BERITA TERKAIT

Penjualan BLES Naik 33% pada Semester I-2026, Efisiensi Jadi Mesin Pertumbuhan

Produsen bata ringan Blesscon dan Superiore Block membukukan penjualan Rp848 miliar dengan laba bersih melonjak 17 kali lipat. Penguatan kapasitas produksi, efisiensi energi, dan ekspansi jaringan pabrik menjadi pendorong utama kinerja.

PropertiTerkini.com(SURABAYA) — Penjualan PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kapasitas produksi dan efisiensi operasional. Produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block, membukukan penjualan sebesar Rp848 miliar, naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut ikut mendongkrak laba bersih perusahaan menjadi Rp147 miliar, atau melonjak sekitar 17 kali lipat dibanding semester I-2025 yang tercatat Rp8 miliar.

Baca Juga: BLES Optimistis Permintaan Bata Ringan Meningkat, Andalkan Kapasitas Produksi 5,6 Juta m³

Di sisi operasional, volume produksi juga meningkat 17% menjadi sekitar 1,83 juta meter kubik, mencerminkan tingginya utilisasi fasilitas produksi sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan tersebut hadir di tengah masih tingginya kebutuhan material konstruksi, khususnya untuk pembangunan perumahan, kawasan komersial, hingga proyek infrastruktur.

Bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) masih menjadi salah satu material yang banyak dipilih karena bobotnya lebih ringan, pemasangan lebih cepat, serta mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan konstruksi.

Efisiensi Operasional dan Jaringan Produksi Perkuat Kinerja BLES

Selain didukung peningkatan permintaan, BLES juga menempatkan efisiensi operasional sebagai strategi utama dalam menjaga profitabilitas.

Salah satu langkah yang dijalankan adalah optimalisasi penggunaan energi melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di fasilitas produksi Lamongan, Sragen, dan Banjarnegara.

Baca Juga: KOHLER Optimistis Pasar Indonesia, Pabrik Cikarang Kini Layani Ekspor

Hingga akhir 2025, kapasitas PLTS Atap perusahaan telah mencapai 2.545 kWp dan ditargetkan meningkat menjadi 4.370 kWp pada akhir 2026. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan dalam kegiatan produksi.

Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan perseroan akan terus menjaga pertumbuhan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi.

“Ke depan, Perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional. Sejalan dengan itu, Perseroan juga akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Andrew.

Baca Juga: RB SHERA Perkenalkan MAESTRO, Lantai Bertekstur Kayu Tahan Api Bersertifikasi Fire Rated A1

Saat ini BLES mengoperasikan enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara dengan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Jaringan tersebut menjadikan perusahaan sebagai salah satu produsen bata ringan terbesar di Indonesia.

Sebaran pabrik di sejumlah wilayah strategis memberi keuntungan dari sisi distribusi karena mampu mendekatkan pasokan ke berbagai pasar regional. Model produksi seperti ini juga berpotensi mengurangi biaya logistik sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan proyek konstruksi.

Bagi industri properti, keberadaan jaringan produksi yang luas menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan material bangunan ketika aktivitas pembangunan meningkat.

Baca Juga: Jendela Aluminium Premium Kian Dilirik untuk Hunian Modern, Ini Tren yang Mendorongnya

Pasar Properti Masih Menjadi Penopang

Pabrik BLES sebagai fasilitas produksi bata ringan berkapasitas 5,6 juta meter kubik per tahun
Fasilitas produksi PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) yang mendukung kapasitas produksi bata ringan hingga 5,6 juta meter kubik per tahun. Jaringan pabrik strategis ini memperkuat pasokan material konstruksi untuk sektor properti, industri, dan infrastruktur. (Foto: Dok. BLES)

Prospek industri bata ringan tetap berkaitan erat dengan perkembangan sektor properti nasional. Permintaan berasal dari pembangunan rumah tapak, apartemen, kawasan industri, hingga proyek infrastruktur pemerintah.

Di sisi lain, pengembang kini semakin mempertimbangkan material yang mampu memberikan efisiensi biaya konstruksi sekaligus mendukung target pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Tren tersebut membuka ruang pertumbuhan bagi produsen material yang memiliki kapasitas produksi besar, jaringan distribusi kuat, serta investasi pada teknologi hemat energi.

Baca Juga: Lewat FORTRESS dan MEVVAH, JBS Perkasa Tawarkan Solusi Hunian Terintegrasi di IndoBuildTech 2026

Selain ekspansi bisnis, BLES juga menjalankan program tanggung jawab sosial melalui dukungan terhadap pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Mojokerto sejak 2024. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi aspek sosial dalam strategi keberlanjutan perusahaan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page