PropertiTerkini.com, (SERPONG) — TCP Internusa meluncurkan Edenhaus Serpong, proyek hunian dengan konsep garden home resort yang menyasar kebutuhan keluarga muda di kawasan Serpong. Proyek senilai Rp240 miliar ini terdiri atas 113 unit rumah dengan harga perdana mulai Rp1,2 miliar hingga Rp2,2 miliar.
Peluncuran Edenhaus Serpong sekaligus memperluas seri Edenhaus setelah proyek sebelumnya, Edenhaus Simatupang, disebut telah terjual habis dengan tingkat kepuasan konsumen 98%.
Baca Juga: Hunian Eropa Klasik di Serpong Mulai Rp800 Jutaan, Ini 5 Daya Tarik The Brawijaya
Berbeda dari Edenhaus Simatupang yang dipasarkan pada kisaran Rp6 miliar–Rp10 miliar, proyek di Serpong membawa harga yang lebih rendah dengan tetap mempertahankan pendekatan garden home resort.
Menurut Suhartono Widjojo, Vice President Director TCP Internusa, konsep tersebut dipertahankan dengan jumlah unit yang terbatas agar Edenhaus Serpong tetap berada dalam karakter boutique residence.
“Pendekatan ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingkat kepuasan konsumen pada proyek Edenhaus sebelumnya,” ujar Suhartono, dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).
Bahkan, di proyek sebelumnya, Edenhaus Simatupang berhasil memperoleh Indonesia My Home Award 2022 sebagai The Best Luxury Housing with Garden Concept.
Baca Juga: Properti Tangerang Kuasai 56% Pasar Rumah Jabodetabek, Gading Serpong Jadi Magnet Hunian
Edenhaus Serpong Pertahankan Konsep Garden Home
Salah satu aspek yang menjadi pembeda Edenhaus Serpong adalah komposisi lahannya. Dari total lahan sekitar 2,2 hektare, area terbangun hanya mencakup sekitar 44%.
Ruang terbuka tersebut kemudian diterjemahkan melalui lima taman tematik yang tersebar di dalam klaster. TCP Internusa menyebut terdapat sekitar 151.468 tanaman dari 35 jenis yang ditanam di kawasan tersebut.
Taman pertama, Terra Verde, berada di area gerbang masuk. Penghuni kemudian disambut welcoming pond Vanda Exotica yang dilengkapi tanaman anggrek Vanda Douglas, yang disebut sebagai salah satu maskot Kota Tangerang Selatan.
Konsep lanskap berlanjut menuju Green Aesthetica, area dengan kontur lahan berbukit dan lereng hijau. Di bagian lain terdapat Urban Forest seluas sekitar 2.500 meter persegi.
Sementara itu, Parc Celebrita dirancang sebagai Community House. Fasilitas ini dilengkapi kolam renang, ruang multifungsi, dan mushola untuk mendukung aktivitas bersama penghuni.
Kelima taman tersebut terhubung melalui jogging track sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Jalur ini dinaungi tanaman Tabebuia berwarna kuning, putih, dan merah muda yang dirancang membentuk lanskap berwarna di sepanjang area internal klaster.
Pendekatan tersebut membuat ruang terbuka bukan sekadar elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari pengalaman ruang di dalam kawasan.
Empat Tipe Rumah, Harga Mulai Rp1,2 Miliar

Edenhaus Serpong menawarkan empat tipe rumah dengan sedikitnya tiga kamar tidur. Seluruh tipe dirancang sebagai compact house yang mengutamakan efisiensi ruang dan fungsi.
Empat tipe yang ditawarkan terdiri atas:
- Tipe Vanda: luas bangunan 102 m², luas tanah 84 m², kavling 7×12 meter.
- Tipe Parahyba: luas bangunan 77 m², luas tanah 72 m², kavling 6×12 meter.
- Tipe Wedelia: luas bangunan 63 m², luas tanah 60 m², kavling 5×12 meter.
- Tipe Arachis: luas bangunan 47 m², luas tanah 60 m², kavling 5×12 meter.
Harga perdana yang ditawarkan berada di kisaran Rp1,2 miliar sampai Rp2,2 miliar.
Konsep compact house tersebut menjadi bagian penting dari positioning Edenhaus Serpong. Rumah dirancang lebih ringkas, tetapi tetap mengakomodasi kebutuhan ruang keluarga muda.
Baca Juga: Biaya Office Fit-Out Asia Pasifik Naik, Jakarta Masih Lebih Kompetitif
Kontur lahan yang sedikit berbukit juga menjadi bagian dari karakter kawasan. TCP Internusa memosisikan Edenhaus Serpong sebagai hunian yang menawarkan suasana hijau di tengah kawasan kota mandiri yang telah berkembang.
“Beli Rumah Dapat Kota”
Dari sisi lokasi, salah satu nilai yang ditonjolkan proyek ini adalah kedekatannya dengan berbagai fasilitas yang telah tersedia di kawasan Serpong.
Edenhaus Serpong tidak dikembangkan sebagai kawasan hunian yang berdiri sendiri, melainkan berada di lingkungan kota mandiri yang infrastrukturnya telah berkembang.
Kondisi tersebut menjadi dasar slogan proyek “beli rumah dapat kota”. Artinya, nilai hunian yang ditawarkan tidak hanya berasal dari bangunan dan fasilitas internal, tetapi juga dari ekosistem kawasan di sekitarnya.
Baca Juga: Ledakan Data Center dan Industri Hijau Dorong Permintaan Hunian di Kota Deltamas
Bagi pasar keluarga muda, karakter tersebut menjadi relevan karena kebutuhan hunian semakin berkaitan dengan akses terhadap fasilitas kota, ruang terbuka, aktivitas komunitas, dan efisiensi mobilitas sehari-hari.
Ditargetkan Serah Terima dalam 12 Bulan

TCP Internusa menargetkan seluruh unit Edenhaus Serpong selesai dibangun dan diserahterimakan dalam waktu 12 bulan.
Pengembangan proyek ini menjadi bagian dari portofolio TCP Internusa yang telah beroperasi di sektor real estat dan properti sejak 1970. Perusahaan tercatat sebagai anggota REI No. 008/Tahun 1970.
Sejumlah proyek dalam portofolio TCP Internusa antara lain Kuningan Raya di kawasan HR Rasuna Said Jakarta, Tanjung Mas Raya di Tanjung Barat Jakarta, Graha Internusa di HR Rasuna Said Jakarta, Edenhaus Simatupang di TB Simatupang, serta Rumida Subang di kota baru Subang Smartpolitan.
Baca Juga: Kota Harapan Indah Raih The People Choice’s 2026, CRESTA Siap Dipasarkan September
TCP Internusa merupakan bagian dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang memiliki bisnis di sektor real estat dan properti, kawasan industri, konstruksi, serta perhotelan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





