BERITA TERKAIT

Pasar Perkantoran Jakarta Masih Berpihak ke Penyewa, Ruang Kosong Tembus 3 Juta Meter Persegi

Pasokan ruang kantor yang melimpah memberikan posisi tawar kuat bagi perusahaan untuk melakukan upgrade ruang kerja. Gedung dengan sertifikasi hijau dan fasilitas siap pakai menjadi magnet utama di tengah ketatnya persaingan tarif sewa.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Kondisi pasar perkantoran Jakarta pada kuartal kedua (Q2) 2026 masih menempatkan penyewa di posisi yang diuntungkan. Laporan riset pasar terbaru menunjukkan bahwa limpahan pasokan ruang kerja yang belum terserap membuat pemilik gedung harus memutar otak guna mempertahankan tingkat keterisian unit. Fenomena tenant market ini diprediksi masih akan bertahan sepanjang tahun.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa akumulasi ruang kantor kosong di ibu kota saat ini telah menembus angka 3 juta meter persegi. Tingginya angka lowongan ini terjadi seiring selesainya sejumlah proyek baru dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya diimbangi oleh laju penyerapan pasar.

Baca Juga: Sinyal Positif Pasar Perkantoran Jakarta: Penyewa Kini Berkuasa Atas Harga Sewa Gedung Premium!

“Kondisi ini sebenarnya menjadi momen emas bagi perusahaan yang ingin mengatur ulang strategi ruang kerja. Posisi tawar penyewa sangat kuat untuk mendapatkan harga terbaik atau menegosiasikan fasilitas yang lebih menguntungkan,” ujar Ferry dalam paparan riset properti, bertajuk “Perkembangan Sektor Properti Q2 2026” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut data Colliers, total pasokan ruang perkantoran di Jakarta saat ini berada di kisaran 11 juta meter persegi, di mana sekitar 65 persen di antaranya terkonsentrasi di kawasan Central Business District (CBD). Meski pasokan baru mulai melandai, besarnya ruang kosong eksisting membuat tingkat hunian rata-rata masih tertahan di level yang menantang bagi para pengembang.

Di tengah persaingan ketat tersebut, performa antarkelas gedung menunjukkan dinamika yang berbeda. Gedung perkantoran kelas Premium di CBD mulai mencatatkan pemulihan harga sewa yang perlahan mendekati level pra-pandemi. Hal ini didorong oleh beralihnya korporasi besar ke ruang kerja yang representatif.

Sebaliknya, gedung Kelas A justru menghadapi tekanan tarif paling berat karena menyumbang porsi ruang kosong terbesar di korporasi inti Jakarta.

Baca Juga: Tren Pasar Properti Jakarta 2026: Tumbuh Positif, Sektor Industri dan Perkantoran Jadi Motor Utama

Tren Pasar Perkantoran Jakarta Q2 2026: Bergeser ke Gedung Hijau dan Unit Siap Pakai

Selain faktor harga, pergeseran preferensi penyewa kini mengarah pada aspek kualitas bangunan dan keberlanjutan. Korporasi multinasional dan institusi finansial besar semakin memperketat kriteria pemilihan gedung dengan mewajibkan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Gedung yang memiliki sertifikasi hijau (green building) kini memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi.

Faktor aksesibilitas infrastruktur transportasi publik juga menjadi penentu utama. Kompleks perkantoran yang terintegrasi langsung dengan jaringan LRT Jabodebek, MRT Jakarta, atau Transjakarta lebih diminati karena mendukung mobilitas pekerja sekaligus menekan emisi karbon dari kendaraan pribadi.

Tren lain yang menguat di pasar perkantoran Jakarta Q2 2026 adalah tingginya permintaan terhadap ruang kantor siap pakai (fitted-out unit).

Banyak perusahaan enggan mengeluarkan belanja modal (capex) besar di awal untuk melakukan dekorasi dan penyekatan ruangan dari kondisi kosongan (bare). Pemilik gedung yang jeli mulai menawarkan unit-unit yang sudah direnovasi sebagian untuk mempercepat keputusan transaksi dari calon penyewa.

Baca Juga: Rebranding Hotel Makin Marak, Jakarta dan Bali Berebut Pasar Wisata Premium

Menghadapi sisa tahun 2026, pemilik gedung perkantoran tua atau yang belum bersertifikasi hijau disarankan untuk mulai melakukan peremajaan aset (retrofitting).

Tanpa adanya peningkatan fasilitas dan adaptasi terhadap standar bangunan ramah lingkungan, gedung-gedung tersebut berisiko semakin tertinggal dalam kompetisi perebutan penyewa di Jakarta.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page