BERITA TERKAIT

Properti Komersial di Kota Mandiri Tetap Tumbuh Saat Pasar Residensial Melambat

Pelemahan pasar residensial belum menghentikan laju investasi properti komersial di kawasan kota mandiri. BSD City, Paramount Gading Serpong, dan Summarecon Serpong dinilai masih memiliki daya tarik kuat berkat pertumbuhan populasi, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — Pasar properti komersial di kawasan kota mandiri masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah perlambatan pasar residensial sepanjang 2026.

Di saat investor cenderung lebih berhati-hati akibat ketidakpastian ekonomi global, produk komersial seperti ruko dan lot usaha di kawasan BSD City, Gading Serpong, hingga Summarecon Serpong justru tetap mencatatkan permintaan yang tinggi.

Baca Juga: Kawasan Komersial Makin Hidup, Hunian Privat Justru Semakin Dicari

Direktur Utama PT Multi Hokkindo Addji (Benhokk), Nurul Yaqin, menilai pasar residensial di Tangerang dan barat Jakarta masih mengalami pelemahan.

Menurutnya, transaksi properti residensial turun sekitar 15-20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring meningkatnya sikap wait and see dari kalangan investor.

“Investor cenderung menahan diri karena kondisi ekonomi dan pasar keuangan yang belum stabil. Namun berbeda dengan properti komersial di kawasan township development yang masih menunjukkan pertumbuhan,” ujarnya kepada PropertiTerkini.com.

Kota Mandiri Jadi Magnet Investasi Komersial

Fenomena menarik justru terlihat di kawasan kota mandiri seperti BSD City, Paramount Gading Serpong dan Summarecon Serpong.

Meski kondisi ekonomi sedang tidak ideal, peluncuran ruko maupun produk komersial baru di kawasan tersebut masih mendapatkan respons positif dari pasar.

Baca Juga: Menguak Potensi Investasi Wander Alley Walk di Kawasan TOD BSD City

Nurul menjelaskan, kawasan kota mandiri memiliki keunggulan berupa basis penghuni yang sudah terbentuk, daya beli yang relatif kuat, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

“Penghuninya sudah ada, pasarnya jelas, dan komunitasnya terus bertambah. Ini yang membuat properti komersial tetap bergerak,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Abuy Tjia, Owner ERA Fiesta Group. Menurutnya, pertumbuhan ruko di kawasan Serpong dan sekitarnya masih sangat tinggi karena didukung oleh perkembangan kota mandiri yang terus berlanjut.

BSD, Gading Serpong, dan Alam Sutera merupakan kota mandiri. Setiap ada permintaan ruko hampir selalu habis terserap pasar. Ditambah lagi gaya hidup masyarakat yang terus meningkat,” katanya menjawab PropertiTerkini.com.

Ruko Dinilai Lebih Menarik Dibanding Rumah Investasi

Menariknya, sebagian investor yang sebelumnya aktif membeli rumah kini mulai mengalihkan dana ke aset komersial.

Nurul menilai ruko menawarkan sejumlah keunggulan dibanding properti residensial.

Selain lebih mudah dijual kembali, ruko memiliki peluang menghasilkan pendapatan sewa yang lebih tinggi dan nilai agunan yang lebih kuat ketika digunakan sebagai jaminan pembiayaan perbankan.

Baca Juga: 9 Referensi Hotel di Gading Serpong untuk Staycation, Meeting, hingga Perjalanan Bisnis

Kondisi ini membuat produk komersial menjadi pilihan menarik saat investor mencari instrumen investasi yang relatif stabil.

Abuy menambahkan bahwa pertumbuhan penduduk serta ekspansi berbagai sektor usaha menjadi pendorong utama kebutuhan ruang komersial.

“Kebutuhan sekolah, F&B, pusat perbelanjaan, hingga berbagai bisnis pendukung terus bertambah. Kota mandiri membuat aktivitas ekonomi berkembang dan menciptakan kebutuhan ruang usaha baru,” jelasnya.

Dari sisi produk, konsep ruko modern yang menggabungkan fungsi bisnis, gaya hidup, dan komunitas menjadi tren yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Abuy menyebut tipe studio loft masih menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati pasar.

Konsep ini dinilai lebih fleksibel karena mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan usaha sekaligus memberikan tampilan yang lebih modern dibanding ruko konvensional.

Baca Juga: Bellefont Summarecon Serpong Bukukan Penjualan Rp600 Miliar dalam 5 Bulan

Menurutnya, lokasi dan prospek perkembangan kawasan tetap menjadi faktor utama yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli properti komersial.

Sedangkan dari sisi harga, kedua narasumber melihat kisaran Rp3 miliar hingga Rp8 miliar sebagai segmen yang paling aktif diperdagangkan saat ini.

Nurul menyebut harga Rp3-5 miliar masih menjadi rentang yang paling “manis” bagi investor.

Sementara Abuy melihat pasar masih cukup kuat hingga kisaran Rp8 miliar, terutama untuk produk yang berada di lokasi strategis dalam kawasan kota mandiri.

Peluang 10 Tahun ke Depan Masih Besar

Properti komersial Wander Alley Walk BSD City
Wander Alley Walk BSD City menghadirkan konsep properti komersial modern yang menggabungkan fungsi bisnis, gaya hidup, dan ruang interaksi komunitas di kawasan kota mandiri. (Dok. Sinar Mas Land)

Prospek jangka panjang kawasan BSD City hingga Serpong juga dinilai masih sangat menjanjikan.

Abuy memperkirakan kawasan tersebut masih akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jabodetabek dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

Baca Juga: Rumah Rp150 Miliar Island Villa NavaPark BSD Laris, 6 Unit Terjual dalam Hitungan Hari

“Serpong termasuk BSD hingga Gading Serpong merupakan kawasan yang akan terus berkembang. Banyak tenant besar membidik wilayah ini dan pertumbuhan bisnis masih akan berlanjut,” ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan semakin masifnya pembangunan infrastruktur, bertambahnya jumlah penghuni, serta berkembangnya berbagai sektor usaha yang menjadikan kawasan kota mandiri sebagai pusat aktivitas baru di wilayah barat Jakarta dan Tangerang.

Bagi investor, kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun pasar residensial sedang bergerak lebih lambat, properti komersial di kawasan kota mandiri masih memiliki fondasi pasar yang kuat dan prospek pertumbuhan yang menarik dalam jangka panjang.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page