PropertiTerkini.com, (PARAMOUNT GADING SERPONG) — Ketika sebagian pasar properti nasional masih bergerak lebih hati-hati akibat berbagai tantangan ekonomi, segmen properti komersial di salah satu kota mandiri justru menunjukkan daya tahan yang berbeda. Salah satu kawasan yang dinilai masih memiliki prospek kuat adalah Paramount Gading Serpong.
Perkembangan kawasan yang berlangsung konsisten selama lebih dari dua dekade telah membentuk ekosistem kota yang semakin lengkap.
Baca Juga: Kawasan Komersial Makin Hidup, Hunian Privat Justru Semakin Dicari
Tidak hanya menjadi kawasan hunian, Paramount Gading Serpong kini berkembang menjadi pusat aktivitas bisnis, pendidikan, kuliner, gaya hidup, hingga berbagai layanan jasa yang melayani kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Kondisi tersebut turut menciptakan permintaan yang berkelanjutan terhadap ruang usaha dan properti komersial.
Menurut Direktur Utama, Agent dan Konsultan Properti, PT Multi Hokkindo Addji (Benhokk), Nurul Yaqin, pasar properti secara umum memang masih menghadapi tantangan pada awal 2026. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku pada properti komersial yang berada di kawasan kota mandiri yang telah berkembang.
“Komersial di township development, kawasan perkotaan yang sudah terbentuk dan terintegrasi, itu masih tetap growing,” katanya kepada PropertiTerkini.com.
Captive Market Jadi Kekuatan Utama
Salah satu faktor yang membuat properti komersial di Paramount Gading Serpong tetap menarik adalah keberadaan captive market yang besar dan terus bertumbuh.
Saat ini, kota Gading Serpong telah dihuni lebih dari 120.000 jiwa dengan lebih dari 38 klaster hunian aktif yang berkembang secara bertahap selama lebih dari dua dekade. Kondisi tersebut menciptakan pasar yang tidak hanya besar, tetapi juga terus bertambah seiring hadirnya klaster-klaster baru dan meningkatnya aktivitas ekonomi kawasan.
Baca Juga: Properti Komersial di Kota Mandiri Tetap Tumbuh Saat Pasar Residensial Melambat
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menjelaskan bahwa pertumbuhan kawasan tidak hanya ditopang oleh pengembangan hunian, tetapi juga oleh terbentuknya ekosistem kota yang semakin lengkap.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat gaya hidup, area rekreasi, hingga pusat bisnis menjadi fondasi yang menjaga aktivitas kawasan tetap hidup sepanjang hari.
Selain jumlah penghuni yang terus meningkat, infrastruktur kawasan juga berkembang pesat. Jalan boulevard utama yang menjadi tulang punggung mobilitas kawasan tercatat dilalui lebih dari 15.000 kendaraan per jam pada waktu sibuk (peak hour).
Konektivitas tersebut semakin diperkuat dengan keterhubungan langsung ke BSD City dan berbagai kawasan besar lainnya di Tangerang Raya.
Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Tembus Rekor US$47 Miliar
Menurut Nurul, kondisi tersebut menjadi faktor yang membedakan kawasan kota mandiri dengan kawasan komersial biasa.
“Orang melihat existing okupansinya itu sudah tinggi. Jadi penghuninya sudah tinggi. Pasarnya sudah ada dan jelas,” ungkapnya.
Keberadaan pasar yang telah terbentuk membuat pelaku usaha memiliki tingkat keyakinan yang lebih tinggi ketika membuka bisnis baru di kawasan tersebut.
Permintaan Ruang Usaha Terus Bertumbuh

Optimisme terhadap prospek properti komersial juga disampaikan oleh Abuy Tjia, Owner ERA Fiesta Group.
Dihubungi PropertiTerkini, Abuy mengatakan bahwa kawasan Serpong dan sekitarnya masih menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan properti komersial terbaik di Tangerang Raya.
“Pertumbuhan ruko di area Tangerang atau Serpong sangat tinggi karena BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera merupakan kota mandiri. Setiap ada permintaan ruko selalu habis,” ujarnya.
