BERITA TERKAIT

Recurring Income Jadi Tameng Paradise Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Paradise Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan 14 persen pada kuartal I-2026. Pendapatan berulang dari pusat komersial dan hotel menjadi penopang utama di tengah tekanan ekonomi global.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Bisnis pendapatan berulang atau recurring income kembali menjadi penopang utama kinerja PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global.

Pada kuartal I-2026, emiten berkode INPP tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp327 miliar atau tumbuh 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Kinerja Komersial Jadi Penopang Utama, Paradise Indonesia Tumbuh 14% di Kuartal I-2026

Kenaikan itu terutama ditopang lini bisnis komersial dan hospitality yang selama ini menjadi sumber recurring income perseroan. Dari total pendapatan kuartal pertama, kontribusi terbesar berasal dari bisnis komersial sebesar 48 persen, disusul hospitality 42 persen, dan penjualan properti 10 persen.

Chief Financial Officer dan Direktur INPP, Surina, mengatakan kondisi ekonomi saat ini memang masih penuh tekanan. Namun model bisnis berbasis recurring income membuat perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan.

“Q1 2026 ini masih bisa membukukan kenaikan revenue 14 persen. Walaupun kondisi makro saat ini masih penuh tekanan, recurring revenue menjadi salah satu faktor yang membuat pertumbuhan tetap kuat,” ujar Surina, dalam media gathering Paradise Indonesia di Harris Suites fX Sudirman, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Tak hanya pendapatan, laba operasional juga ikut meningkat. Paradise Indonesia mencatat EBITDA sebesar Rp101 miliar atau naik 20 persen secara tahunan dengan EBITDA margin mencapai 31 persen, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya sebesar 29 persen.

Baca Juga: Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Struktur: Bedah Strategi 4M di Balik Transformasi Paradise Indonesia

Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp44 miliar pada kuartal I-2026.

Hingga 2025 lalu, Paradise Indonesia tercatat telah memiliki 25 unit bisnis yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Portofolio tersebut mencakup pusat perbelanjaan, hotel, hingga proyek properti mixed-use.

“Jumlah itu belum termasuk Citadines Antasari Jakarta yang mulai beroperasi tahun lalu, serta dua proyek baru termasuk 23 Semarang yang akan segera diluncurkan dan 88 Plaza Balikpapan yang baru mulai dipasarkan,” ungkap Surina.

Recurring Income Paradise Indonesia Dinilai Lebih Stabil

Paradise Indonesia melalui 23 Paskal Shopping Center Bandung
23 Paskal Shopping Center di Bandung menjadi salah satu kontributor utama pendapatan komersial Paradise Indonesia. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

Di tengah perlambatan daya beli dan situasi global yang belum stabil, Paradise Indonesia menilai bisnis berbasis pendapatan berulang lebih mampu menjaga arus kas perusahaan.

Saat ini sekitar 80 hingga 90 persen pendapatan perseroan berasal dari aset recurring income seperti pusat perbelanjaan dan hotel. Strategi tersebut juga diperkuat dengan penambahan proyek baru hampir setiap tahun.

“Selain recurring revenue yang kuat, setiap tahun juga selalu ada tambahan proyek baru yang menopang pertumbuhan,” kata Surina.

Baca Juga: One Global Capital Tambah Portofolio Hotel AUD 25 Juta di Parramatta, Bidik Pasar Bisnis dan Liburan Sydney

Pada lini property sales, kontribusi terbesar masih berasal dari proyek Antasari Place yang hingga kini masih melakukan proses serah terima unit. Perseroan membukukan penjualan properti sebesar Rp34 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Manajemen juga mengaku mulai melakukan efisiensi operasional di berbagai unit bisnis untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.

“Semua unit bisnis mulai melakukan review efisiensi karena kondisi ke depan juga belum tahu akan seperti apa,” tambah Surina.

Paradise Indonesia Siapkan 23 Semarang

Desain kawasan mixed-use 23Semarang Shopping Center
Proyek 23Semarang yang mengintegrasikan pusat perbelanjaan dan hotel dalam satu kawasan ikonik. (Foto: Dok. INPP)

Di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih, Paradise Indonesia justru tetap melanjutkan ekspansi. Salah satu proyek yang akan segera dibuka adalah 23 Semarang.

