitung memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru dalam satu dekade mendatang.
Posisinya berada di jalur strategis antara Jakarta, Tangerang, kawasan industri Banten, serta jaringan jalan tol utama Pulau Jawa.

Apabila pengembangan kawasan berjalan konsisten dan didukung fasilitas perkotaan yang lengkap, Bitung berpotensi mengikuti jejak kawasan-kawasan yang lebih dulu matang seperti Serpong, Gading Serpong, maupun Alam Sutera.
“Aksesibilitas yang semakin baik akan menjadi kekuatan utama. Ketika konektivitas, fasilitas, dan aktivitas ekonomi bertemu dalam satu kawasan, pertumbuhan biasanya berlangsung sangat cepat,” ungkap Yayat.
Senada, Nurul Yaqin, Direktur PT Multi Hokkindo Adji (Benhokk), menilai konektivitas yang semakin baik melalui jaringan jalan tol dan terhubungnya kota mandiri di Tangerang akan semakin memperkuat pertumbuhan kawasan dalam jangka panjang.
“Terkoneksinya kota mandiri dan area sekitar akan mem-booster pertumbuhan kawasan tersebut. Fenomena Gading Serpong-BSD bisa menjadi studi yang menarik karena konektivitas itu terbukti mendorong aktivitas ekonomi dan pasar properti,” ungkap Nurul.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





