BERITA TERKAIT

Arsitektur IoT Bangunan Cerdas Schneider Electric: Solusi Efisiensi Energi Properti

Penggunaan smart panel, sensor presisi, dan pengondisi daya pintar menjadi kunci pengelola gedung dalam menekan pemborosan energi sekaligus memenuhi standar bangunan hijau.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Arif berdiri di depan layar monitor ruang kendali operasional, memandangi grafik konsumsi listrik gedung perkantoran yang ia kelola di kawasan bisnis Jakarta. Beberapa bulan terakhir, lonjakan biaya utilitas dan desakan aturan efisiensi energi bangunan membuatnya harus memutar otak.

Pertanyaan yang terus membayangi pikirannya sederhana namun rumit: bagaimana cara memangkas pemborosan energi tanpa mengorbankan kenyamanan ribuan penghuni gedung di atasnya? Jawaban dari kegelisahan Arif tersebut kini bertumpu pada modernisasi sistem kelistrikan berbasis teknologi terhubung.

Baca Juga: Mengurai Teknologi EcoStruxure Schneider Electric: Strategi Gedung Komersial Pangkas Biaya Listrik 30 Persen

Pengelolaan energi pada sektor properti komersial saat ini memang tidak lagi sekadar soal efisiensi biaya operasional, melainkan juga pemenuhan regulasi efisiensi energi bangunan.

Schneider Electric menjawab tantangan ini melalui penerapan arsitektur IoT Bangunan Cerdas Schneider Electric yang dirancang untuk memantau, mengontrol, serta mengoptimalkan konsumsi listrik secara real-time.

Transformasi Distribusi Listrik Melalui Smart Panel

Langkah awal digitalisasi gedung dimulai dari perombakan infrastruktur pada lapisan distribusi listrik. Konsep Smart Panel diterapkan secara fleksibel, baik untuk proyek bangunan baru (greenfield) maupun proyek modernisasi bangunan lama (brownfield).

Penerapan sistem ini menggabungkan berbagai komponen pintar yang saling terhubung:

  • Breaker terhubung yang memungkinkan pemutusan dan pemantauan arus secara digital.
  • Gateway komunikasi untuk mentransmisikan data operasional secara aman.
  • Meteran energi presisi tinggi untuk mencatat konsumsi daya tiap zona.
  • Antarmuka HMI (Human-Machine Interface) yang memudahkan teknisi memantau kondisi panel langsung dari lapangan maupun ruang kendali.

Baca Juga: Bangunan Hijau Kini Jadi Standar Pasar, Schneider Electric Dorong Efisiensi Energi

Sensor Presisi Tinggi untuk Monitoring Beban dan Ruangan

Di tingkat tapak, deteksi arus listrik dilakukan oleh PowerTag, sebuah sensor energi nirkabel berukuran sangat ringkas dengan tingkat akurasi Active Energy Class 1.

Sensor ini dipasang langsung pada perangkat proteksi untuk memantau beban listrik secara rinci, sekaligus mengirimkan peringatan dini (pre-overload) sebelum terjadi bahaya beban berlebih atau krisis kegagalan sistem.

Tak hanya fokus pada aliran listrik di dalam panel, kenyamanan lingkungan kerja penghuni gedung diatur melalui ketersediaan SpaceLogic Insight-Sensor.

Perangkat serbaguna yang terpasang di langit-langit ruangan ini dibekali berbagai fungsi pemantauan sekaligus:

  • Pengukuran suhu dan kelembapan ruangan secara berkala.
  • Pemantauan kualitas udara dalam ruangan (IAQ).
  • Deteksi tingkat pencahayaan alami dan buatan.
  • Pemantauan tingkat kebisingan lingkungan kerja.
  • Fitur penghitungan jumlah orang (people counting) secara akurat untuk menyesuaikan kinerja pendingin udara (HVAC) dan sistem pencahayaan secara otomatis sesuai okupansi nyata.

Baca Juga: Green Space Jadi Senjata Baru Mal Jakarta, Okupansi 94%

Menjaga Kualitas Daya dan Kendali Presisi

Penggunaan peralatan elektronik modern dalam jumlah besar di gedung komersial sering kali menimbulkan masalah harmonisa yang merusak jaringan listrik.

Guna menjaga kualitas daya tetap stabil, arsitektur ini menyertakan perangkat EasyLogic APF (Active Harmonic Filter) yang mampu mengompensasi harmonisa dari orde 2 hingga 51 dengan waktu respons cepat di bawah 20 milidetik.

Seluruh kontrol ruangan tersebut akhirnya dipusatkan pada SpaceLogic Touchscreen Room Controller. Antarmuka layar sentuh kapasitif yang dilengkapi sensor PIR terintegrasi ini memberikan kemudahan bagi pengelola gedung dalam mengatur parameter sistem tata udara dan pencahayaan secara presisi.

Pada akhirnya, Arif menemukan solusi konkret untuk membawa gedungnya menuju standar bangunan ramah lingkungan. Schneider Electric telah menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan ekosistem IoT terintegrasi yang mengubah data penggunaan listrik menjadi aksi pemangkasan energi yang presisi.

Baca Juga: Vivace E Schneider Electric, Detail Kecil yang Mengubah Hunian Modern

Pentingnya pemanfaatan data berbasis IoT ini disetujui oleh Buildings Business Vice President Schneider Electric Indonesia, Reza Syarif. Menurutnya, kunci utama dari pengelolaan gedung modern saat ini terletak pada visibilitas data kelistrikan yang transparan dan real-time.

“Rendahnya pemanfaatan data menjadi tantangan terbesar industri bangunan saat ini. Artinya, persoalannya bukan semata-mata kurang hemat. Persoalannya: tidak tahu apa yang harus dihemat,” ujar Reza Syarif.

Ia menambahkan bahwa efisiensi energi bukan sekadar mengurangi penggunaan listrik, melainkan bagaimana energi tersebut dapat digunakan secara tepat tanpa mengorbankan keandalan operasional maupun kenyamanan penghuni bangunan.

Lewat arsitektur terhubung dari hulu ke hilir ini, efisiensi yang terukur dan pencapaian target ESG kini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page