BERITA TERKAIT

Ada Bamsoet hingga Ginandjar, Ini Formasi Komando Pengawas Lippo Karawaci (LPKR) Terbaru

Penataan susunan Dewan Komisaris dan eksekusi penarikan 20,7 juta saham treasuri menjadi amunisi LPKR dalam menjaga stabilitas tata kelola serta mengawal kinerja keuangan yang kian melesat.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Langkah strategis memperkuat tata kelola korporasi kembali diambil PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, emiten properti ini merestrukturisasi formasi Dewan Komisaris sekaligus mengeksekusi penarikan 20,7 juta saham treasuri.

Restrukturisasi pengawas ini menyusul persetujuan atas pengunduran diri Anand Kumar dari kursi Komisaris Perseroan per 11 September 2026. LPKR sebelumnya telah menyampaikan surat keterbukaan informasi terkait pengunduran diri tersebut kepada publik pada Juli lalu.

Baca Juga: Rusun Subsidi Meikarta Rp16 Triliun Dimulai: Target 141.000 Unit, Dorong Program 3 Juta Rumah

Langkah penyegaran ini diharapkan semakin memperkokoh penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan pengawasan bisnis perseroan secara berkelanjutan hingga 2028.

Deretan Tokoh Senior Mengawal Tata Kelola Perusahaan

Jajaran pengawas LPKR kini diisi oleh kombinasi figur senior, mantan regulator, hingga profesional berpengalaman. Tokoh nasional Prof. DR. IR. Ginandjar Kartasasmita tetap dipercaya memegang posisi Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen.

Posisi Komisaris Independen juga diperkuat oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) serta Theo L. Sambuaga. Kehadiran tokoh-tokoh senior ini mempertegas komitmen perseroan dalam menjaga independensi pengawasan dan transparansi manajemen.

Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris LPKR hasil RUPSLB:

  • Presiden Komisaris / Komisaris Independen: Prof. DR. IR. Ginandjar Kartasasmita
  • Komisaris Independen: Bambang Soesatyo, SE, MBA
  • Komisaris Independen: Theo L. Sambuaga
  • Komisaris: Kin Chan
  • Komisaris: George Raymond Zage III
  • Komisaris: Ketut Budi Wijaya

Baca Juga: Kinerja Ritel ACES Tumbuh 6,3 Persen, Ekspansi Toko Dipacu

Sementara itu, jajaran Direksi tetap dipimpin oleh Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur, didampingi Agus Arismunandar selaku Wakil Presiden Direktur, serta lima direktur lainnya.

  • Presiden Direktur: Indra Yuwana
  • Wakil Presiden Direktur: Agus Arismunandar
  • Direktur: Marshal Martinus Tissadharma
  • Direktur: Surya Tatang
  • Direktur: Dominique Dion Leswara
  • Direktur: David Iman Santosa
  • Direktur: Fendi Santoso

Presiden Direktur LPKR, Indra Yuwana, menegaskan bahwa fondasi tata kelola yang kuat sangat dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pengawasan yang efektif dari dewan komisaris akan berjalan seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian pada setiap langkah operasional.

“Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan membutuhkan fondasi tata kelola yang kuat. Melalui keputusan RUPSLB ini, kami memastikan fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan dapat terus berjalan efektif dalam mendukung strategi pertumbuhan LPKR. Kami akan terus menjalankan bisnis secara disiplin, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga: Recurring Income 71%, Paradise Indonesia Tebar Dividen Rp50,32 Miliar

Penarikan Saham Treasuri demi Stabilitas Modal

Selain merestrukturisasi organ pengawas, RUPSLB menyepakati penurunan modal ditempatkan dan disetor melalui penarikan kembali 20.700.600 saham treasuri. Saham tersebut merupakan hasil pembelian kembali (buyback) periode 2020–2023 yang belum dialihkan ke publik.

Penarikan saham bernilai nominal Rp100 per lembar ini menyerap total nilai Rp2,07 miliar. Aksi korporasi ini menggeser modal disetor LPKR dari Rp7,089 triliun menjadi Rp7,087 triliun, tanpa mengubah nilai modal dasar perusahaan.

Langkah ini diambil untuk merapikan neraca keuangan (balance sheet) sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan. Penataan saham treasuri juga menjadi sinyal positif bagi investor untuk mencegah penurunan nilai saham akibat potensi dilusi.

Baca Juga: Modernisasi Jaringan Listrik: Schneider Hadir di Enlit Asia 2026

Kinerja Keuangan Melesat di Semester I/2026

marketing sales lippo karawaci
Soho Flex Space di Lippo Village, salah satu produk Lippo Karawaci. (dok. Lippo Karawaci)

Penguatan fondasi tata kelola ini berbanding lurus dengan perolehan kinerja keuangan perseroan. Sepanjang semester I/2026, LPKR mencatatkan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp3,70 triliun, atau telah mengamankan 62% dari total target tahunan 2026.

Pendapatan perseroan pada periode yang sama mencapai Rp3,61 triliun. Indikator profitabilitas operasional (EBITDA) melonjak 20% menjadi Rp754 miliar dibanding periode serupa tahun lalu, sementara laba bersih setelah pajak terkunci di angka Rp385 miliar.

Dengan neraca yang kian bersih dan pengawasan dewan komisaris yang solid, LPKR berada dalam posisi strategis untuk memperluas penetrasi pasar hunian dan kawasan komersial di Indonesia.

Baca Juga:

Ekosistem Digital Hub BSD City Hadirkan Platform D.A.N.C.E

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page