PropertiTerkini.com, (BSD CITY) — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ di BSD City terus menunjukkan tren positif.
Sejak resmi ditetapkan oleh Pemerintah RI pada Oktober 2024 hingga Kuartal I 2026, kawasan seluas 60 hektare yang dikembangkan Sinar Mas Land ini berhasil membukukan realisasi investasi mencapai Rp1,4 triliun.
Baca Juga: Medical Suites BSD City Targetkan Operasional 2026, Solusi Kesehatan Global di KEK ETKI
Kehadiran KEK pertama di wilayah Jabodetabek yang berfokus pada sektor berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) ini mempertegas arah transformasi BSD City dari sekadar kota mandiri menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berskala regional.
Hingga pertengahan 2026, D-HUB SEZ tercatat telah menggandeng 25 tenant skala global dan regional dari empat sektor utama: kesehatan, pendidikan, teknologi, serta ekonomi kreatif. Keberadaan ekosistem ini tak hanya mendorong akselerasi teknologi, tetapi juga telah menyerap 1.736 tenaga kerja berkualitas.
Chief Operating Officer D-HUB SEZ, Lindawaty Chandra, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini dirancang untuk mendekatkan fasilitas bertaraf internasional agar lebih mudah diakses oleh masyarakat di dalam negeri.
“D-HUB SEZ kami bangun bukan hanya sebagai kawasan investasi, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan institusi berstandar internasional, talenta terbaik, teknologi, dan peluang ekonomi,” ujar Lindawaty.
Baca Juga: Mengintip Potensi Investasi di KEK ETKI Banten BSD City Seluas 60 Hektare
Ia menambahkan, keterlibatan puluhan tenant global dalam kurun waktu satu tahun lebih beroperasi menjadi bukti kuat tingginya daya tarik Indonesia sebagai pusat inovasi.
Kehadiran D-HUB SEZ sekaligus menjadi instrumen strategis untuk menahan laju outflow devisa akibat banyaknya masyarakat yang sebelumnya memilih mengakses layanan medis dan pendidikan ke luar negeri.
Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Internasional Lebih Dekat
Dari sektor medis, D-HUB SEZ menghadirkan deretan institusi kesehatan internasional unggulan, antara lain ATOP Plastic Surgery, Alpha IVF, Morula IVF, Miracell, StemCord, Kaiser Clinic, FS Regenera, Seoul Jakarta Plastic Surgery, Genetron Health, Lifelink Clinic, dan Increase.
Integrasi para pemain utama di bidang layanan fertilitas, kesehatan reproduksi, stem cell, perawatan estetika, hingga deteksi penanganan kanker ini menjadikan BSD City sebagai destinasi baru medical tourism di Indonesia.
Sementara pada pilar pendidikan, ekspansi kampus asing ternama seperti Monash University—kampus luar negeri bertaraf global pertama yang beroperasi di Indonesia—bersama BINUS ASO School of Engineering dan Fuji Academy, semakin mengukuhkan kawasan ini sebagai hub cetak talenta digital dan teknokrat masa depan.
KEK ETKI Banten Topang Smart City dan Sektor Inovasi
Pengembangan D-HUB SEZ juga menyasar penguatan infrastruktur digital guna menopang konsep smart city. Kehadiran APG yang bergerak di bidang data center dan infrastruktur digital, pengembang perangkat lunak Commsult, serta One Smart Services, menjadi fondasi utama operasional kawasan berteknologi tinggi.
Di sisi lain, ekosistem ini dilengkapi oleh penetrasi industri kreatif melalui kehadiran Social Bread dan Nex Entertainment untuk menggerakkan potensi ekonomi digital dari segmen kreator lokal.
Baca Juga: Green Living di BSD City Diperkuat, Wujudkan Kota Modern Berkelanjutan di Indonesia
Langkah Sinar Mas Land mengintegrasikan D-HUB SEZ ke dalam masterplan BSD City dinilai memberi nilai tambah signifikan terhadap daya saing kawasan hunian dan komersial di Tangerang Selatan serta Kabupaten Tangerang.
Pasar properti di sekitar koridor ini kian diminati, didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian berkualitas, ruang usaha, hingga fasilitas penginapan bagi ekspatriat, tenaga ahli, dan mahasiswa internasional.
Dengan kombinasi fasilitas medis unggulan, institusi pendidikan global, serta infrastruktur digital tepercaya, D-HUB SEZ berada pada posisi strategis untuk memicu efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional dan sektor properti secara berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





