BERITA TERKAIT

Mengurai Teknologi EcoStruxure Schneider Electric: Strategi Gedung Komersial Pangkas Biaya Listrik 30 Persen

Peluncuran EcoStruxure Building Operation 7.0 menjadi jawaban bagi pengelola gedung komersial dalam memangkas biaya operasional, mempercepat tahap engineering hingga 20 persen, serta mengejar target emisi nol bersih.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Konsumsi energi yang tinggi masih menjadi persoalan klasik dalam operasional bangunan komersial di Indonesia. Data industri menunjukkan sektor bangunan menyumbang sekitar 37 hingga 40 persen emisi CO2 global, menjadikannya salah satu kontributor utama krisis iklim.

Di saat yang sama, sekitar 30 persen penggunaan energi gedung terbuang percuma akibat komisioning yang tidak optimal, tata kelola yang buruk, serta sistem pengawasan yang usang.

Baca Juga: Bangunan Hijau Kini Jadi Standar Pasar, Schneider Electric Dorong Efisiensi Energi

Untuk menekan pemborosan tersebut, Schneider Electric merilis EcoStruxure™ Building Operation (EBO), khususnya melalui perangkat lunak generasi terbaru versi 7.0.

Pembaruan platform Building Management System (BMS) berbasis Internet of Things (IoT) ini terbukti mampu memangkas pemakaian listrik hingga 30 persen sekaligus membantu pemilik gedung memenuhi regulasi keberlanjutan dan mengejar target net zero emission.

Buildings Business Vice President Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif, menegaskan pentingnya langkah transformasi ini bagi industri properti nasional.

“Transformasi sektor bangunan adalah salah satu kunci dalam menghadapi tantangan iklim sekaligus memenuhi ekspektasi akan ruang yang cerdas dan nyaman. Dengan EcoStruxure Building Operation 7.0, Schneider Electric berkomitmen untuk membantu pemilik dan pengelola gedung mencapai target keberlanjutan, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan,” ujar Reza.

Risiko Sistem Lama dan Peningkatan Efisiensi 20 Persen

Langkah modernisasi kian mendesak mengingat risiko operasional yang mengintai gedung berteknologi lama. Perangkat keras mekanis dan listrik umumnya bertahan 15 hingga 30 tahun, namun perangkat lunak kontrol serta keamanannya akan usang hanya dalam hitungan dua hingga tiga tahun.

Baca Juga:  EcoStruxure Building Operation 7.0: Solusi Terbaru Schneider Electric untuk Efisiensi Energi dan Keberlanjutan Bangunan

Riset Kaspersky mencatat 37,8 persen komputer pengontrol gedung pintar sempat dihantam serangan siber. Kerentanan pada sistem operasional (OT) yang terhubung ke jaringan TI ini kerap menjadi pintu masuk peretasan yang merusak fasilitas hingga memicu downtime berbiaya tinggi.

Hadirnya versi 7.0 menjawab masalah tersebut melalui optimalisasi tahap engineering yang mampu mempercepat implementasi hingga 20 persen.

Sistem ini juga menyederhanakan proses aktivasi lisensi dari yang semula memakan waktu beberapa jam menjadi hanya hitungan menit melalui portal terpusat.

Visualisasi Data dan Integrasi Fasilitas Cerdas

EcoStruxure Building Operation 7.0 memfasilitasi pengawasan energi secara intuitif melalui grafik 2D dan 3D berkualitas tinggi.

Baca Juga:  Vivace E Schneider Electric, Detail Kecil yang Mengubah Hunian Modern

Pengelola dapat menyusun dasbor khusus sesuai peran kerja menggunakan widget siap pakai, maupun memantau sistem dari jarak jauh melalui antarmuka WebStation di ponsel pintar dan tablet tanpa instalasi aplikasi tambahan.

Keunggulan utama platform ini terletak pada kemampuan integrasinya yang luas. EBO 7.0 menghubungkan manajemen energi, HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), pencahayaan, sistem proteksi kebakaran, akses kontrol, hingga infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV) serta sumber energi terbarukan ke dalam satu pusat kendali.

Dengan integrasi data okupansi secara real-time, pemborosan dapat dihindari. Pengkondisian udara dan pencahayaan hanya aktif di area yang sedang digunakan.

Selain itu, pemantauan kualitas udara dalam ruang (IAQ) dan parameter WAGES (Water, Air, Gas, Electricity, and Steam) memastikan lingkungan kerja tetap sehat dan sesuai standar regulasi lingkungan.

