PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Produsen bata ringan BLES, PT Superior Prima Sukses Tbk, secara masif mentransformasi sistem operasional pabriknya berbasis teknologi rendah karbon guna memperkuat standar Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah nyata ini ditandai dengan pengoperasian 43 unit electric forklift di lima lokasi pabrik yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Langkah dekarbonisasi rantai pasok material bangunan ini dilakukan guna merespons tingginya dorongan pasar terhadap material konstruksi hijau yang efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga: BLES Optimistis Permintaan Bata Ringan Meningkat, Andalkan Kapasitas Produksi 5,6 Juta m³
Bagi industri properti Indonesia, transparansi jejak karbon pabrikan menjadi nilai tambah penting saat pengembang membangun kawasan hunian modern berkonsep ramah lingkungan.
Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi Pabrik Blesscon
Penggunaan electric forklift ini langsung menggantikan armada konvensional berbahan bakar solar di area dalam pabrik. Langkah ini mengeliminasi emisi gas buang langsung di ruang produksi serta menurunkan tingkat kebisingan, sehingga menciptakan area kerja yang lebih aman dan sehat bagi para pekerja.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Hendra Widodo, menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan tidak sekadar melekat pada produk akhir bata ringan Blesscon dan Superiore Block, tetapi juga wajib terintegrasi penuh dalam seluruh proses manufaktur.
“Pengoperasian forklift listrik di seluruh wilayah operasional merupakan salah satu langkah dalam mengurangi emisi operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” ungkap Hendra.
Baca Juga: Pasar Properti Surabaya Disasar TACO Lewat Inovasi Material
Tidak berhenti pada armada angkut internal, BLES juga memacu pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di jaringan fasilitas produksinya. Perseroan menargetkan total kapasitas terpasang PLTS dapat menembus 4.370 kWp pada akhir tahun 2026.
Lonjakan Kinerja Finansial Perkuat Transformasi ESG
Sinergi antara efisiensi biaya operasional dan tingginya permintaan pasar terhadap material bata ringan tebal memicu lonjakan kinerja keuangan BLES secara signifikan.
Pada Semester I-2026, perseroan berhasil mengantongi penjualan bersih sebesar Rp848 miliar, atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan volume penjualan tersebut secara drastis mengerek laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk hingga menembus Rp147 miliar.
Baca Juga: Sertifikasi Halal Pipa Vinilon Resmi Diterbitkan BPJPH
Angka keberhasilan ini mencatatkan lonjakan hingga 17 kali lipat jika dibandingkan pencapaian Semester I-2025 yang berada di angka Rp8 miliar.
Dari sisi operasional manufaktur, volume produksi bata ringan Blesscon dan Superiore Block meningkat 17 persen year-on-year menjadi 1,83 juta meter kubik pada paruh pertama 2026.
Prospek Pasokan Material Bangunan Sektor Properti
Jaringan pabrik terintegrasi yang berlokasi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, hingga Banjarnegara memposisikan BLES sebagai produsen bata ringan dengan cakupan distribusi terbesar di Indonesia.
Langkah optimalisasi biaya produksi serta integrasi sistem energi terbarukan ini memosisikan BLES dalam menjaga stabilitas pasokan serta daya saing harga bata ringan di tengah dinamika pasar konstruksi nasional.
Ke depan, BLES berkomitmen untuk terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi hijau demi memberikan nilai tambah jangka panjang, tidak hanya secara ekonomi bagi pemegang saham tetapi juga dampak lingkungan bagi sektor properti tanah air.
Baca Juga:
Pabrik Pintu Baja FORTRESS MFG Beroperasi di Tangerang, JBS Perkasa Perkuat Manufaktur Lokal
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





