BERITA TERKAIT

Hunian Luxury di Tangerang Tetap Laris, CBRE Ungkap Alasannya

Segmen hunian premium di Tangerang masih menunjukkan performa positif meski pasar properti belum sepenuhnya pulih. CBRE menilai daya beli kelas atas tetap kuat, didukung kawasan matang, fasilitas lengkap, dan tren wellness living.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — Pasar properti memang belum sepenuhnya pulih. Pelemahan daya beli masih dirasakan sebagian masyarakat, terutama segmen menengah. Namun di tengah kondisi tersebut, pasar hunian luxury di Tangerang justru masih menunjukkan performa positif.

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menilai segmen kelas atas masih memiliki daya beli kuat sehingga rumah-rumah premium tetap diminati pasar.

Baca Juga: Properti Tangerang Kuasai 56% Pasar Rumah Jabodetabek, Gading Serpong Jadi Magnet Hunian

“Kalau yang kelas atas ini, orang-orangnya masih punya power. Makanya belakangan ini beberapa proyek yang segmennya luxury, perumahan kelas atas itu masih cukup bagus,” ujar Anton ketika dihubungi redaksi PropertiTerkini.com, Rabu (20/5/2026).

Menurut Anton, kondisi pasar saat ini sangat dipengaruhi situasi ekonomi. Segmen menengah menjadi kelompok yang paling terdampak, sementara konsumen kelas atas relatif lebih stabil secara finansial.

Sementara dari sisi lokasi, kawasan penyangga Jakarta, seperti koridor timur (Bekasi-Cikarang) dan koridor barat seperti Tangerang, sejak lama telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan properti yang pesat.

Harga lahan di Jakarta yang semakin tinggi membuat pengembangan proyek baru lebih banyak bergerak ke kawasan suburban tersebut.

Nggak cuma terbatas di Jakarta saja. Wilayah penyangga dari dulu memang berkembang sebagai kawasan penyangga ibu kota,” tegasnya.

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Harga Rumah Sekunder Masih Naik di 11 Kota

Tak heran jika berbagai township besar terus agresif menghadirkan produk baru, terutama untuk segmen premium yang dinilai masih memiliki pasar kuat.

Fasilitas Lengkap dan Konsep Wellness Jadi Daya Tarik

Konsumen kelas atas kini tidak hanya membeli rumah, tetapi juga gaya hidup dan kualitas lingkungan. Karena itu, kawasan dengan fasilitas lengkap tetap menjadi incaran.

“Kalau harganya memang di segmen atas, tentu harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Kalau fasilitasnya tidak menarik, ya tentu juga tidak menarik bagi mereka,” kata Anton.

Fenomena ini terlihat di sejumlah kota mandiri di Tangerang seperti BSD City, Gading Serpong, hingga Alam Sutera yang terus berkembang dengan konsep kawasan terpadu.

Baca Juga: Pasar Properti Awal 2026: Logistik Melaju, Gudang Menguat, Apartemen Melambat

Selain fasilitas komersial, konsep hunian dekat alam juga semakin diminati. Pengembang kini banyak menawarkan rumah dengan danau, taman hijau, hingga konsep wellness living sebagai daya tarik utama.

“Tentu menarik ya, terutama proyek-proyek yang menyasar kelas atas. Salah satunya lewat konsep seperti itu,” jelas Anton.

Hunian Luxury di Tangerang Masih Diserap Pasar

Kondisi pasar tersebut tercermin dari sejumlah proyek premium di kawasan Tangerang yang masih mencatat penjualan positif dalam beberapa waktu terakhir.

Sebut saja di BSD City, yang pada awal Mei lalu sukses memasarkan seluruh unit rumah mewah dalam kawasan NavaPark (77 hektare), yakni Botanic Villa. Hunian  ultra-luxury sebanyak 14 unit yang dipasarkan dengan harga mencapai Rp89 miliar tersebut dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu sekitar lima bulan.

Tipe terbesar dengan luas 1.024 m² menjadi yang paling diminati dan paling awal terjual. Ini mencerminkan preferensi pasar yang semakin mengedepankan ruang, privasi, dan eksklusivitas,” ungkap Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land.

