PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Fungsi kamar tidur dalam hunian keluarga semakin beragam. Ruang yang secara umum dirancang sebagai tempat beristirahat juga dapat berubah menjadi area bermain, belajar, menyimpan barang, hingga menjalankan aktivitas personal anggota keluarga.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pengamatan IKEA Indonesia melalui IKEA Home Visit dan studi Life at Home.
Baca Juga: Solusi Kamar Tidur Bergaya Skandinavia dengan Total Budget di Bawah Rp10 juta
Bersama Wonderwhy SEA melalui tema Clean Sleeper, IKEA melihat bahwa perubahan kebutuhan keluarga turut memengaruhi cara penghuni menggunakan ruang, memilih furnitur, dan mengatur penyimpanan di rumah.
Bagi IKEA, kondisi tersebut menunjukkan bahwa desain hunian perlu mengikuti kehidupan penghuninya, bukan sebaliknya.
Kamar Tidur Makin Multifungsi Seiring Perubahan Kebutuhan Keluarga
Dalam sejumlah rumah yang dikunjungi IKEA, anak mulai memiliki kamar sendiri sejak sekitar usia lima tahun. Namun, keberadaan kamar tersebut tidak selalu berarti anak langsung tidur sendiri.
Kamar dapat digunakan untuk bermain, belajar, sekaligus menyimpan berbagai barang. Sementara itu, anak masih tidur bersama orang tua, baik di kasur yang sama maupun menggunakan kasur sendiri di kamar orang tua.
Baca Juga: Mau Ganti Suasana Kamar Tidur ala Hotel Bintang 5? Simak Tips Berikut!
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa satu ruang dapat memiliki fungsi berbeda pada waktu yang sama. Ketika usia dan kebutuhan anak berubah, fungsi kamar pun kembali mengalami penyesuaian.
Fenomena serupa terjadi di kamar tidur orang dewasa. Pakaian, tas, buku, aksesori, dan berbagai barang pribadi dapat berada di sekitar lemari atau tempat tidur ketika belum tersedia tempat penyimpanan yang sesuai.
“Kami selalu mulai mendesain dari cara orang menjalani hari-harinya di rumah. Ketika sebuah barang tetap disimpan meski jarang digunakan, kami ingin tahu apa yang membuat barang itu penting bagi pemiliknya. Dari sana, kami bisa melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan untuk masyarakat,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia.
Dengan pendekatan tersebut, banyaknya barang di dalam rumah tidak otomatis dipandang sebagai persoalan. Yang lebih penting adalah bagaimana barang tersebut dapat ditata dan disimpan sesuai dengan kebutuhan penghuni.
Baca Juga: Ruang Keluarga Modern Tak Lagi Sekadar Tempat Menonton TV
Furnitur Perlu Mengikuti Dinamika Kehidupan di Rumah
Perubahan kebutuhan keluarga membuat furnitur dituntut lebih fleksibel. Kamar anak, misalnya, dapat berubah dari ruang bermain menjadi ruang belajar.
Sementara kamar tidur orang dewasa dapat menampung kebutuhan penyimpanan yang berbeda seiring perubahan pekerjaan, aktivitas, maupun gaya hidup.
IKEA melihat furnitur seharusnya membantu penghuni menghadapi perubahan tersebut.
“Kami tidak ingin orang terus menyesuaikan hidupnya dengan perabot. Justru perabot yang perlu mengikuti perubahan hidup mereka. Ketika kebutuhan keluarga berubah, kami ingin desain kami membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih mudah. Pada akhirnya, inilah cara kami mewujudkan visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang,” jelas Ardan.
Baca Juga: IKEA Play, 5 Tips IKEA Wujudkan Kamar Anak Fungsional dan Kreatif
Perspektif tersebut membuat sistem penyimpanan menjadi bagian penting dari desain ruang. Penyimpanan bukan hanya persoalan menyediakan tempat untuk menaruh lebih banyak barang, tetapi juga memastikan barang mudah ditemukan, digunakan, dan dikembalikan ke tempatnya.
Penyimpanan Adaptif Jadi Bagian dari Hunian
Salah satu contoh yang ditawarkan IKEA adalah sistem penyimpanan PAX yang memungkinkan pengguna mengatur kombinasi ruang gantung, rak, laci, dan aksesori sesuai dengan jenis barang serta kebutuhan.
Pilihan lainnya adalah LASTARE, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan penyimpanan di rumah.
Selain menggunakan furnitur, ruang penyimpanan juga dapat diperluas dengan memanfaatkan area yang kerap terabaikan. Dinding dapat digunakan untuk penyimpanan vertikal, sementara ruang di bawah tempat tidur dapat dimanfaatkan untuk menyimpan barang tertentu.
Baca Juga: Project 6 KOHLER Buktikan Desain Kamar Mandi Bisa Bercerita
Pendekatan semacam ini menjadi relevan terutama pada hunian dengan ruang terbatas. Ketika luas lantai tidak mudah ditambah, optimalisasi ruang yang sudah tersedia dapat menjadi salah satu cara menjaga rumah tetap fungsional.
Tidur Dipengaruhi Kebiasaan, Bukan Hanya Kondisi Kamar
Melalui Clean Sleeper, Wonderwhy SEA melihat persoalan tidur dari perspektif yang lebih luas.
Waktu istirahat tidak hanya berkaitan dengan tempat tidur atau kondisi fisik kamar, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan, rutinitas, pekerjaan, kehidupan sosial, hingga kebiasaan menggunakan layar.
Konteks kehidupan masyarakat Asia Tenggara yang beragam turut membentuk pola tersebut.
Karena itu, ruang tidur menjadi bagian dari keseharian yang lebih besar. Cara seseorang menggunakan kamar dan mengatur barang di dalamnya dapat berubah mengikuti ritme kehidupan keluarga.
Baca Juga: Interior Modern Minimalis Kian Diminati, Renovasi Rumah Fokus pada Kenyamanan
Bagi IKEA, pemahaman terhadap kebiasaan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam solusi dan inspirasi rumah yang lebih adaptif.
Rumah Tak Harus Minim Barang untuk Tetap Fungsional
Konsep hunian yang rapi sering kali dikaitkan dengan jumlah barang yang sedikit. Namun, IKEA mengambil pendekatan berbeda. Barang yang berada di rumah tidak selalu perlu disingkirkan apabila masih memiliki fungsi, cerita, atau nilai personal bagi penghuninya.
Yang menjadi persoalan adalah ketika barang tidak memiliki tempat penyimpanan yang sesuai sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami tidak ingin mendefinisikan rumah yang baik dari seberapa sedikit barang yang ada di dalamnya. Kami ingin membantu orang menggunakan ruangnya dengan lebih baik, sehingga barang, aktivitas, dan kebutuhan yang penting bagi mereka bisa tetap punya tempat,” tutur Ardan.
Perubahan fungsi kamar tidur tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa kebutuhan sebuah hunian tidak berhenti ketika rumah selesai dibangun.
Baca Juga: American Standard Design Award 2026 Soroti Inovasi Kamar Mandi Multigenerasi
Seiring keluarga bertambah besar, anak tumbuh, aktivitas berubah, dan barang bertambah, ruang di dalam rumah ikut membutuhkan penyesuaian.
Di titik inilah fleksibilitas desain, furnitur, dan sistem penyimpanan menjadi penting. Bukan untuk membuat rumah terlihat kosong, melainkan agar setiap ruang tetap dapat mengikuti kehidupan penghuninya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





