BERITA TERKAIT

Properti Komersial Gading Serpong Makin Jadi Magnet Bisnis

Masuknya 707 bisnis baru sepanjang Januari–Juli 2026 memperlihatkan semakin kuatnya aktivitas ekonomi Gading Serpong. Pertumbuhan kawasan, captive market, konektivitas, dan perubahan gaya hidup menjadi faktor yang ikut mengerek daya tarik properti komersial.

PropertiTerkini.com(PARAMOUNT GADING SERPONG) — Properti komersial Gading Serpong semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak aktivitas ekonomi kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini berkembang dari lingkungan hunian menjadi kota mandiri dengan ekosistem bisnis, F&B, lifestyle, pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas pendukung yang semakin lengkap.

Perkembangan tersebut tercermin dari masuknya 707 tenant baru ke kawasan komersial Paramount Gading Serpong sepanjang Januari hingga Juli 2026. Bahkan, sebanyak 104 bisnis baru tercatat bergabung hanya dalam Juli 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas bisnis dan kebutuhan ruang komersial di kawasan tersebut.

Baca Juga: Hampton @ Manhattan District Resmi Dibuka, Okupansi Tembus 81% di Gading Serpong

Pertumbuhan ini juga memperkuat peran sisi selatan Gading Serpong sebagai salah satu magnet ekonomi baru di Tangerang Raya. Koridor komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona hingga Aniva berkembang dengan tenant dari berbagai kategori, mulai dari F&B, kafe, bakery, kecantikan, wellness, pendidikan, otomotif, jasa hingga retail.

Paramount Land memosisikan perkembangan koridor tersebut sebagai bagian dari transformasi Gading Serpong menjadi destinasi komersial dengan daya jangkau yang semakin luas, termasuk dari kawasan Jabodetabek.

Properti Komersial Gading Serpong Ditopang Captive Market

Bertambahnya tenant dalam jumlah besar tidak berdiri sendiri. Salah satu faktor yang membuat kawasan kota mandiri menarik bagi bisnis adalah keberadaan pasar yang sudah terbentuk di sekitarnya.

Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengatakan pertumbuhan bisnis di sisi selatan Paramount Gading Serpong ditopang captive market organik dari puluhan klaster hunian.

“Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat, didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, melainkan tersebar merata di hampir seluruh kawasan, menjadikan area ini semakin bersinar dan berkembang sebagai magnet ekonomi baru yang menarik pengunjung dalam skala regional, dari Tangerang, Jabodetabek, hingga luar Pulau Jawa,” ujar Ferry.

Baca Juga: Victoria Business Loft Tawarkan Ruang Usaha Premium di Koridor Tersibuk Paramount Gading Serpong, Mulai Rp49 Miliar

Pola seperti ini menjadi salah satu karakter penting kota mandiri. Ketika hunian, pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang komersial dan fasilitas gaya hidup berkembang dalam satu ekosistem, kebutuhan terhadap layanan dan aktivitas bisnis ikut meningkat.

Bagi pelaku usaha, keberadaan pasar di sekitar lokasi menjadi faktor yang tidak kalah penting dibanding sekadar bentuk bangunan atau harga properti.

Dari Commercial Cluster hingga Ekosistem Kota yang Matang

Pertumbuhan kawasan komersial Gading Serpong juga berlangsung melalui sejumlah commercial cluster yang tersebar di berbagai titik.

Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona dan Aniva menjadi bagian dari koridor komersial di sisi selatan kawasan. Di area yang lebih luas, terdapat pula Manhattan District, commercial hub seluas sekitar 22 hektare, yang berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi, sosial dan lifestyle kawasan.

Dengan pola tersebut, aktivitas komersial tidak hanya bergantung pada satu pusat keramaian. Berbagai titik usaha saling melengkapi dan membentuk jaringan aktivitas yang lebih luas.

Baca Juga: Membangun Kota Masa Depan Dimulai dari Pengelolaan Kawasan, Ini Konsep Modern Living Paramount Petals

Ekosistem kawasan juga didukung berbagai fasilitas kota, antara lain Pasar Modern Paramount Gading Serpong, Atria Hotel Gading Serpong, Bethsaida Hospital, fasilitas pendidikan seperti Matana University, hingga Gading Raya Golf Club.

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari established ecosystem yang menopang aktivitas penghuni sekaligus menciptakan potensi traffic bagi area komersial di sekitarnya.

