PropertiTerkini.com, (BALI) — Desain sirkular mulai mendapat ruang lebih luas dalam industri interior. Salah satunya ditunjukkan TACO melalui kolaborasi dengan Studio Banda yang menghadirkan Modulus Laminata, instalasi yang mengeksplorasi pemanfaatan sisa produksi High Pressure Laminate (HPL) menjadi objek fungsional dan bernilai estetika.
Inisiatif tersebut diperkenalkan di Bali pada 18 Agustus 2026 lalu, sebagai bagian dari upaya TACO memperluas pemahaman mengenai desain sirkular, sekaligus mengajak desainer dan arsitek melihat material bukan hanya dari fungsi dan tampilannya, tetapi juga dari siklus hidup material tersebut.
Baca Juga:TACO Dukung Brand Lokal di brightspotCITY 2026 Lewat Inovasi Material Interior
Pendekatan ini menempatkan sisa material sebagai bagian dari proses desain. Material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dieksplorasi kembali melalui kreativitas dan pendekatan desain sehingga dapat memperoleh fungsi serta nilai baru.
Desain Sirkular dan Potensi Sisa Produksi HPL, hingga TACO Social Club Bali
Bersama Studio Banda, TACO mengembangkan Modulus Laminata sebagai instalasi yang mengeksplorasi kemungkinan penggunaan kembali material HPL. Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana material dapat diperpanjang siklus hidupnya melalui proses kreatif.
Bagi industri interior, pendekatan seperti ini membuka perspektif lain dalam pemilihan dan penggunaan material. Pertimbangan tidak berhenti pada spesifikasi, warna, tekstur, atau fungsi, tetapi juga mencakup apa yang terjadi terhadap material setelah digunakan dalam sebuah proses produksi.
Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi, mengatakan komitmen perusahaan terhadap prinsip zero waste menjadi bagian dari upaya mengelola material secara lebih bertanggung jawab di sepanjang proses bisnis.
“Komitmen TACO terhadap prinsip zero waste merupakan bagian dari upaya kami untuk mengelola material secara lebih bertanggung jawab di sepanjang proses bisnis,” ujarnya.
Baca Juga: Karpet Jadi Penentu Karakter Ruang, Kolaborasi Fio dan MASSHIRO&Co Tunjukkan Tren Baru
Melalui kolaborasi dengan Studio Banda dan para pelaku industri kreatif Indonesia, kata dia, TACO ingin menunjukkan bahwa material sisa tidak harus berhenti sebagai limbah, tetapi dapat kembali diolah menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai baru.
“Kami berharap Modulus Laminata dapat menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi lintas industri dapat mendorong penerapan desain sirkular sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi kreativitas dan inovasi di Indonesia,” kata Anastasia.
Dari sisi desain, keterbatasan material justru dapat menjadi pemicu eksplorasi. Founder Studio Banda Cokorda Suryanata menilai proses tersebut membuka kemungkinan baru dalam mengolah material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keterbatasan material justru dapat menjadi titik awal lahirnya kreativitas. Bersama TACO, kami mengeksplorasi bagaimana material HPL yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dapat diolah kembali menjadi objek yang memiliki fungsi sekaligus nilai artistik,” ungkapnya.
Dia berharap, Modulus Laminata dapat mendorong lebih banyak desainer untuk melihat desain sirkular sebagai pendekatan yang relevan bagi masa depan industri.
Baca Juga: Sekam Padi hingga HDPE Daur Ulang, Material Sisa Panen Masuk ke Eksperimen Desain
Lebih lanjut, eksplorasi tersebut juga dikembangkan melalui TACO Social Club Bali, yang menjadi ruang edukasi dan kolaborasi bagi desainer serta arsitek.
Dalam kegiatan yang digelar bersama Studio Banda, peserta diajak memahami proses kreatif dan eksplorasi material di balik Modulus Laminata melalui sesi talk show. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop yang mengajak peserta mengolah sisa HPL menjadi kreasi lampu.
Format kegiatan tersebut mempertemukan diskusi desain dengan eksperimen material secara langsung. Dengan demikian, konsep desain sirkular tidak hanya diperkenalkan sebagai gagasan, tetapi juga diterjemahkan melalui proses kreatif yang dapat dieksplorasi oleh pelaku industri desain.
TACO Material Studio Bali Perkuat Ekosistem Desain
Pengembangan komunitas desain di Bali juga didukung keberadaan TACO Material Studio Bali di kawasan Sunset Road.
Fasilitas ini menjadi ruang inspirasi dan solusi material bagi desainer serta arsitek. Selain menyediakan akses terhadap berbagai solusi material TACO, fasilitas tersebut memungkinkan profesional berdiskusi, mengeksplorasi aplikasi produk secara langsung, dan memperoleh sampel material untuk mendukung proses perancangan.
Baca Juga: Kamar Tidur Makin Multifungsi, IKEA Soroti Perubahan Kebutuhan Keluarga
Kehadiran Material Studio melengkapi pendekatan TACO yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga menyediakan ruang interaksi dengan komunitas profesional di bidang desain dan arsitektur.
Ketika Sisa Material Masuk Kembali ke Siklus Desain

Modulus Laminata pada akhirnya menawarkan satu sudut pandang sederhana: sisa produksi tidak selalu harus menjadi akhir dari perjalanan sebuah material.
Melalui desain sirkular, material dapat kembali masuk ke proses kreatif dengan fungsi yang berbeda.
Bagi arsitek dan desainer interior, pendekatan ini membuka ruang untuk mempertimbangkan aspek keberlanjutan sejak tahap perancangan, termasuk bagaimana material dipilih, digunakan, dan berpotensi dimanfaatkan kembali.
Baca Juga: Interior Modern Minimalis Kian Diminati, Renovasi Rumah Fokus pada Kenyamanan
Bagi TACO, kolaborasi dengan Studio Banda menjadi salah satu cara memperkenalkan gagasan tersebut sekaligus membuka ruang eksperimen bersama komunitas kreatif di Indonesia.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





