PropertiTerkini.com, (PARAMOUNT GADING SERPONG) — Paramount Gading Serpong resmi meluncurkan Victoria Business Loft di Victoria Central District (VCD), kawasan bisnis premium baru yang berada di salah satu koridor tersibuk di Gading Serpong.
Produk komersial ini dipasarkan mulai Rp49,4 miliar per unit dan menjadi bagian dari strategi Paramount Land dalam memperkuat ekosistem bisnis di kawasan yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi Tangerang Raya.
Peluncuran Victoria Business Loft dilakukan bersamaan dengan Oxford Square–YOSECA Loft, produk komersial berkonsep fleksibel yang ditawarkan mulai Rp7 miliar.
Keduanya hadir di Victoria Central District, kawasan yang berlokasi tepat menghadap Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 meter dan dikelilingi berbagai pusat aktivitas masyarakat.
Mulai dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, Pasar Modern Paramount, area perkantoran, hotel, universitas, sekolah hingga puluhan klaster hunian aktif berada dalam radius yang relatif dekat.
Posisi tersebut membuat kawasan memiliki lalu lintas yang tinggi sekaligus captive market yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan Victoria Central District berada di kawasan yang sudah matang dan berkembang selama lebih dari satu dekade.
Menurutnya, area tersebut merupakan bagian dari koridor utama yang menjadi penghubung berbagai kawasan di Gading Serpong. Berbeda dengan proyek komersial baru yang masih membutuhkan waktu membangun trafik, Victoria Central District berada di lokasi yang telah aktif dilalui masyarakat sejak lebih dari 15 tahun lalu.
Baca Juga: Victoria Central District, Babak Baru Kawasan Komersial di Boulevard Gading Serpong
“Kalau Victoria Central District, kami bahkan sudah tidak melakukan traffic count lagi karena lokasinya sudah sangat matang. Hampir semua orang yang menuju berbagai area di Gading Serpong akan melewati koridor ini,” katanya kepada media di Marketing Gallery Victoria Central District, Paramount Gading Serpong, Senin (22/6/2026).
Ditopang Pertumbuhan Bisnis dan Mobilitas Kawasan
Optimisme Paramount Land terhadap pengembangan Victoria Central District tidak lepas dari pertumbuhan aktivitas ekonomi yang terus terjadi di Gading Serpong.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menjelaskan bahwa pengembangan Victoria Central District merupakan bagian dari konsep kota mandiri “Everything is Here” yang selama ini menjadi landasan pengembangan Paramount Gading Serpong.
Konsep tersebut menekankan keterhubungan antara kawasan hunian, komersial, pendidikan, kesehatan, hiburan, hingga pusat bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Menurutnya, Paramount Land tidak hanya membangun produk properti, tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Kehadiran berbagai fasilitas dan aktivitas dalam satu kawasan menjadi faktor yang mendorong lahirnya bisnis-bisnis baru serta menjaga tingkat kunjungan dan mobilitas masyarakat.
“Everything is Here berarti seluruh kebutuhan masyarakat tersedia dalam satu kawasan yang terintegrasi. Dari situlah ekosistem bisnis terbentuk dan terus bertumbuh,” ujarnya.
Lebih lanjut Norman menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat sekitar 1.464 bisnis baru yang tumbuh di kawasan Gading Serpong atau rata-rata 122 bisnis setiap bulan.
Tren tersebut berlanjut pada Januari hingga Mei 2026 dengan tambahan sekitar 700 bisnis baru, setara rata-rata 140 bisnis per bulan. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan rata-rata bulanan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Ekosistem Hunian dan Komersial Terpadu Jadi Kekuatan Paramount Gading Serpong
Mayoritas usaha baru berasal dari sektor makanan dan minuman (F&B), yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi di kawasan.
Dari sisi populasi, Paramount Gading Serpong saat ini dihuni sekitar 70.000 penduduk dengan pertumbuhan sekitar 5 persen per tahun. Jika dikombinasikan dengan kawasan pengembang lain di sekitarnya, potensi pasar yang dilayani kawasan ini menjadi jauh lebih besar.
Sementara itu, survei lalu lintas oleh internal Paramount Land pada tahun 2024 mencatat volume kendaraan yang melintas di kawasan Gading Serpong mencapai sekitar 610.000 kendaraan per hari. Pada jam sibuk pagi dan sore, jumlah kendaraan dapat mencapai sekitar 46.000 unit.
Menurut Norman, Paramount tidak hanya mengandalkan pertumbuhan penghuni internal, tetapi juga membangun kawasan sebagai tujuan regional yang dapat diakses dari berbagai kota dan kawasan sekitar.
“Target kami bukan hanya penghuni yang ada di sini, tetapi menjadi regional destination. Karena itu kami terus membuka konektivitas dan akses ke berbagai kawasan di sekitarnya,” tegasnya.
Baca Juga: Matera Lakeside Gading Serpong Diluncurkan, 25 Rumah Premium di Tepi Danau Cihuni Mulai Rp6,9 Miliar
Victoria Business Loft, Produk Komersial Premium yang Langka