Baca Juga: Rumah Mewah Rp89 Miliar Ludes dalam 5 Bulan, BSD City Siapkan Produk Premium Baru

Selain berada dalam mega township BSD City dengan beragam fasilitas lengkap, proyek kolaborasi Sinar Mas Land dan Hongkong Land ini juga terhubung dengan Botanic Park seluas sekitar 10 hektare yang mengusung konsep wellness living.

Hunian klasik Prancis Bellefont Summarecon Serpong
Tampak depan Cluster Bellefont Summarecon Serpong bergaya klasik Prancis di kawasan The Springs. (Dok. Summarecon)

Bergeser ke kawasan Gading Serpong yang dikembangkan oleh dua pengembang besar, yakni Summarecon Agung dan Paramount Land.

Summarecon Serpong dalam keterangannya, November 2025 lalu melaporkan pencapaian penjualan hingga Rp600 miliar untuk hunian premium di Bellefont Summarecon, yang mulai dipasarkan sejak Juni 2025 ini.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, menjelaskan bahwa, respons pasar terhadap Bellefont sangat positif.

“Antusiasme masyarakat akan produk hunian premium dan berkualitas di Gading Serpong masih sangat tinggi. Puji syukur, Cluster Bellefont menjawab kebutuhan itu dan menarik minat masyarakat untuk tinggal di hunian tersebut,” ujar Albert.

Baca Juga: Bellefont Summarecon Serpong Bukukan Penjualan Rp600 Miliar dalam 5 Bulan

Cluster hunian bergaya klasik Prancis di kawasan The Springs tersebut terjual sebanyak 102 unit dari total 230 unit yang dipasarkan dengan harga mulai Rp4,3 miliar hingga Rp7,6 miliar.

Tren tersebut juga terlihat di Matera, kawasan hunian yang berada di sisi selatan Paramount Gading Serpong. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu area hunian luxury di Tangerang melalui kesuksesan Matera Residences dan Matera Signature yang mendapat respons pasar cukup baik di segmennya.

Matera Residences dirilis sejak Desember 2022 yang saat itu dipasarkan mulai Rp6,2 miliaran hingga Rp12,7 miliaran (sudah termasuk PPN). Kemudian pada Mei 2025, klaster kedua Matera Signature dihadirkan mengusung The Ultimate Luxury Living yang dijual mulai Rp9,4 miliar hingga Rp13-an miliar.

Setahun kemudian, persisnya Mei 2026, Paramount Gading Serpong kembali menghadirkan hunian premium terbaru di kawasan Matera, yakni Matera Lakeside. Dihadirkan dengan konsep “A New Genre of Lakeside Luxury”, yang diwujudkan layaknya resort eksklusif, rumah premium tepi danau ini dijual dengan harga mulai Rp6,9 miliar.

Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar

Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan properti masih menjadi instrumen investasi yang dianggap relevan karena kebutuhan hunian terus meningkat di tengah keterbatasan lahan.

“Matera telah membuktikan kekuatannya sebagai market leader segmen hunian luxury di Tangerang,” ujar Chrissandy.

Hunian tepi danau Matera Lakeside di Paramount Gading Serpong
Suasana kawasan hunian tepi danau Matera Lakeside di selatan Paramount Gading Serpong dengan view langsung ke Situ Cihuni seluas ±32 hektare. Tampak rumah contoh yang dijadwalkan segera dibuka untuk calon konsumen pada pertengahan Mei 2026. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Senada, Anton menilai daya beli segmen atas masih relatif kuat dibanding pasar menengah. “Kalau yang kelas atas ini, orang-orangnya masih punya power,” imbuhnya.

Meski pasar premium masih cukup solid, Anton mengingatkan konsumen dan investor tetap harus selektif dalam membeli properti. Lokasi, reputasi proyek, hingga potensi kenaikan harga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Pasar Perumahan Jabodebek-Banten Q1 2026 Turun 14,2%, Bekasi Melonjak 18,1%

“Kalau memang sudah punya uang, memang harus beli segera mungkin. Tapi jangan asal. Harus pintar lihat lokasi dan proyeknya,” tutupnya.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page