PropertiTerkini.com, (SERPONG) — Pasar hunian di kawasan Serpong kembali kedatangan proyek baru dengan pendekatan yang sedikit berbeda. The Brawijaya Serpong hadir dengan konsep arsitektur Eropa klasik, namun ditawarkan di segmen harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan tipikal produk sejenis.
Proyek yang dikembangkan PT Mitra Sinergi Development ini mulai dipasarkan dengan harga perdana sekitar Rp800 jutaan. Di tengah persaingan kawasan yang semakin padat, pendekatan desain seperti ini menjadi salah satu strategi untuk menarik perhatian pasar.
Baca Juga: Incar Pekerja Jaksel, HK Realtindo Rilis Rumah Rp700 Jutaan di Sawangan
Hunian Eropa klasik di Serpong sendiri selama ini identik dengan produk di kelas menengah atas. Karena itu, kehadiran proyek dengan positioning harga lebih rendah menjadi menarik untuk dicermati, terutama dari sisi penyerapan pasar dan potensi investasinya.
Dibangun di atas lahan 1,7 hektare, tahap awal pengembangan mencakup 175 unit, terdiri dari 172 rumah dan 3 unit ruko. Hunian ini menawarkan dua tipe utama, yaitu Aryasatya dan Adinata.
Seluruh unit dipasarkan dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM), serta skema pembangunan indent sekitar 12 bulan.
5 Faktor yang Membuat The Brawijaya Menarik di Serpong
Sejumlah aspek menjadi pembeda yang membuat proyek ini cukup menonjol di tengah persaingan hunian di kawasan Serpong. Mulai dari pendekatan desain, strategi harga, hingga faktor lokasi dan jaminan yang ditawarkan, semuanya dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini.
Berikut lima daya tarik utama yang ditawarkan The Brawijaya Serpong:
Baca Juga: Harga Rumah Naik di 11 Kota, Jakarta Mulai Kehilangan Dominasi
1. Desain Klasik yang “Turun Kelas” ke Harga Lebih Rasional
Ciri paling menonjol ada pada desain. Gaya Eropa klasik biasanya hadir di segmen harga tinggi, dengan tampilan fasad megah dan detail ornamen khas.
Di proyek ini, pendekatan tersebut dibawa ke segmen Rp800 jutaan.
Direktur Utama PT Mitra Sinergi Development, Zufri Andi Surya, menyebut ada kebutuhan pasar yang belum banyak dijawab.
“Selama ini rumah dengan gaya Eropa klasik identik dengan harga tinggi dan berada di segmen terbatas. Kami melihat ada kebutuhan yang belum terakomodasi,” kata Zufri saat peluncuran perumahan tersebut di kawasan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu pagi (25/4/2026).
Pendekatan desain tidak hanya untuk estetika, tetapi juga bagian dari strategi diferensiasi di pasar yang didominasi gaya minimalis.
2. Harga Masih Masuk di Radar End User
Dengan harga di bawah Rp1 miliar, proyek perumahan ini masih berada di zona psikologis yang relatif aman untuk pasar end user, terutama keluarga muda.
Harga tersebut masih memungkinkan untuk diakses melalui skema KPR bank, yang menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian.
Baca Juga: DADA Tebar Dividen Rp2 Miliar, Laba Melonjak 216% dan Sinyal Akselerasi 2026
Ini menjadi penting, karena tidak sedikit proyek dengan konsep menarik justru kurang terserap akibat harga yang terlalu tinggi untuk segmen targetnya.
Dengan positioning ini, The Brawijaya mencoba menjaga keseimbangan antara desain dan keterjangkauan.
3. Lokasi Ciater–BSD dengan Akses dan Fasilitas Lengkap

Faktor lokasi tetap menjadi penentu utama.
Kawasan Ciater berada di koridor pengembangan BSD yang infrastrukturnya sudah relatif matang. Akses menuju tol dapat ditempuh sekitar 10 menit, sementara Stasiun Rawa Buntu mendukung mobilitas harian ke Jakarta melalui KRL Commuter Line.
Fasilitas penunjang juga sudah terbentuk. Dalam radius sekitar 20 menit terdapat AEON Mall, ICE BSD, serta fasilitas kesehatan seperti Eka Hospital.
Di sektor pendidikan, kawasan ini dikelilingi berbagai institusi seperti Cikal, Al Wildan, Global Islamic School, hingga Santa Ursula.
Baca Juga: Enviro Craft Hadirkan Overlines, 9 Koleksi Furnitur Anyaman untuk Living Space Modern
Direktur Marketing, Mario Jati Prayugo, menilai kombinasi ini menjadi faktor utama daya tarik kawasan.
“Serpong, khususnya Ciater dan BSD, saat ini berkembang sangat cepat. Infrastruktur sudah matang dan akses ke Jakarta semakin mudah,” ujarnya.
Sementara dalam kawasan perumahan sendiri juga bakal disediakan beberapa fasilitas, seperti area hijau, jogging track, taman bermain anak, serta fasilitas ibadah berupa musala.
“Pengembangan kawasan dirancang untuk mendukung gaya hidup keluarga yang aktif dengan lingkungan yang lebih tertata, aman dan nyaman,” tegas Mario.
4. Skema Buy Back Guarantee untuk Jaga Kepercayaan
Isu kepercayaan masih menjadi perhatian di pasar properti, terutama untuk proyek dengan sistem indent.
Pengembang menawarkan buy back guarantee 100 persen apabila unit tidak dibangun atau tidak diserahterimakan sesuai komitmen.
Baca Juga: Distribusi Hotel Berbasis AI: 2 Terobosan SiteMinder yang Ubah Cara Booking Akomodasi di 2026
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan rasa aman bagi konsumen.
“Kami ingin memberikan rasa aman kepada konsumen. Dengan adanya jaminan ini, pembeli memiliki kepastian bahwa investasi mereka terlindungi,” ungkap Mario.
Skema seperti ini umumnya menjadi nilai tambah, khususnya bagi pembeli yang baru pertama masuk ke pasar properti.
5. Potensi Investasi dari Kawasan yang Terus Bertumbuh
Serpong masih menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling konsisten di Tangerang Selatan.
Pengembangan kawasan bisnis, infrastruktur, dan fasilitas lifestyle terus berjalan, menjaga permintaan tetap stabil.
Baca Juga: Kohler Ubah Cara Pandang Kamar Mandi, Tren 2026 Bergeser ke Area Wellness

Target penjualan proyek ini mencapai Rp200 miliar dalam waktu 24 bulan. Sejumlah unit yang telah terjual juga sudah memasuki tahap pembangunan.
“Konsumen sekarang lebih kritis. Mereka mencari rumah yang tidak hanya nyaman ditempati, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi kenaikan harga,” tambah Mario.
Dengan kombinasi harga awal yang relatif terjangkau dan lokasi yang berkembang, potensi capital gain masih terbuka.
Proyek ini pada akhirnya masuk dengan pendekatan yang cukup jelas: membawa desain yang biasanya berada di kelas premium ke segmen harga yang lebih luas.
Baca Juga: Kinerja RISE Melejit di Awal 2026, Laba Tumbuh Hampir 500%
Di tengah pasar Serpong yang semakin selektif, kombinasi tersebut menjadi salah satu strategi yang layak diuji dalam waktu dekat.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




