BERITA TERKAIT

Baterai Bekas Jangan Asal Buang, Ini Cara Kelolanya

Baterai yang sudah habis masa pakainya termasuk limbah elektronik yang perlu dikelola secara tepat. Mulai dari memilih baterai rechargeable hingga menyalurkannya melalui program BISA BAIK AZKO, berikut langkah yang bisa dilakukan.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Baterai bekas jangan asal buang. Benda kecil yang digunakan pada remote control, jam, mouse, senter hingga mainan tersebut termasuk bagian dari limbah elektronik yang perlu mendapat penanganan khusus setelah masa pakainya berakhir.

AZKO mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola baterai, mulai dari memilih baterai yang dapat digunakan kembali, memperpanjang masa pakai, hingga menyalurkan baterai yang sudah tidak terpakai melalui jalur pengelolaan sampah elektronik yang sesuai.

Baca Juga: Sungrow Luncurkan Baterai Rumah SBS050 5 kWh: Berukuran Kecil, Solusi Efisien Disaat Pemadaman Listrik

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya AZKO, brand di bawah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI/ACES), untuk mendorong kebiasaan penggunaan produk yang lebih bertanggung jawab.

Baterai Bekas Mengandung B3

Baterai yang sudah tidak digunakan bukan sekadar sampah rumah tangga biasa. Dikutip dalam pernyataan resmi AZKO, disebutkan bahwa baterai sebagai bagian dari sampah elektronik mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

AZKO merujuk Permen LHK No. 9 Tahun 2024 yang mencantumkan baterai sel kering lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai contoh barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.

Karena itu, baterai bekas perlu dipilah dan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai, bukan dibuang bersama sampah rumah tangga.

Baca Juga: Mengurai Teknologi EcoStruxure Schneider Electric: Strategi Gedung Komersial Pangkas Biaya Listrik 30 Persen

Siaran pers tersebut juga mengutip laporan World Health Organization (WHO), Throwing Away Our Health (2025). Dalam laporan itu, baterai disebut sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk timbal, merkuri, lithium, dan kadmium.

Jika tidak dikelola dengan tepat, bahan-bahan tersebut dapat terlepas ke lingkungan dan berpotensi mencemari udara, tanah, serta air.

Paparan terhadap bahan berbahaya dari e-waste juga disebut berkaitan dengan gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.

Pilih Baterai Rechargeable untuk Penggunaan Rutin

Salah satu cara mengurangi timbulan limbah baterai adalah mengurangi penggunaan baterai sekali pakai. Untuk perangkat yang digunakan secara rutin, baterai rechargeable dapat menjadi pilihan karena dapat diisi ulang dan digunakan kembali.

Baca Juga: Recurring Income 71%, Paradise Indonesia Tebar Dividen Rp50,32 Miliar

AZKO menyediakan KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh. Produk tersebut memiliki tingkat pengosongan daya yang rendah, masa simpan hingga lima tahun, serta bebas kadmium dan merkuri.

Dengan ukuran AA, baterai ini kompatibel dengan berbagai perangkat sehari-hari, seperti remote control, jam, mainan anak, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter, hingga peralatan rumah tangga.

Penggunaan baterai yang dapat diisi ulang berulang kali dapat mengurangi frekuensi pembelian baterai sekali pakai. Dampaknya, jumlah baterai yang berpotensi menjadi limbah juga dapat ditekan.

Cek Kondisi Baterai Sebelum Menggantinya

Tidak semua baterai yang sudah lama digunakan harus langsung dibuang. Kondisinya dapat diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui apakah baterai masih dapat digunakan atau memang sudah perlu diganti.

Baca Juga: Orchard Road Punya Hotel Baru, The Hari Singapore Hadir 2027

Untuk kebutuhan tersebut, AZKO menyediakan KRISBOW Baterai Tester yang kompatibel dengan baterai AA, AAA, C, D, dan 9V.

Alat ini dilengkapi pointer dan skala tiga warna yang membantu menunjukkan kondisi baterai, mulai dari masih baik, memiliki daya lemah, hingga sudah perlu diganti.

Kebiasaan memeriksa baterai sebelum menggantinya dapat membantu menghindari pembuangan baterai yang sebenarnya masih memiliki daya.

Gunakan Charger untuk Memperpanjang Masa Pakai

Pengguna baterai rechargeable juga perlu memperhatikan proses pengisian. AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus.

Baca Juga: Lautan Luas dan Greenvolt Power Indonesia Perkuat Transisi Energi Terintegrasi

Charger tersebut dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai sudah penuh. Tersedia pula indikator LED untuk memantau proses pengisian.

Perangkat ini kompatibel dengan baterai D, C, AA, AAA, dan 9V. Dengan perangkat pengisian yang sesuai, penggunaan baterai rechargeable dapat dimaksimalkan sebelum akhirnya masuk ke tahap pengelolaan limbah.

Baterai Bekas Bisa Disalurkan Lewat BISA BAIK

Setelah baterai benar-benar tidak dapat digunakan lagi, langkah berikutnya adalah menyalurkannya melalui fasilitas pengumpulan sampah elektronik.

AZKO memiliki program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik) yang telah berjalan sejak 2023. Program tersebut menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota.

Baca Juga: AI Energy Mode Samsung Bantu Tekan Tagihan Listrik AC dan Kulkas

Lokasinya antara lain mencakup Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Palembang, Bali, Manado, dan Banjarmasin.

Dropbox BISA BAIK dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah elektronik dari merek apa pun, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.

AZKO juga memberikan tambahan diskon sebesar 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi pelanggan dalam program tersebut.

Tanggung Jawab Produk Hingga Akhir Masa Pakai

Pengelolaan baterai tersebut menjadi bagian dari pendekatan keberlanjutan AZKO yang berada di bawah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.

Baca Juga: Leads Property: Hunian Dekat TOD dan Rumah Hemat Energi Bakal Jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan komitmen keberlanjutan perusahaan mencakup tanggung jawab terhadap produk hingga akhir masa pakainya.

“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya,” ujarnya.

KRISBOW baterai tester
KRISBOW Baterai Tester membantu memeriksa kondisi baterai sebelum memutuskan untuk menggantinya. (Foto: Dok. AZKO)

Menurut Melinda, AZKO berupaya menyediakan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakan produk secara lebih bijak sekaligus memberikan akses untuk menyalurkan perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO.

Pada praktiknya, pengelolaan baterai dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: memilih baterai rechargeable untuk perangkat yang digunakan rutin, memeriksa kondisinya sebelum mengganti, serta memisahkan baterai yang sudah tidak terpakai dari sampah rumah tangga.

Baca Juga: Beda Lokasi, Beda Kebutuhan: Mengenal Tiga Produk The Finest Commercial Selection Paramount Gading Serpong

Baterai bekas memang berukuran kecil, tetapi cara penanganannya tetap penting. Ketika masa pakainya berakhir, tempatnya bukan di tempat sampah biasa, melainkan pada jalur pengelolaan limbah elektronik yang sesuai.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page