BERITA TERKAIT

Beda Lokasi, Beda Kebutuhan: Mengenal Tiga Produk The Finest Commercial Selection Paramount Gading Serpong

Tiga produk komersial Paramount Gading Serpong menawarkan pilihan berbeda bagi pelaku usaha dan investor, di tengah pertumbuhan 707 bisnis baru sepanjang Januari–Juli 2026.

PropertiTerkini.com(PARAMOUNT GADING SERPONG) — Memilih properti komersial tidak selalu berhenti pada persoalan harga atau ukuran bangunan. Bagi pelaku usaha, lokasi, visibilitas, akses, karakter lingkungan, hingga potensi pasar di sekitar kawasan dapat menentukan bagaimana sebuah ruang usaha digunakan dan dikembangkan.

Pertimbangan tersebut menjadi konteks bagi Paramount Gading Serpong ketika menyiapkan The Finest Commercial Selection, yang diluncurkan pada Agustus 2026.

Baca Juga: Properti Komersial Gading Serpong Makin Jadi Magnet Bisnis

Program ini menghadirkan tiga pilihan area komersial, yakni Altadena Square, Maggiore Vibes, dan Pasadena Square South, dengan karakter lokasi yang berbeda. Ketiganya berada di sisi selatan Paramount Gading Serpong.

Perbedaan tersebut menarik karena ketiganya tidak sekadar menawarkan ruang usaha di kawasan yang sama. Masing-masing ditempatkan pada lingkungan dengan karakter traffic, captive market, dan pola aktivitas yang berbeda.

Tiga Produk, Tiga Karakter Lokasi

Perkembangan kawasan komersial Gading Serpong dalam beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan ruang usaha ikut semakin beragam. Kawasan yang sebelumnya identik dengan hunian kini memiliki berbagai pusat bisnis, F&B, lifestyle, pendidikan, kesehatan dan aktivitas lainnya.

Bagi Paramount Gading Serpong, kondisi tersebut menjadi dasar untuk menghadirkan produk komersial yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Baca Juga: Tumbuh 711%, Produk Komersial Maggiore @ Paramount Gading Serpong Jadi Rebutan Pasar

Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengatakan, “Peluncuran ‘The Finest Commercial Selection The Finest Commercial Selection memperkuat rangkaian produk komersial Paramount Gading Serpong yang hadir untuk mendukung pertumbuhan bisnis di kota mandiri Gading Serpong Tangerang, sekaligus menghadirkan diversifikasi produk yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan bisnis, mulai dari kuliner, lifestyle, jasa, hingga berbagai jenis bisnis lainnya. Pengembangan ini sejalan dengan konsep ‘Everything is Here’, yang menghadirkan ekosistem kota mandiri yang lengkap melalui integrasi hunian, area komersial, serta beragam fasilitas kota di Paramount Gading Serpong.”

Maggiore Vibes: Mengandalkan Visibilitas di Koridor Utama

Maggiore Vibes sebagai properti komersial Gading Serpong dengan deretan ruko modern dan area parkir luas
Maggiore Vibes, salah satu produk The Finest Commercial Selection Paramount Gading Serpong, mengandalkan visibilitas di koridor utama Gading Serpong–BSD. (Foto: Dok. Paramount Land)

Maggiore Vibes berada pada koridor utama Gading Serpong–BSD dengan orientasi langsung ke Boulevard Raya. Posisi tersebut memberikan karakter yang berbeda bagi bisnis yang membutuhkan visibilitas dan exposure tinggi.

Karakter seperti ini relevan terutama bagi bisnis yang mengandalkan kemudahan terlihat dari arus kendaraan maupun aktivitas di jalan utama. Dalam materi pengembangannya, Maggiore Vibes diarahkan untuk kebutuhan ritel premium, termasuk flagship store F&B berskala besar.

