PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Peta persaingan bisnis perkantoran di pusat bisnis atau Central Business District (CBD) Jakarta mengalami pergeseran fundamental pada paruh pertama tahun 2026.
Di tengah ketiadaan pasokan gedung perkantoran baru hingga tahun 2028, pola permintaan penyewa (occupier) kini bergerak semakin selektif.
Baca Juga: Bangunan Hijau Kini Jadi Standar Pasar, Schneider Electric Dorong Efisiensi Energi
Gedung-gedung perkantoran konvensional tanpa sertifikasi ramah lingkungan harus berjuang keras menahan penurunan keterisian, sementara gedung berkonsep Green Office justru kebanjiran minat tenant.
Laporan terbaru Jakarta Property Highlight (JPH) 1H26 yang dirilis Knight Frank Indonesia mencatat bahwa tingkat keterisian rata-rata (occupancy rate) gedung perkantoran CBD Jakarta berada di posisi 80 persen dari total pasokan kumulatif sebesar 7.326.495 meter persegi.
Namun, di balik angka rerata tersebut, terdapat jurang perbedaan yang sangat kontras antara perkantoran biasa (non-certified) dengan perkantoran berkonsep bangunan hijau (green building).
Dominasi ESG dan Tren ‘Flight to Quality’
Fenomena flight to quality—yakni migrasi para penyewa dari gedung lama atau berkualitas standar menuju gedung modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan—menjadi pendorong utama dinamika ini.
Baca Juga: 5 Keuntungan Gedung Bersertifikasi Hijau: Solusi Hemat Biaya dan Kepatuhan ESG
Meski porsi green office saat ini baru mencakup 37 persen dari total pasokan gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta, segmen ini berhasil menguasai penyerapan pasar secara dominan. Green office tercatat menyerap hingga 41 persen dari total transaksi sewa baru di awal tahun 2026.
Lebih menarik lagi, tingkat keterisian gedung berkonsep ramah lingkungan ini secara rata-rata telah menyentuh angka 83,4 persen, jauh melampaui tingkat okupansi gedung perkantoran umum non-ESG.
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menegaskan bahwa penerapan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi sekadar pelengkap portofolio atau alat pemasaran semata.
“Prinsip ESG kini telah bertransformasi menjadi kebutuhan mendasar bagi korporasi multinasional, BUMN, hingga institusi pemerintah. Penyewa tidak hanya mencari lokasi strategis, tetapi juga memperhitungkan efisiensi energi, Jejak karbon, serta kenyamanan ruang kerja berbasis kesehatan pengguna gedung,” ungkap Syarifah.
Baca Juga: Orang Kaya Indonesia Melonjak 81%, Sektor Properti Mewah Ketiban Durian Runtuh?
Tarif Sewa Berkompetisi Kuat di Segmen Premium
Ketatnya persaingan dan tingginya permintaan terhadap gedung ramah lingkungan turut memberikan daya tahan pada stabilitas tarif sewa.
Rerata tarif sewa dasar (base rental) perkantoran di CBD Jakarta mengalami penguatan bertahap sebesar 3 persen secara tahunan (year-on-year).
Untuk kelas Premium Grade A, tarif sewa dasar tercatat berada di kisaran Rp294.052 per meter persegi per bulan, sementara untuk kelas Grade A berada di angka Rp231.407 per meter persegi per bulan.
Para pemilik gedung (landlord) gedung ramah lingkungan cenderung mempertahankan posisi tawar yang kuat, sembari menawarkan fleksibilitas skema ruang untuk mempertahankan keterisian jangka panjang.
Di sisi lain, pengelola gedung konvensional kini dipaksa melakukan penyesuaian (retrofit) teknologi dan fasilitas jika tidak ingin ditinggalkan oleh penyewa utama mereka.
Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta Masih Berpihak ke Penyewa, Ruang Kosong Tembus 3 Juta Meter Persegi
Masa Depan Perkantoran Jakarta
Memasuki paruh kedua tahun 2026, tren pemburuan Green Office diproyeksikan akan terus menguat.
Integrasi antara efisiensi biaya operasional gedung, penggunaan energi terbarukan, serta peningkatan produktivitas karyawan membuat gedung perkantoran ramah lingkungan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih berkelanjutan.
Bagi investor dan pemilik gedung di Jakarta, pesan pasar di pertengahan 2026 ini sangat jelas: adaptasi terhadap standar bangunan hijau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kunci utama kelangsungan bisnis di sektor properti komersial.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





