PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Angin berembus pelan di tepian Situ Cihuni. Di bawah rindangnya pepohonan pinus, suasana terasa jauh lebih tenang dibanding hiruk pikuk kawasan urban di sekitarnya.
Jalur pedestrian dan jogging track mulai ramai digunakan warga untuk berjalan santai, berolahraga, hingga menikmati udara terbuka di sore hari.
Baca Juga: Di Tengah Paramount Gading Serpong yang Vibrant, Hunian Tepi Danau Jadi Oase Baru
Bayangkan berada di kawasan ini pada sore hari. Anak-anak bermain di ruang terbuka hijau, orang-orang berjalan santai di tepian danau, sementara semilir angin dan rindangnya pepohonan menghadirkan suasana tenang yang sulit ditemukan di tengah kawasan urban yang terus berkembang.
Suasana seperti itu kini mulai hadir di selatan Paramount Gading Serpong, kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat sebagai pusat komersial, lifestyle, dan aktivitas masyarakat urban.
Situ Cihuni sendiri saat ini terus ditata dan direvitalisasi oleh pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Kawasan ini diarahkan menjadi area konservasi air, pengendali banjir, ruang terbuka hijau, sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
Pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan jogging track, saluran inlet dan outlet, tanggul, pengerukan sedimentasi, hingga penataan area sempadan danau agar lebih aman dan nyaman untuk aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar
Dalam dokumen penataan kawasan, Situ Cihuni dengan luas ±32,44 hektare tetap dipertahankan sebagai area konservasi yang memiliki fungsi penting bagi sistem drainase dan keseimbangan lingkungan kawasan sekitar.
Penataan juga dilakukan dengan menjaga kapasitas tampungan air, sistem outlet, hingga pembangunan jalur inspeksi di sepanjang perimeter danau.
Keberadaan kawasan alami seperti ini dinilai semakin penting di tengah perkembangan urban selatan Gading Serpong yang terus berlangsung pesat.
Menariknya, keberadaan Situ Cihuni ternyata bukan sesuatu yang baru. Danau alami ini bahkan telah tercatat dalam Peta Tangerang tahun 1942 dengan keterangan sebagai “lake” dan menjadi salah satu aset kawasan lindung Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Paramount Gading Serpong Serba Terhubung, Kota Mandiri dengan Fasilitas yang Semakin Lengkap
Kawasan ini juga sejak lama dinilai memiliki bentang alam yang sangat istimewa di Gading Serpong. Keberadaan danau alami dengan hamparan air terbuka seperti Situ Cihuni disebut semakin jarang ditemukan di kawasan urban, terutama di sekitar Jakarta dan Tangerang.

Selain menghadirkan suasana lebih tenang melalui semilir angin, suara alam, dan panorama danau yang luas, kawasan ini juga dipandang memiliki nilai penting untuk tetap dijaga sebagai bagian dari bentang alam alami yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Karena itu, pengembangan kawasan di sekitar Situ Cihuni tidak hanya diarahkan sebagai area properti, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menghadirkan ruang terbuka yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Hunian Dekat Danau Semakin Diminati
Belakangan, konsep hunian dekat elemen air atau blue space memang semakin banyak diminati, terutama di segmen premium. Kehadiran danau alami, ruang hijau, dan fasilitas outdoor dinilai mampu menghadirkan suasana tinggal yang lebih rileks dan nyaman di tengah tingginya aktivitas perkotaan.
Baca Juga: Gading Serpong Kian Ramai, Kawasan Komersial Terintegrasi Jadi Daya Tarik Usaha
Fenomena ini bahkan mulai banyak dikaitkan dengan konsep Blue Mind Effect, yakni kondisi ketika keberadaan air dipercaya mampu membantu menurunkan stres dan memulihkan energi mental manusia.
Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menilai konsep hunian yang dekat dengan alam kini semakin menarik bagi konsumen premium.
“Secara umum tentu menarik, terutama untuk proyek-proyek yang menyasar kelas atas. Konsumen sekarang mulai melihat nilai lebih dari konsep yang dekat dengan alam, wellness living, dan kualitas lingkungan,” ujarnya kepada PropertiTerkini.com.
Menurut Anton, kenyamanan kawasan dan fasilitas pendukung kini menjadi faktor penting dalam pemilihan hunian premium.
“Kalau bicara segmen kelas atas, tentu mereka menginginkan kawasan yang sesuai dengan harga yang dibeli. Jadi fasilitas dan kenyamanan kawasan menjadi faktor penting,” katanya.
Baca Juga: Hunian Luxury di Tangerang Tetap Laris, CBRE Ungkap Alasannya
Konsep hunian yang menyatu dengan alam tersebut kini mulai banyak diterapkan pada pengembangan kawasan premium di sekitar Situ Cihuni, termasuk melalui pendekatan low-density living, ruang terbuka hijau yang lebih besar, hingga desain kawasan bernuansa resort.
Salah satunya mulai terlihat di kawasan Matera Lakeside, pengembangan hunian premium di selatan Paramount Gading Serpong yang dirancang menghadap area danau dengan pendekatan luxury resort living.
Kawasan ini dikembangkan dengan tetap memperhatikan area sempadan danau, ruang hijau, serta koneksi penghuni dengan suasana alam di sekitar Situ Cihuni.

Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, mengatakan keberadaan danau menjadi salah satu elemen utama dalam desain kawasan maupun rumah di Matera Lakeside.
“Danau menjadi salah satu elemen utama yang mempengaruhi perancangan bangunan, mulai dari fasad, interior, layout, material, desain, hingga ambience yang ingin dihadirkan,” ujarnya menjawab PropertiTerkini.com.
Baca Juga: Properti Tangerang Salip Jakarta Selatan, 14,8% Pencarian Terkonsentrasi di Koridor Barat
Adapun pengembangan kawasan hunian tersebut juga mengikuti ketentuan sempadan danau yang berlaku, di mana jarak antara kawasan hunian dengan bibir Situ Cihuni berada sekitar 50 meter.
Area sempadan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, pedestrian, jogging track, serta landscape kawasan yang memperkuat suasana resort living di sekitar danau.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





