PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tingginya angka pengangguran terdidik dari kalangan sarjana di Indonesia menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan tinggi. Menjawab persoalan tersebut, Universitas Ciputra (UC) Jakarta menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar meluluskan pencari kerja, melainkan membentuk generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Campus Director UC Jakarta, Prof. Christina Eviutami Mediastika, menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi saat ini dituntut untuk mengasah pola pikir dan daya cipta mahasiswa secara nyata, bukan sekadar membekali kemampuan vokasional yang kaku.
“Lulusan universitas itu bukan untuk mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja. Kalau mencari kerja, itu masuk ke vokasi yang di-drill dengan keterampilan siap kerja. Kalau universitas itu tentang pola pikir, pertimbangan yang matang, serta membangun jejaring strategis,” tegas Prof. Christina kepada media usai seremoni pengukuhan kepemimpinan UC Jakarta, di gedung kampus Universitas Ciputra Jakarta, kawasan Ciputra International, Jakarta Barat, Sabtu (29/8/2026).
Program ‘Jalur Sukses’ dan Tugas Akhir Berbasis Proyek
Guna mencetak para wirausahawan baru, kampus memfasilitasi minat wirausaha mahasiswa sejak awal masuk kuliah melalui metode pemetaan bakat dan program khusus. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah integrasi kurikulum berbasis ‘Jalur Sukses’ ke dalam mata kuliah sejak semester pertama.
Melalui pola ini, mahasiswa yang memiliki potensi usaha diberikan keleluasaan merintis bisnis mereka yang kemudian dikonversikan menjadi bobot penilaian akademis.
Selain itu, pihak kampus juga menggeser paradigma tugas akhir konvensional berupa skripsi tertulis menjadi karya proyek bisnis yang adaptif.
“Kami melihat kalau hanya tugas akhir berupa skripsi atau penulisan riset, itu jadul dan akhirnya hanya disimpan. Kami sangat fleksibel; proyek-proyek bisnis start-up mahasiswa akan kita akomodasi sebagai tugas akhir dengan bobot kelulusan yang sama,” tambah Prof. Christina.
Baca Juga: Sharp Class Perluas Pendidikan Vokasi, Cetak Talenta Industri Siap Kerja
Dukungan Ekosistem Bisnis dan Jaringan Mitra Ciputra Group
Upaya mendorong kesiapan kerja dan berwirausaha ini diperkuat oleh ekosistem industri yang telah dibangun oleh Ciputra Group. Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto, menjelaskan bahwa jaringan luas yang dimiliki institusi membantu mahasiswa terserap langsung di dunia usaha maupun mengembangkan bisnis keluarga.
“Saat ini kami membangun ekosistem di mana 100 persen mahasiswa kami upayakan bekerja dengan tiga metode: meneruskan bisnis keluarga (family business), jalur profesional di perusahaan, atau membangun start-up business. Komunitas Family Business UC sendiri saat ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dengan anggota lebih dari 500 hingga 600 orang,” jelas Prof. Wirawan.
Prof. Wirawan menambahkan bahwa mahasiswa juga dibekali program magang wajib di lebih dari 400 perusahaan domestik dan 70 perusahaan internasional, termasuk jaringan bisnis internal Ciputra Group.
“Bahkan cukup banyak mahasiswa kami yang get hired before graduate atau sudah direkrut perusahaan sebelum mereka resmi lulus,” kata Prof. Wirawan.
Baca Juga: Investasi Hotel Asia Pasifik Melonjak 54% di Semester I 2026
Dukungan pengembangan karakter juga ditekankan oleh Board Director Ciputra Group, Prof. Denny Bernardus. