PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — PT Sharp Electronics Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi 600 warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyaluran bantuan darurat ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tengah menjalani masa pemulihan fisik maupun sosial pascabencana.
Baca Juga: Sharp Hydro Heroes Dorong Pemberdayaan Ibu Muda di Bekasi
Bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026 lalu meninggalkan dampak cukup signifikan di sejumlah wilayah.
Merespons kondisi darurat tersebut, produsen elektronik yang telah beroperasi lebih dari 56 tahun di Indonesia ini bergerak cepat menyalurkan logistik vital yang menjangkau wilayah terdampak, yakni Kecamatan Reok di Kabupaten Manggarai, serta Kecamatan Aesesa dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Nagekeo.
Respon Cepat di Wilayah Tanggap Darurat Bencana
Dalam aksi kemanusiaan ini, Sharp Indonesia bermitra dengan lembaga kemanusiaan Human Initiative untuk memastikan distribusi bantuan berlangsung tepat sasaran di berbagai titik penampungan warga.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup makanan siap santap, sembako, perlengkapan tidur (bedding kits), hingga paket kebersihan pribadi (personal hygiene kits).
Langkah ini diambil mengingat Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah setempat telah menetapkan masa Tanggap Darurat Bencana pascagempa.
Baca Juga: Sharp AIREST, AC Split Pertama di Dunia Berfilter MERV 14 Resmi Meluncur
Status darurat ini ditetapkan selama 14 hari di tingkat provinsi serta periode 15 Agustus hingga 12 September 2026 di tingkat kabupaten.
Penetapan status ini memicu perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menopang kebutuhan warga selama masa pascabencana, terutama ketika akses fasilitas umum dan hunian sementara masih dalam tahap pemulihan.
“Kami sangat prihatin melihat dampak yang ditimbulkan oleh gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya di Flores. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan dan tantangan. Karena itu, kami ingin hadir memberikan dukungan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia.
Shinji Teraoka menekankan bahwa masa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian yang berkelanjutan dari berbagai pihak. Menurutnya, pemulihan kehidupan masyarakat tidak berhenti saat masa tanggap darurat berakhir, melainkan memerlukan proses panjang hingga aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat kembali berjalan normal.
Baca Juga: Sharp Class Perluas Pendidikan Vokasi, Cetak Talenta Industri Siap Kerja
Komitmen CSR dan Gotong Royong Sektor Swasta
Pendekatan bantuan yang diberikan juga didasari pada penyesuaian kebutuhan riil di lapangan. Selain kecukupan pangan, kenyamanan istirahat dan sanitasi pribadi menjadi faktor krusial untuk mencegah penurunan kualitas kesehatan warga di lokasi penampungan maupun pemukiman terdampak.
“Ketika kita berbicara mengenai bantuan pasca bencana, yang paling penting adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka masih berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional. Karena itu, kami ingin memastikan apa yang kami berikan dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka,” jelas Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.
Andry menambahkan, keterlibatan aktif perusahaan dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Sharp yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia.
Inisiatif tanggap bencana ini disalurkan melalui pilar pemulihan sosial di bawah payung program SHARP CARES (Creativity, Attention, Recovery, Earth, Sincerity), yang berfokus pada pilar pendidikan, kesehatan, sosial, dan lingkungan.
Baca Juga: Belajar dari Gempa Flores: Ini 7 Jenis Struktur Rumah Tahan Gempa yang Terbukti Aman dari Guncangan
Apresiasi atas langkah tanggap darurat ini juga disampaikan oleh pihak mitra penyalur. Manager Business & Social Institution Human Initiative, Destira Maryati, menyatakan bahwa penanganan dampak bencana memerlukan sinergi erat antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta agar proses rehabilitasi wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat.
Sinergi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak di kawasan Flores, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi kawasan pemukiman warga pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





