PropertiTerkini.com, (PARAMOUNT GADING SERPONG) — Konsep kota mandiri terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Tidak lagi sekadar menyediakan hunian, kawasan kini dituntut mampu menghadirkan kemudahan akses terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu lingkungan yang terintegrasi.
Baca Juga: Gading Serpong Kian Ramai, Kawasan Komersial Terintegrasi Jadi Daya Tarik Usaha
Perubahan ini terlihat di Paramount Gading Serpong yang dikembangkan salah satunya oleh Paramount Land sejak 2006 tersebut kini berkembang menjadi kota mandiri dengan ekosistem yang semakin lengkap, di mana berbagai aktivitas dapat dilakukan tanpa harus berpindah jauh.
Merealisasikan kampanye ‘Everything is Here’, Paramount Land melengkapi kota dengan fasilitas lengkap yang terintegrasi.
Hunian, area komersial, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, hingga aktivitas gaya hidup seperti kuliner, hiburan, dan pusat komersial, semuanya terkoneksi dalam satu kawasan yang terus berkembang.
Konektivitas dan Fasilitas Terintegrasi dalam Satu Kawasan
Konektivitas menjadi salah satu faktor utama dalam perkembangan kawasan. Akses yang baik tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan aktivitas di dalam kawasan.
Paramount Gading Serpong terhubung dengan berbagai kawasan di sekitarnya, seperti BSD, Alam Sutera, hingga Jakarta Barat. Infrastruktur jalan yang terus berkembang serta akses menuju tol menjadi bagian dari penguatan konektivitas kawasan ini.
Baca Juga: Paramount Petals Perkuat Kredibilitas, 4 Bukti Komitmen Pembangunan Kota Mandiri Berkelanjutan
Selain konektivitas eksternal, keterhubungan antar area di dalam kawasan juga dirancang untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Jalan utama, boulevard, hingga akses antar klaster memungkinkan mobilitas berlangsung lebih efisien.
Seiring itu, fasilitas kawasan berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Berbagai institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, pusat komersial, hingga destinasi kuliner hadir dan terus bertambah.
Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda menilai kekuatan kawasan seperti Paramount Gading Serpong terletak pada kelengkapan fasilitas serta integrasi antar pengembangan yang terus berkembang.
“Paramount Gading Serpong sudah menjadi pusat pertumbuhan dengan kelengkapan fasilitas. Selain itu, banyaknya pengembang di kawasan ini membuat pengembangan menjadi semakin terintegrasi dengan baik,” kata Ali kepada PropertiTerkini.com, belum lama ini.

Sejalan dengan itu, pengembangan kawasan juga dilakukan secara bertahap dengan pendekatan terintegrasi.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyampaikan bahwa setiap pengembangan di Paramount Gading Serpong dirancang untuk saling terhubung, baik dari sisi hunian, komersial, maupun fasilitas pendukung.
“Setiap pengembangan kawasan dirancang terintegrasi agar aktivitas penghuni dan pelaku usaha dapat berjalan lebih efisien dalam satu lingkungan yang saling terhubung,” ujarnya.
Baca Juga: Paramount Petals dan Momentum Baru Barat Jakarta: Ketika Konektivitas Menuju Realisasi
Kehadiran fasilitas tersebut membentuk ekosistem yang saling terhubung, di mana aktivitas tinggal, bekerja, hingga rekreasi dapat dilakukan dalam satu kawasan. Konsep ini yang kemudian dikenal sebagai city connected to everything, di mana berbagai kebutuhan dapat diakses dengan lebih praktis.
Aktivitas Kawasan Menguat, Ruang Usaha Ikut Berkembang
Seiring meningkatnya populasi dan mobilitas, aktivitas kawasan di Paramount Gading Serpong juga semakin dinamis. Hal ini terlihat dari berkembangnya berbagai titik komersial yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ketua DPD AREBI Banten, Vemby Intan, menyebut kawasan Serpong, termasuk Paramount Gading Serpong, masih menjadi salah satu destinasi utama properti di penyangga Jakarta.
“Serpong, termasuk Paramount Gading Serpong, masih menjadi salah satu tujuan utama properti di wilayah penyangga Jakarta. Hal ini didorong oleh perkembangan fasilitas yang pesat serta pertumbuhan kawasan komersial yang terus berlanjut,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat aktivitas membentuk efek berantai yang mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara keseluruhan.
Dalam konteks pasar, temuan Colliers Indonesia menunjukkan bahwa sektor ritel tetap berkembang, meskipun dengan pendekatan yang lebih selektif.
Menurut Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, tenant saat ini cenderung memilih lokasi dengan komunitas yang sudah terbentuk dan tingkat kunjungan yang stabil.

Seiring kebutuhan tersebut, pengembangan kawasan terpadu terus dilakukan untuk mendukung aktivitas yang semakin berkembang.
Termasuk area komersial di sisi selatan, mulai dari Pisa Grande-Sorrento, Maggiore, Aniva, Manhattan District, hingga Pasadena Central District, sebuah kawasan yang mengintegrasikan hunian dan komersial dalam satu ekosistem.
“Pengembangan kawasan komersial yang terintegrasi menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas usaha, terutama di kawasan Paramount Gading Serpong dengan populasi dan mobilitas yang tinggi,” tambah Chrissandy Dave.
Kawasan di Paramount Gading Serpong ini dirancang untuk mendukung aktivitas masyarakat secara lebih efisien, dengan berbagai fasilitas yang saling terhubung dalam satu area.
Konsep ini juga sejalan dengan pendekatan 10-minute city living, di mana berbagai kebutuhan dapat diakses dalam waktu yang relatif singkat.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