Posisinya juga berada di kawasan komersial yang telah berkembang di sisi selatan Gading Serpong. Koridor Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona hingga Aniva sebelumnya telah berkembang sebagai bagian dari commercial cluster yang membentuk aktivitas bisnis dan lifestyle kawasan.

Baca Juga: Mengintip Keunggulan Grand Boulevard Aniva, Gerbang Utama Koridor Bisnis Gading Serpong

Dari sisi produk, Maggiore Vibes membawa Classic Modern Facade, Gateless & Spacious Parking, serta Spacious Terrace. Kombinasi tersebut memperkuat karakter produk sebagai ruang usaha yang mengandalkan tampilan bangunan sekaligus ruang tambahan untuk aktivitas bisnis.

Dengan demikian, keunggulan Maggiore Vibes bukan hanya berada pada bangunan, tetapi pada hubungan antara produk dan koridor tempatnya berada.

Altadena Square: Mengandalkan Pasar dari Kawasan Hunian

Altadena Square sebagai properti komersial Gading Serpong dengan deretan ruko modern dan lingkungan mixed-use
Altadena Square menghadirkan pilihan properti komersial di Pasadena Central District dengan dukungan captive market dari kawasan hunian di sekitarnya. (Foto: Dok. Paramount Land)

Karakter berbeda ditawarkan Altadena Square yang berada di Pasadena Central District.

Kawasan ini dikembangkan sebagai bagian dari mixed-use district yang mengintegrasikan hunian dan komersial. Posisi Altadena Square juga memberikan akses terhadap captive market dari kawasan hunian di sekitarnya serta konektivitas menuju koridor Gading Serpong–BSD.

Model seperti ini membuat hubungan antara hunian dan komersial menjadi lebih dekat. Bisnis yang beroperasi tidak hanya mengandalkan konsumen yang datang dari luar kawasan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Baca Juga: Hampton @ Manhattan District Resmi Dibuka, Okupansi Tembus 81% di Gading Serpong

Perspektif tersebut sejalan dengan pandangan Martin Samuel Hutapea, Associate Director LEADS Property. Menurutnya, populasi dengan buying power memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menopang keberhasilan kawasan komersial karena permintaan berasal dari populasi dan daya beli.

“Justru populasi dengan buying power yang memadai lebih dilirik terlebih dahulu karena keberhasilan kawasan komersial akan disupport oleh permintaan,” kata Martin.

Dari sisi produk, Altadena Square menawarkan Gateless & Spacious Parking serta Wide Frontage – Fresh Look Facade. Dua elemen tersebut memperkuat aspek akses kendaraan dan tampilan depan bangunan.

Pasadena Square South: Membawa Konsep Walkable Retail

Pasadena Square South sebagai properti komersial Gading Serpong dengan konsep ruko modern dan aksesibilitas tinggi
Pasadena Square South menawarkan konsep walkable retail sebagai salah satu produk The Finest Commercial Selection Paramount Gading Serpong. (Foto: Dok. Paramount Land)

Sementara itu, Pasadena Square South hadir sebagai tipe baru yang dirancang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern.

Produk ini berada di Pasadena Central District dengan aksesibilitas tinggi dan pendekatan walkable retail, sehingga hubungan antara ruang usaha dan aktivitas pedestrian menjadi salah satu karakter yang ditawarkan.

Baca Juga: Victoria Business Loft Tawarkan Ruang Usaha Premium di Koridor Tersibuk Paramount Gading Serpong, Mulai Rp49 Miliar

Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan Pasadena Central District seluas sekitar 40 hektare, kawasan mixed-use yang mengintegrasikan area komersial dan hunian melalui konsep 10 Minutes City Living.

Kawasan ini mengusung pendekatan Everything is Here, dengan hunian, komersial, dan fasilitas kota berada dalam lingkungan yang saling terhubung. Grand Pasadena Village dan Altadena Residences, misalnya, berada dekat dengan Grand Boulevard Aniva serta pusat kuliner Aniva yang telah berkembang dengan beragam bisnis.

