PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Penerapan desain interior pada tempat tinggal modern saat ini tidak lagi hanya berfokus pada fungsi, melainkan juga eksperimen visual yang menggabungkan berbagai latar belakang budaya. Pendekatan ini terbukti mampu menciptakan keharmonisan tata ruang yang unik sekaligus memberikan karakter kuat pada sebuah hunian.
Konsep akulturasi budaya dalam tata ruang tersebut tampak nyata dalam pameran seni Tyra Kleen yang bertajuk A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921.
Baca Juga: Kamar Tidur Makin Multifungsi, IKEA Soroti Perubahan Kebutuhan Keluarga
Acara yang berlangsung di UPFinity Level 85, UP at Thamrin Nine, Jakarta ini menjadi panggung perjumpaan antara estetika khas Nordik dan kekayaan tradisi Indonesia.
Perhelatan yang diresmikan oleh Putri Mahkota Victoria dari Swedia bersama Duta Besar Swedia untuk Indonesia, H.E. Daniel Blockert, tersebut bertepatan dengan momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Di tengah lanskap gedung tertinggi Jakarta, pameran ini menyuguhkan inspirasi segar mengenai bagaimana dua elemen yang berbeda dapat menyatu dalam satu ruang.
Perpaduan Material Alam dan Filosofi Minimalis
Kehadiran perabot Nordik dalam pameran ini dibawakan oleh IKEA Indonesia melalui kurasi produk yang berorientasi pada estetika ruang fleksibel. Penataan ruang menampilkan kombinasi material alami seperti kayu, kaca, tekstil, hingga sentuhan material lokal seperti rotan.
Penggunaan elemen alami ini merefleksikan bagaimana tren desain hunian modern dapat mengadopsi material tradisional tanpa kehilangan kesan bersih dan elegan. Produk ikonik seperti kursi POÄNG dipadukan secara cermat dengan tikar SWAN serta sarung bantal bertekstur khusus.
Baca Juga: Modulus Laminata: TACO Dorong Desain Sirkular di Bali
Kurasi ini membuktikan bahwa perabot rumah tangga berdesain simpel dapat melengkapi elemen dekoratif Nusantara secara natural. Kehadiran serat alam memberikan nuansa hangat yang menyeimbangkan karakter dingin atau kaku pada struktur bangunan modern.
+-----------------------------------------------------------------------+
| ELEMEN KUNCI AKULTURASI INTERIOR SWEDIA-INDONESIA |
+-----------------------------------------------------------------------+
| 1. Material Hybrid : Kombinasi kayu olahan Swedia & serat rotan |
| tradisional Nusantara. |
| 2. Skema Warna : Warna netral Nordik dipadu aksen earth tone |
| khas kain & tekstil lokal. |
| 3. Efisiensi Fungsi : Perabot praktis berbahan ringan yang ramah |
| untuk hunian bernuansa tropis. |
+-----------------------------------------------------------------------+
Menghidupkan Karakter Ruang Melalui Dialog Budaya
Pendekatan tata ruang berbasis kolaborasi budaya ini memicu perspektif baru bagi para pemilik hunian maupun perancang interior. Ruang tinggal tidak dibatasi oleh satu gaya tunggal, melainkan dapat diisi oleh narasi sejarah dan interaksi antar-material.
Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Muhammad Taufiqurrakhman, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi sarana merayakan hubungan diplomatik kedua negara melalui kacamata desain interior.
“Hubungan Swedia dan Indonesia telah berkembang selama 75 tahun dan terus menemukan bentuk baru melalui budaya, kreativitas, dan berbagai pertukaran gagasan. Melalui pameran Tyra Kleen, kami ingin menghadirkan perspektif Swedia dalam sebuah pengalaman yang berangkat dari cerita tentang Indonesia,” ujar Taufiqurrakhman.
Baca Juga: Sekam Padi hingga HDPE Daur Ulang, Material Sisa Panen Masuk ke Eksperimen Desain
Senada dengan hal tersebut, Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia, Ardan Hanafi, menambahkan bahwa keharmonisan tata ruang selalu berkaitan erat dengan lingkungan dan interaksi penghuninya.
“Desain selalu tumbuh dari tempat, orang, dan kehidupan di sekitarnya. Ketika kita melihat karya, material, dan cara hidup dari perspektif yang berbeda, muncul kemungkinan baru untuk memahami bagaimana sebuah ruang dapat digunakan dan dirasakan. Bagi kami, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat desain sebagai bagian dari percakapan tentang budaya,” terang Ardan.
Inspirasi Tata Ruang untuk Hunian Modern di Indonesia
Bagi pemilik hunian perkotaan di Indonesia, perpaduan gaya skandinavia dan sentuhan lokal menyajikan solusi praktis untuk menciptakan ruangan yang lapang namun tetap bernuansa hangat.
Penggunaan perabot multifungsi berbahan serat alam terbukti sangat cocok untuk iklim tropis. Selain menjaga sirkulasi udara tetap optimal, perpaduan material ini juga memberikan nilai estetis tinggi tanpa memerlukan perawatan yang rumit.
Pameran seni dan interior ini terbuka untuk umum hingga 30 September 2026 di kawasan Thamrin Nine, Jakarta. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana penataan elemen dekoratif dan perabot fungsional dapat diterapkan untuk mempercantik area hunian masa kini.
Baca Juga:
Interior Modern Minimalis Kian Diminati, Renovasi Rumah Fokus pada Kenyamanan
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




