PropertiTerkini.com, (BANDAR SERI BEGAWAN) — Investasi properti Makkah kembali mencatatkan rekor ekspansi global yang signifikan. RUA AlHaram AlMakki Company, entitas anak usaha dari Public Investment Fund (PIF) Saudi Arabia sekaligus pengembang utama megaproyek King Salman Gate, meresmikan tiga perjanjian kerja sama strategis berskala internasional dengan institusi terkemuka asal Malaysia dan Brunei Darussalam.
Langkah ekspansif ini memicu pergerakan kapital yang diperkirakan mencapai indikasi total nilai pembangunan kotor (Gross Development Value/GDV) sebesar SAR 30,7 miliar atau setara lebih dari Rp146 triliun (kurs Rp4.765,53).
Penandatanganan yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Bandar Seri Begawan tersebut menegaskan tingginya daya tarik aset real estat di sekitar AlMasjid AlHaram bagi para investor di kawasan Asia Tenggara.
Transformasi Transit-Oriented Development di Kawasan King Salman Gate
Kesepakatan pertama ditandatangani di Kuala Lumpur bersama MRCB International Sdn Bhd, pengembang kawakan di balik kesuksesan kawasan Central Business District (CBD) KL Sentral Malaysia.
Dalam kerja sama ini, RUA AlHaram AlMakki dan MRCB menjajaki pengembangan kawasan mixed-use berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di dalam King Salman Gate dengan estimasi GDV mencapai SAR 21 miliar atau sekitar Rp100 triliun.
Integrasi infrastruktur tersebut direncanakan mencakup pusat terminal bus umum terpadu yang terhubung langsung dengan fungsi hunian, komersial, ritel, serta fasilitas pendukung perkotaan modern. Konsep TOD ini dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas peziarah sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas para jemaah haji dan umrah.
BACA JUGA: Arab Saudi Buka Keran Investasi Properti Asing: Dilarang di Makkah-Madinah, Ini Syarat Lengkapnya!
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh CEO RUA AlHaram AlMakki Bambang Kajairi dan Group Managing Director MRCB Dato’ Imran Salim. Agenda penting ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur PIF Yasir Al-Rumayyan bersama jajaran eksekutif tertinggi dari kedua pihak.
┌────────────────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ Rincian Kerja Sama Strategis RUA AlHaram │
├───────────────────────┬──────────────────────┬─────────────────────────┤
│ Mitra Strategis │ Fokus Pengembangan │ Nilai Indikasi GDV │
├───────────────────────┼──────────────────────┼─────────────────────────┤
│ MRCB International │ Kawasan TOD & Ritel │ SAR 21 Miliar │
│ Perbadanan TAIB │ Perhotelan & Hunian │ SAR 9,7 Miliar │
└───────────────────────┴──────────────────────┴─────────────────────────┘
Konsorsium Brunei dan Peluang Masuknya Kapital Indonesia
Tidak berhenti di Malaysia, RUA AlHaram AlMakki melanjutkan langkah diplomasinya ke Brunei Darussalam. Bekerja sama dengan Perbadanan Tabung Amanah Islam Brunei (TAIB)—lembaga keuangan syariah pertama di Brunei—perusahaan menyepakati komitmen investasi joint venture senilai SAR 9,7 miliar (setara sekitar Rp46 triliun) untuk pengembangan lahan hunian dan perhotelan di Makkah.
Selain itu, ditandatangani pula perjanjian trilateral yang melibatkan Ru’a Al Madinah Holding guna membuka koridor investasi timbal balik di kawasan Makkah, Madinah, serta Brunei Darussalam. Sinergi ini bertujuan memperkuat ekosistem akomodasi dan infrastruktur pariwisata religi sejalan dengan target Saudi Vision 2030.
CEO RUA AlHaram AlMakki, Bambang Kajairi, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan pijakan awal untuk memperluas jangkauan kolaborasi di seluruh kawasan ASEAN, termasuk membuka peluang besar bagi pasar Indonesia.
“Kami melihat potensi besar untuk melanjutkan momentum ini dan memperluas kolaborasi di kawasan ini, termasuk menjajaki peluang di Indonesia, dengan menyatukan investasi, keahlian, dan kapabilitas yang dapat mendukung pengembangan Makkah serta meningkatkan pengalaman jemaah dan pengunjung,” ujar Bambang Kajairi.
Relevansi Pertumbuhan Real Estat Makkah bagi Investor ASEAN

Keterlibatan aktif pengembang dan lembaga keuangan Asia Tenggara dalam pembangunan Makkah dan Madinah membuktikan transformasi sektor properti Arab Saudi yang makin terbuka bagi pasar global.
Bagi investor dan pelaku industri real estat nasional, tren ini memberi sinyal positif atas terbukanya akses partisipasi modal dalam proyek infrastruktur pendukung ibadah haji dan umrah.
Seiring berjalannya akselerasi Saudi Vision 2030, keterpaduan fasilitas perhotelan, TOD, dan area komersial di Makkah diproyeksikan tidak hanya memberikan nilai imbal hasil (yield) yang stabil, tetapi juga meningkatkan standar kenyamanan peziarah Muslim dari seluruh dunia secara signifikan.
BACA JUGA:
Bisnis MICE Global Digenjot MHR Lewat Akselerasi Digital HXE
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





