BERITA TERKAIT

Kualitas Udara di Dalam Rumah Tak Selalu Lebih Baik, Dokter Ingatkan Pentingnya Udara Bersih

Rumah yang bersih belum tentu memiliki udara yang bersih. Paparan debu halus, alergen, hingga polutan di dalam ruangan dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Banyak orang beranggapan bahwa udara di dalam rumah selalu lebih bersih dibandingkan udara di luar. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar.

Debu halus, alergen, bulu hewan peliharaan, hingga partikel polutan dapat terus bersirkulasi di dalam ruangan tanpa disadari, terutama pada hunian modern yang menggunakan pendingin udara hampir sepanjang hari.

Baca Juga: Sharp AIREST, AC Split Pertama di Dunia Berfilter MERV 14 Resmi Meluncur

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar aktivitas masyarakat kini dilakukan di dalam ruangan.

Berbagai penelitian yang dikutip PT Sharp Electronics Indonesia menunjukkan manusia menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di dalam ruangan, sementara kualitas udara indoor belum tentu lebih baik dibanding udara luar.

Situasi ini mendorong meningkatnya perhatian terhadap pentingnya menjaga kualitas udara sebagai bagian dari upaya menciptakan hunian yang lebih sehat.

Menurut dr. Januar Habibi, B.Med.Sc., Sp.P., dokter spesialis paru, kualitas udara di dalam ruangan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan.

Baca Juga: Sharp Ungkap Masa Depan Hunian Sehat, dari Smart Home hingga Kualitas Udara Indoor

Kata dia, paparan debu halus, alergen, maupun polutan yang terakumulasi di dalam rumah dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, sekaligus memperberat keluhan ISPA, asma, maupun alergi, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh yang lebih rentan.

“Kualitas udara di dalam ruangan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan saluran pernapasan. Paparan debu halus, alergen, maupun polutan yang terakumulasi di dalam ruangan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperberat keluhan ISPA, asma, maupun alergi,” ujar dr. Januar saat peluncuran Sharp AIREST, AC Split Pertama di Dunia Berfilter MERV 14, di Jakarta, Rabu (5/8/2026)

Dalam kesempatan tersebut, dr. Januar menggunakan analogi sederhana untuk menggambarkan bagaimana masyarakat sering kali kurang menyadari pentingnya udara bersih.

“Kita jijik dengan makanan yang kotor, kita juga jijik dengan air yang kotor. Tetapi kita masih mentoleransi udara yang kotor. Tantangannya memang udara tidak kasat mata sehingga sering kali kita merasa semuanya baik-baik saja,” katanya.

Baca Juga: Ingin Udara Rumah Lebih Bersih? Ini Tiga Air Purifier Sharp Unggulan pada 2026

Ia menjelaskan bahwa rumah yang terlihat bersih belum tentu memiliki udara yang bersih. Aktivitas sederhana seperti menyapu lantai atau membersihkan furnitur tidak otomatis menghilangkan partikel debu dari dalam ruangan.

Sebagian debu justru tetap melayang di udara, menempel pada dinding maupun langit-langit, lalu kembali bersirkulasi ketika ada aliran udara.

“Sering kali kita fokus lantainya bersih, tetapi debunya ke mana? Debu berpindah ke dinding, ke langit-langit, lalu kembali berputar di dalam ruangan. Karena sebagian besar waktu kita dihabiskan di rumah maupun kantor, kualitas udara indoor menjadi hal yang perlu mendapat perhatian,” jelasnya.

Rumah Modern Membawa Tantangan Baru

Perubahan desain hunian juga ikut memengaruhi kualitas udara di dalam rumah. Konsep rumah modern yang mengutamakan efisiensi energi umumnya menggunakan lebih banyak bukaan kaca dan mengandalkan pendingin udara agar suhu ruangan tetap nyaman.

Baca Juga: Bukan Cuma Merek Top, Ini Rahasia Sharp Sabet Tiga Penghargaan Perangkat Rumah Tangga 2026

Di sisi lain, sirkulasi udara alami menjadi lebih terbatas sehingga partikel yang berada di dalam ruangan dapat bertahan lebih lama apabila tidak dikelola dengan baik.

