BERITA TERKAIT

Edy Suyanto: Tahun 2026 Come Back Stronger And Rising More Elegant

Saat inipun industri keramik dalam negeri masih menghadapi beberapa kendala utama yaitu berkaitan dengan kelancaran pasokan gas dan mahalnya harga gas di dalam negeri ini.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) siap menjadikan tahun 2026 sebagai tahun kebangkitan industri keramik Indonesia setelah sempat terpuruk dalam beberapa tahun, dengan mengusung tagline tahun 2026 Come back stronger and rising more elegant.

“Apa yang ingin kami sampaikan dari tagline tersebut merupakan wujud semangat kebersamaan antara sesama industri keramik Indonesia yang tergambung di dalam ASAKI,” kata Edy Suyanto, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), di Jakarta, Senin (26/6/2026).

Baca Juga: Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 Dorong Tren Smart Living dan Material Lokal

Edy mengakui selama bertahun-tahun industri keramik dalam negeri menghadapi tekanan yang berat, menghadapi unfair trend. Lebih tepat lagi adalah mengalami dumping dari produsen keramik asal China, India dan Vietnam.

“Saat inipun industri keramik dalam negeri masih menghadapi beberapa kendala utama yaitu berkaitan dengan kelancaran pasokan gas dan mahalnya harga gas di dalam negeri ini,” ujar Edy.

Menengok ke belakang sejenak, Edy merasakan angka produksi keramik dunia tertinggi adalah di masa COVID. Termasuk produk keramik di dalam negeri.  Ketika itu di tahun 2021 total produksi keramik dunia mencapai 15,9 miliar meter persegi.

Namun setelah itu mengalami declining, penurunan dari tahun ke tahun. Bahkan Di tahun 2024 mengalami penurunan terdalam yaitu ke angka 11,3 miliar meter persegi. Artinya, terjadi penurunan hampir 30-an persen.

Baca Juga: Situ Cihuni Hadirkan Suasana Tenang di Tengah Kawasan Urban yang Hidup

“Produksi keramik dalam negeri tahun 2021 kita berada di range sekitar 75 persen. Setelah itu utilisasi industri keramik nasional mengalami penurunan. Terjelek di tahun 2024 paling parah. Kita turun ke angka 66 persen,” ujar Edy.

Adapun untuk jumlah produk keramik dunia di tahun 2025 diakui Edy data resmi belum keluar. Namun ia memiliki keyakinan dan memperoleh informasi yang valid bahwa angka produksi dunia di tahun 2025 di bawah 11 miliar meter persegi.

Indonesia sendiri adalah peringkat kelima produsen keramik dunia setelah Cina, India, Vietnam, dan Iran.

Sementara itu untuk tahun 2026 utilisasi produksi keramik Indonesia sekitar 72 persen, satu persen di bawah average nasional tahun lalu. Namun masih ada satu semester lagi yang bisa dikejar dan ASAKI masih optimis.

Baca Juga: Pasar Properti Jakarta 2026 Bergerak Selektif, Retail dan Industri Menguat

“Target awal 80 persen, namun yang terbaru ini kami merevisi, target utilisasi 2026 di angka 73 sampai 75 persen.  Kita juga doakan semoga bisa melebihi angka 75 persen. Sehingga kita mencatat sebuah prestasi yang baru,” ujar Edy.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page