PropertiTerkini.com, (BSD CITY) — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis teknologi dan ekonomi kreatif di kawasan Jabodetabek kian menunjukkan taji. Sinar Mas Land melalui PT Surya Inter Wisesa resmi memantapkan langkah strategis dengan menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) RI untuk mengakselerasi ekosistem bisnis kreatif di KEK ETKI Banten.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Collaboration on Creative Economy Development pada 14 September 2026.
Baca Juga: Industri Kreatif Nasional: Potensi 27 Juta Pekerja di KEK ETKI Banten
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, bersama Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif / Sekretaris Utama Bekraf, Dessy Ruhati, di tengah gelaran Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 di ICE BSD City.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengembang kawasan dan pemerintah dalam merespons dinamika teknologi saat ini.
“Hampir semua sisi kehidupan kita saat ini berdampingan dengan aplikasi. Seiring perkembangan tersebut, subsektor pengembangan aplikasi digital di Indonesia telah bergeser peran, tidak lagi sekadar menjadi instrumen pendukung operasional bisnis, melainkan menjadi mesin utama penggerak ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Riefky.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Banten menempati posisi strategis dalam peta perekonomian kreatif nasional.
“Provinsi Banten menjadi salah satu dari lima besar daerah dengan investasi dan ekspor yang masuk ke sektor ekonomi kreatif. Dengan potensi tersebut, saya melihat kontribusi Sinar Mas Land melalui KEK ETKI Banten memiliki peran penting yang perlu terus kita tumbuhkembangkan,” tuturnya.
Baca Juga: KEK ETKI Banten di BSD City Raup Investasi Rp1,4 Triliun
Menyiapkan Ruang Tumbuh Bagi Talenta Kreatif
Dari sisi pengelola kawasan, BUPP KEK ETKI Banten berkomitmen menyediakan infrastruktur fisik dan pendukung yang relevan dengan kebutuhan industri digital masa kini.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty, menjelaskan bahwa ekonomi kreatif mengandalkan kreativitas sekaligus mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan membuka akses pasar global.
“Potensi inilah yang ingin kami kembangkan di KEK ETKI Banten dengan menghadirkan ruang bagi pelaku industri dan talenta kreatif untuk tumbuh, menghasilkan karya, serta mengembangkan usahanya. Melalui kolaborasi dengan Kemenekraf/Bekraf RI, kami harap KEK ETKI Banten dapat terhubung dengan kebutuhan industri, dan peluang investasi di sektor ekonomi kreatif,” ungkap Lindawaty.
Ia optimistis, lewat ekosistem terintegrasi bersama dukungan Kemenekraf RI yang diawali penandatanganan bersama Dessy Ruhati tersebut, KEK ETKI Banten mampu melahirkan berbagai inovasi berdaya saing tinggi.
Baca Juga: Ekosistem Digital Hub BSD City Hadirkan Platform D.A.N.C.E
Sinergi Berkelanjutan dan Prospek Properti Komersial
Kerja sama strategis ini melanjutkan serangkaian inisiatif kolaboratif yang telah berjalan antara KEK ETKI Banten dan Kemenekraf/Bekraf RI sejak 2025.
Berbagai program penajaman telah dilakukan, mulai dari partisipasi di Dubai Investment Forum, agenda business matching, hingga pembahasan peluang investasi subsektor film, animasi, dan video.
Integrasi fungsi kawasan seluas 60 hektare di BSD City ini tidak hanya memperkuat posisi Sinar Mas Land di sektor township development, tetapi juga memberikan nilai tambah signifikan bagi prospek properti komersial dan bisnis di koridor barat Jakarta.
Baca Juga:
KPP BTN Tembus Rp7,4 Triliun, Sektor Perumahan Makin Bergeliat
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





