PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Dinamika rantai pasok industri elektronik global kembali menekan para produsen perangkat rumah tangga. Salah satu pemicu utamanya adalah lonjakan harga komponen chipset memori secara global yang berdampak langsung pada biaya produksi perangkat TV.
Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap penetapan harga TV berukuran kecil, seperti TV 32 inci hingga 43 inci. Pasalnya, komponen chipset memori yang tertanam pada TV ukuran kecil memiliki spesifikasi dan harga dasar yang serupa dengan chipset pada TV berukuran raksasa.
Baca Juga: Sharp Rilis Layanan Pasang TV Jumbo: Respon 1 Jam dan Gratis Instalasi
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengungkapkan bahwa fenomena kenaikan harga komponen ini memicu terjadinya pergeseran rasio efisiensi produksi yang cukup ekstrem di tingkat pabrikan.
“Satu chipset memori yang sama dipakai untuk TV ukuran kecil maupun TV berukuran jumbo. Pada TV ukuran kecil, porsi biaya chipset itu memakan persentase sangat besar sehingga harga jualnya terdorong naik hingga mendekati Rp3 juta dan tidak lagi kompetitif di mata konsumen. Sebaliknya, pada TV berukuran besar, dampak kenaikan harga chipset tersebut relatif kecil terhadap proporsi nilai jual unit,” terang Andry di Jakarta, beberapa waktu lalu.
| Parameter Bisnis & Industri | Kondisi TV Layar Kecil (32″–43″) | Strategi TV Super Size (75″–100″) |
| Dampak Harga Chipset | Rasio biaya membengkak, kurang efisien | Imbas kenaikan biaya relatif kecil/terabsorbsi |
| Daya Saing Harga Jual | Tertekan (harga naik mendekati Rp3 juta) | Margin lebih sehat di segmen menengah-atas |
| Porsi / Kontribusi Penjualan | Menanggung beban margin produksi | Target kenaikan kontribusi dari 18% ke 25% |
| Solusi Purna Jual | Layanan reguler | Didukung ekosistem AQUOS Platinum Service |
Pergeseran Strategi dan Target Kontribusi Bisnis TV
Menyikapi tekanan margin pada segmen TV berukuran kecil, Sharp Indonesia mengambil langkah bisnis taktis dengan memperbesar porsi penetrasi pasar TV layar lebar (super size) berukuran 75 inci, 85 inci, hingga 100 inci.
Andry memaparkan bahwa langkah pengalihan fokus ke segmen TV jumbo menjadi opsi paling rasional untuk mengamankan pertumbuhan portofolio bisnis televisi perusahaan di Indonesia.
Baca Juga: Sharp Luncurkan AQUOS QLED TV Terbaru: Kualitas Sinematik dengan 1 Miliar Warna untuk Hunian Modern
“Melalui pergeseran fokus ini, kami menargetkan peningkatan kontribusi penjualan TV layar besar dari 18 persen menjadi 25 persen dari total bisnis televisi perusahaan,” tegas Andry.
Langkah memperbesar ceruk pasar TV raksasa ini juga dibarengi dengan kesiapan mitigasi kendala lapangan. Pembeli di segmen TV berukuran masif umumnya menghadapi tantangan teknis dalam hal instalasi fisik dan pengaturan sistem smart home (AIoT).
Komitmen Layanan Pendukung dan Pilot Project
Untuk memastikan unit TV layar lebar diserap pasar dengan baik, Sharp menyiapkan skema purna jual prioritas bertajuk AQUOS Platinum Service yang menjamin konfirmasi teknisi dalam 1 jam (One Hour Response), kunjungan 1 x 24 jam, serta pembebasan biaya instalasi.
Baca Juga: Sharp AIREST, AC Split Pertama di Dunia Berfilter MERV 14 Resmi Meluncur
Andry menegaskan bahwa kesiapan armada khusus menjadi kunci utama kecepatan layanan dalam mendukung strategi penjualan ini.
“Sebagai tahap awal, ada enam unit mobil operasional khusus yang kami siapkan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, hingga Palembang. Kota-kota besar ini kami pilih untuk menjalankan skema pilot project layanan prioritas ini,” jelas Andry lebih lanjut.
Melalui integrasi strategi efisiensi biaya komponen dan penguatan jaminan purna jual di kota-kota besar, Sharp optimistis target kenaikan kontribusi penjualan TV layar besar dapat tercapai secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Sharp Indonesia Salurkan Bantuan Gempa Flores NTT untuk 600 Warga
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