Lifestyle mall tersebut dijadwalkan mulai menerima pengunjung pertama pada 23 Mei 2026 sebelum grand opening pada 13 Juni 2026. Proyek ini disebut akan menjadi salah satu lifestyle mall terbesar di Semarang.

Tingkat okupansi tenant bahkan sudah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen sebelum resmi beroperasi.

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo, mengatakan konsep proyek tersebut tidak lagi sekadar pusat belanja konvensional.

“Saya bukan bangun mall, saya bangunnya leisure destination,” kata Anthony.

Baca Juga: Aset Lelang BSI di Rumah123 Tawarkan Efisiensi Harga Hingga 79,6%, Solusi Jitu Dapat Hunian Murah

Konsep itu terlihat dari dominasi area F&B, ruang terbuka, hingga fasilitas skywalk yang dirancang menjadi daya tarik utama pengunjung.

Paradise Indonesia juga menyiapkan konektivitas menuju kawasan tersebut melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, termasuk penyediaan shuttle dan halte bus.

Mulai Garap Balikpapan Lewat 88 Plaza

transformasi 88 plaza balikpapan
Ilustrasi kawasan 88 Plaza Balikpapan yang dikembangkan dengan konsep low-density dan mixed-use untuk membangun ekosistem ekonomi terintegrasi. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

Selain Semarang, Paradise Indonesia juga mulai memperluas ekspansi ke Balikpapan melalui proyek 88 Plaza. Proyek tersebut menjadi pengembangan pertama perseroan di kota penyangga IKN itu.

Tahap awal proyek dimulai lewat peluncuran rumah toko (ruko) Ashton sebanyak 49 unit. Menurut Anthony, salah satu blok ruko langsung habis terjual pada hari pertama peluncuran.

Paradise Indonesia memilih pendekatan low-density development untuk proyek Balikpapan. Strategi ini dianggap lebih fleksibel dan bisa mengikuti penyerapan pasar.

“Membangun low-rise seperti ruko jauh lebih fleksibel dibanding mixed-use besar. Investasinya bisa bertahap mengikuti market,” ujar Anthony.

Baca Juga: Maison Aela Bali Dorong Transformasi Paradise Indonesia, Dari Lifestyle Destination ke Quiet Luxury

Ke depan, kawasan 88 Plaza seluas 8 hektar tersebut juga direncanakan berkembang dengan hotel dan area komersial lain secara bertahap.

Hotel Premium Masih Bertahan

Pada sektor hospitality, Paradise Indonesia mengakui segmen hotel bintang tiga mulai terdampak perlambatan ekonomi. Namun kondisi berbeda justru terjadi pada hotel premium dan luxury.

Anthony menyebut hotel bintang lima milik perseroan masih mencatat performa positif, termasuk Grand Hyatt Jakarta yang membukukan performa tertinggi sepanjang sejarah pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Menurutnya, pelemahan rupiah justru membuat destinasi wisata seperti Bali semakin menarik bagi wisatawan mancanegara.

The weaker the rupiah is, the cheaper Bali hotels become,” tegas Anthony.

Baca Juga: Dari Hype ke Ekosistem, Transformasi 88 Plaza Balikpapan di Tengah Pasar Properti yang Semakin Selektif

serah terima antasari place, apartemen jakarta selatan, Tampak gedung dan fasilitas kolam renang Citadines Antasari Place Jakarta.
Fasilitas kolam renang di Antasari Place Jakarta Selatan. (Dok. INPP)

Paradise Indonesia Mulai Integrasikan AI

Selain ekspansi proyek, Paradise Indonesia juga mulai mengintegrasikan artificial intelligence (AI) untuk mendukung operasional perusahaan.

Teknologi AI mulai digunakan untuk pengelolaan SOP internal hingga membantu proses desain dan rendering proyek.

Baca Juga: Lewat MoU dengan HIMPERRA, Fortress Siapkan 75 Ribu Pintu Baja untuk Rumah Subsidi di Jawa Tengah

“AI tidak akan mengambil pekerjaan, tapi orang yang bisa menggunakan AI akan mengambil pekerjaan orang yang tidak menggunakan AI,” tuntas Anthony.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page