Konektivitas Gading Serpong–BSD Memperluas Jangkauan Pasar

Selain captive market, aksesibilitas menjadi faktor penting dalam perkembangan properti komersial Gading Serpong.

Kawasan Paramount Gading Serpong, khususnya pengembangan di sisi selatan, berada pada koridor yang terhubung dengan akses baru Gading Serpong–BSD. Pasadena Central District memiliki posisi yang terhubung langsung dengan dua dari tiga akses jalan baru Gading Serpong–BSD.

Konektivitas tersebut membuat batas antarkawasan semakin cair. Bagi pelaku usaha, dampaknya bukan sekadar waktu tempuh yang lebih pendek, tetapi juga potensi perluasan jangkauan konsumen.

Baca Juga: Ekosistem Hunian dan Komersial Terpadu Jadi Kekuatan Paramount Gading Serpong

Ferry mengatakan salah satu penentu keberhasilan investasi properti komersial adalah konektivitas dan perputaran traffic.

“Paramount Gading Serpong mengembangkan kawasan komersial berdasarkan riset perilaku konsumen dan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu penentu keberhasilan investasi properti komersial adalah adanya konektivitas dan perputaran traffic,” kata Ferry.

Menurut dia, konektivitas akses jalan baru Gading Serpong–BSD dan konsep 10 Minutes City Living membuat bisnis F&B dan retail di kawasan tersebut memiliki daya jangkau pasar yang lebih luas.

“Kami tidak hanya menjual ruang usaha, tetapi juga melakukan kurasi lokasi terbaik dan aksesibilitas yang siap menangkap daya beli tinggi dari berbagai kawasan Jabodetabek hingga luar Jawa,”jelasnya.

properti komersial Gading Serpong di kawasan Maggiore yang ramai kendaraan
Kawasan Maggiore merupakan salah satu pusat bisnis di Paramount Gading Serpong yang berbatasan langsung dengan BSD dan memiliki aktivitas kendaraan yang tinggi. (Foto drone: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Ketika Hunian dan Komersial Terhubung dalam 10 Menit

Konsep konektivitas tersebut kemudian diterapkan lebih jauh melalui Pasadena Central District, kawasan mixed-use seluas sekitar 40 hektare yang mengintegrasikan hunian dan komersial.

Kawasan ini mengusung konsep “10 Minutes City Living”, dengan gagasan bahwa kebutuhan harian penghuni dapat dijangkau dalam waktu singkat tanpa harus keluar jauh dari lingkungan tempat tinggal.

Dalam konsep yang ditawarkan Paramount Land, penghuni kawasan dapat memiliki akses yang dekat menuju fasilitas kota, anchor tenant dan pusat kuliner di sekitar Grand Boulevard Aniva. Bahkan, sejumlah hunian premium di Pasadena Central District dirancang berdekatan dengan area komersial dan lifestyle.

Baca Juga: Potensi Properti Komersial di Paramount Gading Serpong Masih Besar, Didukung Pasar yang Terus Bertumbuh

Konsep tersebut menunjukkan perubahan cara kawasan komersial dikembangkan. Traffic tidak selalu harus bergantung pada konsumen yang datang dari luar. Sebagian dapat terbentuk secara organik dari masyarakat yang tinggal, bekerja dan beraktivitas di dalam maupun sekitar kawasan.

Dalam konteks kota mandiri, kedekatan tersebut juga dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih efisien sekaligus memperkuat hubungan antara hunian dan ruang usaha.

Properti Komersial Makin Mengandalkan Pengalaman Kawasan

Perubahan lain yang terlihat di Gading Serpong adalah semakin beragamnya fungsi ruang komersial.

Koridor komersial di sisi selatan kawasan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga berkembang sebagai ruang kuliner, pertemuan, lifestyle dan interaksi sosial. Pengembangan commercial strip dan pedestrian walk yang lebih nyaman ikut membentuk lingkungan yang lebih walkable.

Bagi pelaku usaha, konsep kawasan seperti ini menjadi semakin penting karena konsumen tidak hanya mencari produk atau jasa, tetapi juga pengalaman ketika berada di suatu lokasi.

Baca Juga: Semangat Kemerdekaan, Paramount Petals Perkuat Kolaborasi dengan Penghuni dan Masyarakat Sekitar

Pandangan tersebut sejalan dengan Abuy Tjia, Owner ERA Fiesta Group. Menurutnya, konsep komersial yang menggabungkan fungsi bisnis, gaya hidup dan komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam menarik pengunjung maupun investor.

