PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Di balik kilauan lampu sorot, gemuruh tepuk tangan penonton, hingga riuk sorak-sorai dari tribun arena, dunia seni dan olahraga selalu menyimpan ritme yang dinamis. Namun bagi generasi muda kreatif hari ini, popularitas maupun pencapaian di masa muda bukanlah benteng pertahanan akhir, melainkan titik mula untuk meretas jalan yang lebih panjang.
Kesadaran akan pentingnya membangun pijakan masa depan yang kokoh mendorong aktor muda William Robert, dan 11 talenta muda lainnya yang berasal dari industri hiburan mengambil langkah strategis, menempa jiwa wirausaha di Universitas Ciputra (UC) Jakarta.
Bahkan, sejumlah di antaranya mendapatkan Multiple Intelligence Scholarship, beasiswa yang memberikan apresiasi terhadap potensi dan prestasi mahasiswa di luar capaian akademik.
Kehadiran para figur publik muda di kawasan terpadu Puri, Jakarta Barat ini membawa warna baru bagi dinamika pendidikan tinggi. Ruang akademik tak lagi dirasakan sebagai sekat kaku yang membatasi ruang gerak profesional, melainkan disulap menjadi inkubator bisnis yang fleksibel dan adaptif.
Harmoni Antara Lensa Kamera, Lapangan, dan Ruang Kelas
Menyeimbangkan jadwal karier yang padat dengan tuntutan akademis sering kali menjadi dilema terbesar bagi para praktisi industri kreatif maupun atlet profesional.
Jadwal syuting yang dinamis, sesi latihan intensif, hingga agenda kompetisi yang berpindah tempat tak jarang memaksa banyak talenta muda menunda pendidikan tinggi mereka.
Baca Juga: UC Jakarta Siapkan Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Pencari Kerja
William Robert—aktor muda yang menjadi salah satu penerima Multiple Intelligence Scholarship—menemukan jawaban atas tantangan tersebut melalui ekosistem belajar UC Jakarta yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswanya.
Sistem pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) serta ruang hybrid memungkinkan dirinya mengeksplorasi bisnis tanpa harus mengorbankan karier akting.
“Saya memilih UC karena selain mengajarkan entrepreneurship, kampus ini bisa membantu mengembangkan usaha saya di sela jadwal syuting,” cerita William Robert di sela-sela kegiatan pengukuhan pimpinan kampus di Jakarta Barat, Sabtu (29/8/2028).
“Di sini kami dibantu agar tetap bisa melanjutkan studi tanpa harus mengorbankan karier yang sedang berjalan,” lanjutnya.
Kisah serupa dialami oleh Adnanda Sj Immanuel Londok, talenta muda yang mengawali karier sebagai model dan kemudian berkembang sebagai aktor di berbagai produksi televisi. Selain berkarier di dunia hiburan, Adnanda juga memiliki minat di bidang olahraga, khususnya basket.
Baca Juga: Investasi Hotel Asia Pasifik Melonjak 54% di Semester I 2026

Ada pula Angelina Josie Croise, yang memulai karier sebagai model iklan dan kemudian terlibat dalam berbagai produksi video series, sinetron, serta kampanye sejumlah brand nasional.
Sementara itu, Emiliano Fernando Cortizo menunjukkan profil talenta yang lebih beragam. Memulai karier sebagai aktor cilik dan model sejak 2015, Emiliano kemudian berkembang di berbagai bidang sebagai aktor, penyanyi, DJ, hingga musisi. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai produksi film, sinetron, series, teater, dan video klip.
Memupuk Ide Bisnis Lewat Mentorship dan Kurikulum Adaptif
Kehadiran para talenta muda dari latar belakang lintas industri ini disambut hangat oleh manajemen akademik kampus. Campus Director UC Jakarta, Prof. Christina Eviutami Mediastika, menegaskan bahwa institusi pendidikan memang disiapkan untuk memerdekakan potensi dan gagasan setiap mahasiswa.
“Setiap anak muda membawa keunikan dan ruang karyanya masing-masing. Di Jakarta, kami ingin mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mencoba gagasan, berkolaborasi, dan belajar dari berbagai persoalan nyata,” tutur Prof. Christina.
Baca Juga: Menteri Komdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City
Kebebasan berkarya tersebut diperkuat oleh kurikulum ‘Jalur Sukses’, yang memungkinkan proyek usaha yang dirintis oleh William, Adnanda, dan rekan-rekan talent lainnya dikonversikan menjadi bobot penilaian akademis.
Alih-alih dibebani oleh penyusunan skripsi tertulis konvensional, para mahasiswa didorong melahirkan entitas bisnis mandiri, rintisan start-up, atau mengembangkan bisnis keluarga yang berkelanjutan.

Dukungan pengembangan karakter ini juga digarisbawahi oleh Board Director Ciputra Group, Prof. Denny Bernardus, yang menekankan pentingnya pembentukan jiwa wirausaha di atas nilai integritas dan profesionalisme.
“Kami ingin mahasiswa tumbuh dengan budaya entrepreneurship yang kuat. Melalui kolaborasi antara talenta kreatif, pelaku industri, serta jaringan mitra Ciputra Group, ruang pembelajaran akan terasa lebih riil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Prof. Denny.
Berada di kawasan terpadu Ciputra International, interaksi antara para talenta muda, bisnis komersial, dan pusat perkantoran dapat berjalan secara alami.
Baca Juga: Hunian Dekat MRT Lebak Bulus: Arsa Homes Diluncurkan, Mulai Rp1,6 Miliar
Bagi William Robert, Adnanda Londok, dan belasan talenta muda lainnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa merawat masa depan bisnis tak perlu menunggu hingga sorot panggung redup—sebab keberanian berwirausaha dapat dipupuk sejak hari ini.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





