BERITA TERKAIT

Program Gentengisasi Plered Purwakarta Pasok 500 Ribu Genteng

Kementerian PKP dan Kemendagri mendorong penyerapan material lokal berkualitas dari Plered dan Majalengka guna memperkuat ekosistem perumahan nasional.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Sektor industri bahan bangunan lokal kembali mendapat angin segar seiring bergulirnya konsolidasi rantai pasok material perumahan nasional. Sentra produksi Plered di Kabupaten Purwakarta mendistribusikan 500 ribu unit genteng tanah liat untuk menopang kebutuhan pembangunan hunian rakyat pada awal Oktober 2026.

Langkah ini menjadi tahap awal dari integrasi ekosistem industri kecil menengah (IKM) ke dalam program strategis perumahan nasional. Pengiriman tahap perdana tersebut mengerahkan sekitar 125 armada truk logistik guna menjamin kelancaran rantai distribusi dari pengrajin langsung ke titik-titik pembangunan.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa kementerian terkait telah bergerak cepat menerjemahkan kebijakan tersebut ke tingkat tapak.

“Bapak Presiden mendorong program, di antaranya penggunaan genteng. Pak Menteri PKP sudah melakukan langkah-langkah merealisasikan arahan dari Bapak Presiden mengenai gentengisasi,” ujar Tito di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menekankan bahwa program gentengisasi dirancang tidak sekadar menyerap material fisik, tetapi juga mengangkat mutu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Maruarar, skema ini ditargetkan memberi efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian warga lokal tanpa mengesampingkan kriteria teknis bangunan.

“Yang kita mau adalah memberdayakan UMKM, tapi kualitasnya di-upgrade dulu, ditingkatkan. Jadi ada multiplier effect-nya. UMKM-nya jalan, kualitasnya juga semakin baik,” kata Maruarar.

Untuk tahap awal di Plered, sebanyak 14 pengrajin dilibatkan. Dari jumlah tersebut, empat pengrajin telah mengantongi Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 10 pengrajin lainnya dipastikan lolos uji keandalan material setelah menerima pembinaan intensif dari pemerintah daerah.

Skema pasokan material dari Purwakarta ini tidak sekadar memenuhi kuota konstruksi, melainkan membawa misi penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait terus memperluas cakupan pendampingan teknis. Targetnya, makin banyak unit usaha kerajinan tanah liat di daerah yang mampu meningkatkan standar mutu pabrikasi agar bisa menembus spesifikasi pasar perumahan komersial maupun subsidi.

Ekosistem Bahan Bangunan Jawa Barat dan Potensi Majalengka

Selain Purwakarta, penguatan sentra genteng juga merambah ke Kabupaten Majalengka. Pada fase berikutnya di bulan November 2026, kawasan Majalengka dijadwalkan memberangkatkan 2,4 juta unit genteng melibatkan 45 pengrajin lokal.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan bahwa kebutuhan genteng di Jawa Barat sangat masif, salah satunya untuk mendukung program Bedah Rumah yang diperkirakan menyerap hingga 15 juta unit genteng.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus membangun skema pasokan yang saling terhubung antara produsen dan kebutuhan proyek.

“Rencananya berikutnya kami akan dorong dalam format ekosistem sehingga supply dan demand bisa bertautan secara langsung,” ungkap Herman.

Guna mendukung peningkatan kapasitas produksi para pengrajin, akses pembiayaan juga dibuka lebar melalui lembaga perbankan daerah dan BUMN seperti BRI dan Bank Jabar. Langkah ini diharapkan memastikan kontinuitas pasokan material perumahan nasional terjaga secara berkelanjutan.

BACA JUGA:

Sertifikasi Halal Pipa Vinilon Resmi Diterbitkan BPJPH

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page