Bagi bisnis, pendekatan tersebut membuka kemungkinan terbentuknya traffic dari aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan, bukan semata dari konsumen yang datang dari luar.

Dari sisi produk, Pasadena Square South menawarkan Gateless & Spacious Parking, Alfresco Balcony, Wide Frontage – Fresh Look Facade, serta Connected Space for Business. Elemen tersebut memberikan karakter ruang yang lebih fleksibel untuk berbagai kebutuhan usaha.

Investor Mulai Melihat Lebih dari Sekadar Bangunan

Perbedaan karakter tiga produk tersebut juga sejalan dengan perubahan cara investor melihat properti komersial.

Martin mengatakan dalam sekitar lima tahun terakhir minat investor terhadap properti komersial di kota mandiri seperti Gading Serpong meningkat. Penyerapan tidak hanya terjadi pada ruko, tetapi juga loft dan kavling komersial yang kemudian digunakan untuk berbagai bisnis ritel.

Baca Juga: Ekosistem Kawasan Lengkap Makin Dicari, Paramount Gading Serpong Perkuat Integrasi Hunian dan Komersial

Menurutnya, Gading Serpong telah berkembang menjadi township yang padat dengan daya beli tinggi serta fungsi penunjang yang lengkap, mulai dari hunian, ritel, olahraga, kesehatan, sekolah hingga perkantoran.

“Gading Serpong secara keseluruhan telah menjadi township yang padat, berdaya beli tinggi, memiliki semua fungsi penunjang aktivitas dan tertata rapi,” ujar Martin.

Kondisi tersebut membuat keputusan terhadap properti komersial semakin berkaitan dengan konteks kawasan. Sebuah ruang usaha berada di lokasi yang sudah memiliki aktivitas berbeda dengan ruang usaha yang masih menunggu terbentuknya pasar.

Bisnis Bergerak ke Selatan Gading Serpong, Peluang Investasi Terbuka

properti komersial Gading Serpong di kawasan Maggiore yang ramai kendaraan
Kawasan Maggiore merupakan salah satu pusat bisnis di Paramount Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan BSD dan memiliki aktivitas kendaraan yang tinggi. (Foto drone: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Pertumbuhan tersebut terlihat dari aktivitas bisnis yang terus bertambah. Sebanyak 707 bisnis baru tercatat bergabung di kawasan komersial Paramount Gading Serpong sepanjang Januari–Juli 2026. Bahkan, 104 bisnis baru masuk hanya dalam satu bulan, Juli 2026.

Data Retail Business Research Paramount Land ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa permintaan terhadap ruang komersial di kawasan masih bergerak aktif.

Martin melihat perkembangan komersial Gading Serpong dalam beberapa tahun ke depan masih akan diwarnai bisnis ritel berbasis F&B, sport, wellness, entertainment, dan groceries. Ia juga melihat arah pertumbuhan semakin bergerak ke selatan, mengikuti koridor Boulevard yang menghubungkan Gading Serpong dengan BSD.

Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar

Bagi calon investor, kondisi tersebut membuat faktor harga beli dan lokasi menjadi penting. Martin menilai harga beli produk komersial sangat menentukan karena investor perlu mempertimbangkan peluang penyewaan maupun potensi penjualan kembali. Harga awal yang terlalu tinggi dapat membatasi ruang pertumbuhan capital gain.

Dalam konteks itu, harga mulai Rp2,3 miliar yang ditawarkan dalam The Finest Commercial Selection menjadi salah satu daya tarik untuk diperhitungkan. Terlebih, kisaran harga tersebut berada di tengah ekosistem komersial yang sudah aktif, didukung captive market, konektivitas Gading Serpong–BSD, serta arah pertumbuhan bisnis yang semakin kuat ke sisi selatan.

Dengan demikian, bagi calon pembeli, nilai produk tidak hanya terletak pada bangunan yang diperoleh, tetapi juga pada titik masuk investasi, lokasi, traffic, dan potensi pertumbuhan kawasan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page