PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Astra Property memasuki satu dekade perjalanan bisnis dengan memperkuat portofolio komersial serta infrastruktur industrial dan logistik. Strategi ini berjalan di tengah perubahan kebutuhan pengguna properti yang semakin mempertimbangkan konektivitas, aksesibilitas, efisiensi hingga kualitas sebuah aset.
Peluangnya terlihat pada dua segmen. Mengacu data dari Savills Research & Consultancy, okupansi pergudangan modern di Greater Jakarta mencapai 90,2 persen pada kuartal II-2026. Sementara okupansi perkantoran Jakarta Non-CBD berada di kisaran 70 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan portofolio Astra Property setelah satu dekade beroperasi sebagai badan hukum sejak 2016.
Astra Property Bidik Kebutuhan Ruang yang Lebih Terintegrasi
Perubahan pasar bukan semata menyangkut kebutuhan tambahan ruang. Pada sektor perkantoran, permintaan antara lain datang dari relokasi, penyesuaian luas ruang atau rightsizing, serta peningkatan kualitas.
Pengguna juga semakin memperhitungkan ruang siap pakai, fleksibilitas, akses transportasi publik dan efisiensi biaya operasional. Di sisi lain, kebutuhan pergudangan modern ditopang aktivitas 3PL, logistik, e-commerce, manufaktur dan distribusi.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono mengatakan perubahan tersebut ikut menggeser cara properti dinilai oleh pengguna.
“Properti tidak lagi hanya dilihat dari ketersediaan ruang, tetapi juga dari bagaimana sebuah aset dapat memberikan kemudahan, kualitas, konektivitas, dan pengalaman yang relevan bagi penggunanya,” ujar Wibowo.
Cibinong Logistics Hub hingga Arumaya Financial Center
Di sektor industrial dan logistik, Astra Property tengah mengembangkan Cibinong Logistics Hub yang ditargetkan selesai pada 2027.
Untuk segmen komersial, perusahaan menghadirkan Arumaya Financial Center di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Gedung perkantoran berkonsep work-life integration tersebut telah memperoleh sertifikasi GREENSHIP Gold dari GBCI.
Portofolio residensial juga bergerak melalui Altéa BLVD, yang telah merampungkan klaster pertamanya dan dijadwalkan memulai serah terima unit pada November 2026.
Penguatan sektor industrial sebelumnya juga dilakukan melalui Cikarang Logistics Park 1 dan 2 serta akuisisi mayoritas saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP/IDX: MMLP).
Keberlanjutan Masuk Strategi Pengembangan Aset
Selain ekspansi portofolio, Astra Property memasukkan efisiensi sumber daya, kualitas lingkungan serta fasilitas dan teknologi ke dalam pengembangan maupun pengelolaan aset.
Menurut Wibowo, satu dekade pertama menjadi fondasi untuk fase pertumbuhan berikutnya.
“Kami akan terus memperkuat kualitas portofolio, menghadirkan inovasi, serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap pengembangan dan pengelolaan aset,” katanya.
Momentum 10 tahun tersebut dikemas melalui tema “A Decade of Growth”, termasuk program khusus pada portofolio industrial, komersial dan residensial serta sejumlah aktivitas digital.
Dyah Rahadyannie dan Transformasi PPRO: Dari Pengembangan Bisnis ke Pucuk Pimpinan
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