“Ya betul sekali, konsep itu sangat penting,” kata Abuy.

Ia melihat pertumbuhan kawasan seperti Gading Serpong, Serpong dan BSD masih memiliki prospek dalam jangka panjang karena didukung perkembangan kota mandiri dan semakin lengkapnya fasilitas.

“Serpong dan Gading Serpong merupakan kawasan yang maju dalam 10 sampai 20 tahun ke depan, bertumbuhnya semua bisnis ada di sini,” ujarnya.

Lokasi dan Perkembangan Wilayah Tetap Jadi Pertimbangan

Bagi konsumen properti komersial, lokasi tetap menjadi salah satu pertimbangan utama.

Abuy mengatakan perkembangan wilayah menjadi faktor yang sangat diperhatikan ketika konsumen memutuskan membeli atau berinvestasi pada properti komersial.

Baca Juga: Mengurai Konsep American Classic dan Aksesibilitas Klaster Mimosa Paramount Petals

“Tentunya lokasi dan perkembangan wilayah tersebut,” imbuhnya.

Ia juga melihat permintaan terhadap ruko di kawasan Tangerang dan Serpong masih tinggi, seiring berkembangnya kota mandiri dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Menurut Abuy, tipe komersial seperti studio loft masih memiliki peminat yang tinggi. Dari sisi harga, kisaran ruko yang banyak diminati berada di rentang sekitar Rp3 miliar hingga Rp8 miliar, dengan karakter produk, lokasi dan ukuran sebagai faktor pembeda.

Perspektif tersebut memberikan gambaran bahwa daya tarik properti komersial tidak semata ditentukan oleh produk bangunannya. Perkembangan wilayah dan ekosistem di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam keputusan pasar.

Dalam Waktu Dekat, The Finest Commercial Selection Hadir

Pertumbuhan aktivitas bisnis tersebut menjadi konteks bagi Paramount Gading Serpong untuk menyiapkan pengembangan komersial berikutnya.

Baca Juga: Perkuat Akses Mobilitas Penghuni, Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus ke Jakarta dan sekitarnya

Dalam waktu dekat, Paramount Gading Serpong akan meluncurkan The Finest Commercial Selection, yang menghadirkan tiga pilihan area komersial, yakni Altadena Square, Maggiore Vibes, dan Pasadena Square South. Program tersebut menawarkan pilihan properti komersial dengan harga mulai dari Rp2,3 miliar.

Ketiga area tersebut berada di koridor Gading Serpong–BSD dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan komersial yang tengah bertumbuh. Masing-masing memiliki karakter lokasi dan konsep yang berbeda, sejalan dengan kebutuhan bisnis yang semakin beragam.

Pasadena Central District kawasan properti komersial Gading Serpong seluas 40 hektare
Pasadena Central District merupakan kawasan pengembangan baru yang memadukan area komersial dan hunian dalam kawasan seluas sekitar 40 hektare. Di kawasan ini juga akan dibangun dua produk komersial, yakni Altadena Square dan Pasadena Square South. (Foto drone: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Maggiore Vibes berada pada koridor Boulevard Raya Gading Serpong–BSD dengan orientasi langsung ke jalan utama, sehingga ditujukan bagi kebutuhan bisnis yang memerlukan visibilitas tinggi.

Altadena Square berada di dalam Pasadena Central District dengan dukungan captive market dari kawasan hunian di sekitarnya serta konektivitas menuju akses Gading Serpong–BSD.

Sementara Pasadena Square South merupakan tipe baru yang dirancang untuk kebutuhan bisnis modern dengan pendekatan walkable retail dan aksesibilitas tinggi.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari langkah Paramount Gading Serpong menangkap pertumbuhan ekosistem bisnis yang telah terbentuk di kawasan. Pengembangan produk komersial juga disebut dilakukan dengan mempertimbangkan riset perilaku konsumen dan kebutuhan pelaku usaha, termasuk aspek lokasi, konektivitas dan traffic.

Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar

Dengan demikian, The Finest Commercial Selection belum menjadi akhir dari cerita pertumbuhan komersial Gading Serpong, melainkan salah satu pengembangan yang disiapkan untuk mengikuti dinamika pasar yang terus bergerak.

Bagi pasar properti komersial, perkembangan Gading Serpong menunjukkan bahwa nilai sebuah ruang usaha semakin erat dengan ekosistem di sekitarnya. Lokasi, akses, captive market, tenant mix dan fasilitas kota menjadi bagian penting yang menentukan daya tarik sebuah kawasan

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page