Baca Juga: Lautan Luas dan Greenvolt Power Indonesia Perkuat Transisi Energi Terintegrasi  

Empat Pilar Utama Dampak Operasional

Schneider Electric memetakan empat area dampak utama yang dihasilkan oleh EcoStruxure Building Operation 7.0 bagi pengelola properti,yakni:

  • Sustainability Management: Transparansi data dan optimasi operasional untuk mendukung percepatan dekarbonisasi.
  • Workplace Management: Pengelolaan ruang cerdas yang meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan penghuni.
  • Operations Management: Menyederhanakan otomatisasi gedung untuk efisiensi pekerjaan harian.
  • Energy Management: Analisis dan optimasi penggunaan daya yang berdampak langsung pada penurunan biaya listrik harian.

Sisi keamanan digital turut diperkuat melalui penerapan Autentikasi Multifaktor (MFA), pembaruan keamanan otomatis sesuai standar TI/TO terkini, Single Sign-On SAML 2.0, BACnet SC, serta kompatibilitas IPv6.

Baca Juga:  Leads Property: Hunian Dekat TOD dan Rumah Hemat Energi Bakal Jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Pengembangannya mengacu pada standar internasional IEC62443-4-1 dan ISO 27043 yang tersertifikasi pihak ketiga.

Model Lisensi Berjenjang

Untuk memberikan fleksibilitas bagi berbagai skala properti—mulai dari gedung komersial, rumah sakit, perhotelan, lembaga pendidikan, hingga pusat data—Schneider Electric menerapkan tiga tingkatan lisensi terintegrasi:

Kemampuan SistemEssentialAdvancedAdvanced Plus

Kontrol HVAC, Pencahayaan, dan Tirai

AdaAdaAda

Manajemen Alarm, Penjadwalan, dan Pelaporan

AdaAdaAda

Akses Jarak Jauh WebStation & Integrasi BACnet/Modbus

AdaAdaAda

Dasbor & Grafik Kustom dengan Penandaan Semantik

AdaAdaAda

Log Eksternal (Timescale, MSSQL)

TidakAdaAda

Integrasi Lanjutan (MQTT, SNMP, OPC UA, LonWorks, dll.)

TidakAdaAda

Autentikasi SAML 2.0 & Penataan Zonasi

TidakAdaAda

Integrasi AVEVA Pi, Change Control & Digital PDF Signing

TidakTidakAda

Kapasitas Akses Klien Bersamaan (Concurrent Clients)

3 KlienTak TerbatasTak Terbatas

Struktur ini membantu pemilik properti mengalihkan belanja modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) yang lebih terukur.

Peningkatan kinerja bangunan juga secara otomatis mendongkrak nilai sewa aset dan mempermudah raihan sertifikasi green building.

Bukti Penghematan di Lapangan

Keandalan platform ini telah teruji di berbagai belahan dunia.

Di Lake Land College (Illinois, AS), integrasi 15 gedung di area 308 ekar (sekitar 0,4 hektar.) berhasil menghasilkan penghematan biaya energi lebih dari US$550.000 (sekitar Rp8,5 miliar) sejak 2010 dan memangkas emisi karbon hingga 400 ton per tahun.

Baca Juga: Green Building Makin Dilirik: Saat Biaya Energi Naik, Bangunan Hemat Jadi Andalan

Sementara di Davis School District (Utah, AS), pengelola mengintegrasikan fasilitas seluas 10 juta kaki persegi dalam beberapa minggu saja.

Hasilnya, konsumsi energi HVAC turun 7 persen meskipun luas fisik bangunan bertambah 18 persen. Di Australia, sektor kesehatan mencatat penurunan biaya pemeliharaan darurat yang signifikan berkat fitur pemantauan prediktif.

Tidak hanya di sektor pendidikan di Amerika Serikat, efisiensi nyata juga dibuktikkan pada sektor kesehatan di Australia.

Fasilitas kesehatan multilokasi di sana berhasil mencatat penurunan signifikan pada biaya pemeliharaan berkala serta panggungan darurat (call-out fees) dalam kurun waktu 5 tahun berkat penerapan fitur analisis dan pemantauan prediktif EBO.

Baca Juga:  Gedung Biasa Makin Sepi, Mengapa Perkantoran Green Office di Jakarta Justru Diburu Tenant?

Proses modernisasi BMS tidak selalu menuntut perombakan total secara instan. Pengelola gedung dapat memulainya dengan menyusun strategi transisi, memperbarui perangkat lunak utama EBO 7.0 untuk menutup celah keamanan digital, lalu meremajakan controller di lapangan secara bertahap sesuai alokasi anggaran.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page