Victoria Business Loft menjadi produk utama yang diperkenalkan di Victoria Central District. Paramount Land hanya memasarkan 10 unit pada tahap awal dari total 18 unit yang direncanakan.
Dirancang oleh konsultan arsitektur Aboday, bangunan ini mengusung konsep Urban Lantern Facade dengan material semi transparan dan pencahayaan khusus yang menciptakan tampilan ikonik pada malam hari.
Produk ini memiliki bangunan setinggi 6,5 lantai ditambah semi-basement dengan ukuran unit 12×20 meter hingga 14×20 meter.
Luas bangunan mencapai sekitar 1.500 hingga 1.700 meter persegi, menjadikannya salah satu business loft terbesar yang pernah dikembangkan Paramount Land di Gading Serpong.
Fasilitas yang disediakan antara lain private lift, rooftop lounge, basement parking eksklusif, AC cassette di setiap lantai, IP CCTV, grease trap individual, serta sistem filter air bersih.
Baca Juga: Di Tengah Paramount Gading Serpong yang Vibrant, Hunian Tepi Danau Jadi Oase Baru
Chrissandy Dave menilai pasar properti premium masih memiliki permintaan yang baik selama produk yang ditawarkan memiliki keunikan dan kelangkaan yang jelas.
Hal tersebut, menurutnya, tercermin dari penjualan Matera Lakeside yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu. Seluruh unit lake view dengan harga di atas Rp10 miliar terjual habis dalam waktu sekitar dua setengah minggu.
Oxford Square–YOSECA Loft Lengkapi Ekosistem Bisnis
Selain Victoria Business Loft, Paramount juga menghadirkan Oxford Square–YOSECA Loft yang ditawarkan mulai Rp7 miliar.
Produk ini mengusung konsep YOSECA atau Your Own Style Expandable Commercial Area, yang memungkinkan pemilik menyesuaikan ruang usaha sesuai kebutuhan bisnis.
Unit memiliki ukuran 5×17 meter dengan empat lantai dan luas bangunan sekitar 300 meter persegi.
Baca Juga: Paramount Petals Ramaikan Akhir Pekan dengan Music Wonderland dan PoundFit
Lokasinya berada di area belakang Victoria Central District dan terhubung langsung dengan Pasar Modern Paramount Gading Serpong melalui akses ganda.
Setiap unit dilengkapi AC di setiap lantai, IP CCTV, communal grease trap, serta sistem filtrasi air bersih.
Kawasan ini juga akan diperkuat kehadiran GrandLucky Superstore yang diposisikan sebagai anchor tenant utama.
Kehadiran GrandLucky diharapkan menjadi magnet aktivitas sekaligus memperkuat daya tarik komersial Victoria Central District dalam jangka panjang.

DP 15 Persen, Cicilan 36 Bulan
Untuk mendukung penjualan, Paramount Land menyiapkan sejumlah skema pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan investor dan pelaku usaha.
Khusus Victoria Business Loft, tersedia program KPR maupun tunai bertahap dengan uang muka 15 persen dan tenor hingga 36 bulan untuk kuota tertentu (4 unit tahap pertama).
Dengan skema tersebut, pembeli produk seharga sekitar Rp49,4 miliar dapat mencicil di kisaran Rp220 juta per bulan selama masa pembangunan.
Sedangkan untuk Oxford Loft, tersedia cara pembayaran Supercash, Tunai Keras = KPR DP 5% 3x, Tunai Keras = Tunai Bertahap DP 10% 1x Tenor 18x, dan harga khusus Tunai Bertahap Tanpa DP 120x.
Tersedia promo free IPKL untuk Victoria Business Loft selama 24 bulan, serta Oxford Square – YOSECA Loft selama 12 bulan
Menurut Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, pola pembayaran tersebut dirancang berdasarkan pengalaman penjualan produk business loft sebelumnya.
Baca Juga: Jalan Baru Paramount Petals Mulai Dimanfaatkan Warga, Mobilitas Curug Kian Mudah
“Kami belajar dari penjualan business loft sebelumnya. Banyak konsumen sebenarnya tidak keberatan membeli produk dengan nilai besar, tetapi mereka lebih memilih menjaga likuiditas selama masa pembangunan. Karena itu kami menawarkan skema pembayaran yang lebih ringan di awal, sehingga ketika bangunan mendekati selesai, mereka bisa langsung memanfaatkan aset tersebut untuk operasional maupun investasi,” terang Ferry John.


Paramount menemukan bahwa banyak pembeli dari kalangan korporasi dan pebisnis cenderung menunda pengeluaran dana besar hingga bangunan mendekati tahap serah terima.
Untuk tahun ini, Paramount Land menargetkan penjualan empat unit Victoria Business Loft atau setara sekitar Rp200 miliar. Sementara Oxford Square–YOSECA Loft ditargetkan dapat terserap seluruhnya selama periode pemasaran.
Victoria Business Loft mulai dipasarkan sejak 23 Juni 2026, sedangkan Oxford Square–YOSECA Loft dibuka untuk penjualan pada 26 Juni hingga 27 Juli 2026.
Baca Juga: Indica Grande Paramount Petals Buka Peluang Bisnis Baru di Kota Mandiri Barat Jakarta
Dengan kombinasi lokasi strategis, captive market yang telah terbentuk, serta dukungan ekosistem bisnis yang terus berkembang, Victoria Central District diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas komersial baru di jantung Gading Serpong.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