Melihat perubahan tersebut, kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara perlahan ikut meningkat. Tidak sedikit keluarga yang mulai menggunakan perangkat pemurni udara sebagai pelengkap pendingin ruangan, terutama pada rumah yang memiliki bayi, anak-anak, maupun lansia.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Teuku Wisnu, Public Figure & Entreneurship. Sebagai seorang ayah, ia mengaku kini lebih memperhatikan kualitas udara di dalam rumah karena sebagian besar aktivitas keluarga dilakukan di dalam ruangan.

“Di rumah kami memang sudah menggunakan air purifier. Ketika ada bayi, alatnya sering dipindahkan dari ruang tamu ke kamar. Dari situ saya mulai menyadari bahwa kualitas udara juga menjadi bagian penting dari kenyamanan keluarga, bukan hanya suhu ruangan,” ungkap Teuku Wisnu dalam sesi diskusi.

Baca Juga: Tren Home Wellness Naik, Rumah Kini Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat

Menurutnya, perkembangan teknologi kini membuat masyarakat tidak lagi harus memilih antara kenyamanan dan kesehatan. Perangkat rumah tangga juga dituntut mampu menyatu dengan desain interior sehingga tidak mengganggu estetika ruang.

Teknologi Menjadi Bagian dari Solusi

Perubahan kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan PT Sharp Electronics Indonesia menghadirkan Sharp AIREST, air conditioner yang menggabungkan fungsi pendingin udara dan pemurni udara dalam satu perangkat.

Mengusung konsep “When Cooling Meets Purifying”, AIREST dirancang untuk membantu menghadirkan udara yang lebih bersih sekaligus memberikan kenyamanan pendinginan bagi hunian modern.

Menurut Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia, masyarakat kini tidak lagi membeli AC hanya untuk menghasilkan udara dingin.

Baca Juga: Paramount Petals Dorong Lingkungan Sehat melalui Layanan Kesehatan dan Kebun PKK

“Hari ini masyarakat tidak lagi membeli AC hanya untuk membuat ruangan menjadi dingin. Mereka menginginkan rumah yang nyaman, sehat, hemat energi, dan tetap indah dipandang. Kami melihat adanya perubahan kebutuhan tersebut, sehingga Sharp menghadirkan AIREST sebagai solusi yang menggabungkan pendinginan dan pemurnian udara dalam satu produk,” ujarnya.

Produk tersebut dibekali Built-in MERV 14 Certified Filter yang dipadukan dengan Plasmacluster Ion Technology untuk membantu menyaring debu dan alergen, serta dilengkapi Smart Air Quality Indicator dan teknologi AIoT yang memungkinkan pengguna memantau kualitas udara, suhu ruangan, serta konsumsi listrik melalui aplikasi di smartphone.

Sharp AIREST
Sharp AIREST diperkenalkan sebagai AC split pertama di dunia dengan Built-in MERV 14 Certified Filter yang menggabungkan fungsi pendingin udara dan pemurni udara dalam satu perangkat. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Bagi Yudha Eka Putra, AC & Purifier Product Strategy Manager PT Sharp Electronics Indonesia, pendekatan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menggunakan dua perangkat berbeda.

“Kami tidak ingin pengguna harus memilih antara AC dan air purifier. AIREST mengintegrasikan keduanya menjadi satu sistem yang bekerja secara harmonis. Hasilnya bukan hanya ruangan yang sejuk, tetapi juga kualitas udara yang lebih baik,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Sharp berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya dilakukan ketika terjadi pencemaran atau gangguan kesehatan, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Baca Juga: BSD Urbanatura Eco Urban Park, Ruang Hijau Baru BSD City Perkuat Konsep Kota Berkelanjutan

Di tengah berkembangnya konsep healthy home dan smart living, kualitas udara kini mulai dipandang sebagai salah satu elemen penting yang menentukan kenyamanan sebuah hunian, sejajar dengan pencahayaan, sirkulasi, maupun efisiensi energi.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page