Fenomena tersebut terlihat dari perkembangan sejumlah kawasan komersial di Paramount Gading Serpong.
Salah satunya adalah Maggiore yang berkembang menjadi lifestyle commercial corridor dengan karakter yang berbeda dibanding kawasan komersial konvensional. Kawasan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis, kuliner, hingga aktivitas gaya hidup masyarakat urban yang terus meningkat.
Rekam jejak penjualannya menjadi indikator yang menarik. Berbagai produk komersial yang diluncurkan di kawasan Maggiore, mulai dari ruko premium hingga konsep pasar modern, tercatat habis terjual dalam waktu singkat dan beberapa di antaranya mengalami kelebihan permintaan (over-subscribed).
Tingginya aktivitas bisnis di kawasan tersebut juga tercermin dari data pertumbuhan usaha. Sepanjang 2025, kawasan Maggiore Gading Serpong mencatat lahirnya 1.464 bisnis baru yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, retail, jasa, kesehatan, hingga lifestyle.
Baca Juga: Situ Cihuni Hadirkan Suasana Tenang di Tengah Kawasan Urban yang Hidup
Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan ruang usaha di kawasan ini tidak hanya didorong oleh investor, tetapi juga oleh pertumbuhan pelaku usaha yang ingin berada lebih dekat dengan pasar yang sudah terbentuk.
Properti Komersial Modern Masih Menjadi Favorit
Dari sisi produk, pasar saat ini cenderung mencari properti komersial yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan bisnis secara fleksibel.
Abuy menilai konsep studio loft dan ruko modern masih menjadi salah satu tipe properti komersial yang paling diminati pasar saat ini.
Perubahan pola bisnis menjadi salah satu penyebabnya. Banyak pelaku usaha kini membutuhkan ruang yang dapat digunakan untuk berbagai fungsi sekaligus, mulai dari showroom, kantor, studio kreatif, hingga gerai retail dan F&B.
Fenomena tersebut juga terlihat pada kawasan Grand Boulevard Aniva yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu pusat kuliner dan aktivitas komersial baru di Gading Serpong.
Tingginya minat pasar tercermin dari performa penjualan kawasan tersebut. Lima tahap pengembangan Grand Boulevard Aniva dilaporkan habis terserap bahkan sebelum peluncuran resmi dilakukan. Produk-produk komersial di kawasan ini dipasarkan pada kisaran harga sekitar Rp6 miliaran dan mendapat respons positif dari pasar.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak semata-mata mempertimbangkan harga, melainkan juga kualitas lokasi, potensi lalu lintas pengunjung, serta kekuatan ekosistem kawasan yang mendukung keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Nurul Yaqin menilai properti komersial di kawasan kota mandiri memiliki keunggulan karena ditopang oleh aktivitas ekonomi yang nyata dan terus berkembang.
“Komersial di township development, kawasan perkotaan yang sudah terbentuk dan terintegrasi, itu masih tetap growing,” tegasnya.
Kondisi inilah yang membuat properti komersial di Paramount Gading Serpong masih menjadi salah satu segmen yang menarik untuk dicermati, baik oleh investor maupun pelaku usaha yang ingin menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di koridor barat Jakarta dan Tangerang.
Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Jadi Rebutan Pasar
Prospek Jangka Panjang Masih Terbuka

Melihat perkembangan kawasan saat ini, pelaku industri menilai prospek properti komersial di Paramount Gading Serpong masih terbuka lebar.
Pertumbuhan populasi, peningkatan konektivitas, serta semakin lengkapnya fasilitas kawasan menjadi faktor yang akan terus mendukung aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.
Abuy bahkan menilai kawasan Serpong masih akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang penting dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
“Peluangnya sangat besar, di mana tenant-tenant besar semua mengincar wilayah sini,” tegasnya.
Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar
Dengan kombinasi captive market yang kuat, ekosistem kota yang matang, dan kebutuhan ruang usaha yang terus bertumbuh, properti komersial di Paramount Gading Serpong masih menjadi salah satu segmen yang menarik untuk dicermati, baik oleh investor maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di kawasan Tangerang Raya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





