BERITA TERKAIT

Mengatasi Kelangkaan Tenaga Terampil Konstruksi, LIXIL Pacu Program Pelatihan Global

Kelangkaan tenaga kerja terampil mengancam industri konstruksi dunia; LIXIL menghadirkan solusi konkret lewat pelatihan vokasi berkelanjutan.

PropertiTerkini.com, (TOKYO) — Sektor konstruksi dan infrastruktur global kini menghadapi tantangan serius berupa krisis tenaga kerja terampil. Ketimpangan antara tingginya permintaan pembangunan dengan ketersediaan instalatur profesional berpotensi menghambat pertumbuhan industri properti serta target keberlanjutan lingkungan.

Riset internasional mencatat kerugian ekonomi global akibat kelangkaan talenta terampil diperkirakan mencapai USD 8,5 triliun. Di berbagai belahan dunia, krisis ini berdampak langsung pada keterlambatan proyek perumahan hingga tertundanya modernisasi infrastruktur sanitasi dasar.

Menjawab persoalan tersebut, LIXIL Corporation memperluas jangkauan program pelatihan vokasi dan kemitraan strategis secara global. Langkah ini diambil guna mencetak generasi teknisi baru yang siap mendukung pesatnya perkembangan teknologi material bangunan dan sanitasi.

Potret Krisis Tenaga Kerja Sektor Konstruksi dan Sanitasi Dunia

Fenomena kelangkaan tenaga terampil terjadi hampir di seluruh pasar utama dunia dengan karakteristik hambatan yang beragam. Di Amerika Serikat, studi ekonomi memproyeksikan kekurangan hingga 550.000 posisi tukang ledeng pada 2027. Padahal, layanan instalasi perpipaan dibutuhkan oleh 519 dari 544 sektor industri utama.

Sementara di Eropa, kawasan ini membutuhkan sedikitnya 3 juta tenaga terampil tambahan hingga 2030 demi mencapai target renovasi bangunan ramah lingkungan (Green Deal). Di Jerman sendiri, kekurangan 60.000 teknisi perpipaan mengancam implementasi undang-undang pemanas bangunan baru.

Kondisi serupa dialami kawasan Asia-Pasifik. Jepang menghadapi tantangan penuaan tenaga kerja, di mana lebih dari 35% pekerja konstruksi telah berusia di atas 55 tahun.

Adapun di kawasan berkembang seperti ASEAN, kurang dari 25% pekerja aktif di lapangan yang mengantongi sertifikasi teknis resmi, sehingga memperlambat efisiensi konstruksi.

Strategi Pelatihan Vokasi dan Inklusivitas LIXIL

Guna menjembatani kesenjangan keterampilan tersebut, LIXIL mengoperasikan berbagai inisiatif pelatihan terintegrasi. Salah satunya adalah program GROHE Installer Vocational Training and Education (GIVE) yang bekerja sama dengan lebih dari 70 sekolah vokasi di Eropa, Afrika, dan Asia untuk melatih lebih dari 2.500 siswa setiap tahunnya.

Di Amerika Utara, program American Standard TradeUp difokuskan untuk menarik minat generasi muda pada profesi instalatur perpipaan. Kemitraan juga dijalankan bersama organisasi nirlaba Tools & Tiaras guna membuka kesempatan pelatihan praktis bagi anak perempuan dan wanita di bidang teknis.

LIXIL juga mengembangkan lembaga pendidikan khusus internal di Jepang, seperti INAX Institute of the Tiling Arts (IITA) yang telah melahirkan lebih dari 1.000 lulusan ahli ubin, serta LIXIL Building Material Technical College (LBTC) untuk keahlian dinding tirai dan fasad.

Di lini sanitasi sosial, bisnis SATO aktif membekali pengrajin lokal di 60 negara berkembang dengan keterampilan menjual, memasang, dan merawat toilet hemat air. Program ini berkontribusi meningkatkan kualitas sanitasi bagi lebih dari 103 juta orang di seluruh dunia.

Chief Impact Officer LIXIL, Erin McCusker, menegaskan pentingnya keberlanjutan investasi pada sumber daya manusia industri ini.

“Meningkatnya kelangkaan tenaga kerja terampil menimbulkan risiko langsung bagi bisnis kami, sehingga investasi berkelanjutan untuk mengatasinya sangat penting demi memastikan ketahanan jangka panjang bisnis dan sektor yang lebih luas. Tanpa jaringan profesional untuk menerapkan sistem modern ini secara luas, kami tidak dapat mencapai target konservasi air dan sanitasi global,” ujar Erin McCusker.

Melalui kombinasi edukasi vokasi, penyetaraan sertifikasi, dan edukasi inklusif, penguatan kapasitas tenaga terampil menjadi kunci utama menjaga laju pertumbuhan industri properti yang berkelanjutan.

BACA JUGA:

Teknologi Bebas SF₆ Schneider Electric Dorong Modernisasi Jaringan Listrik

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page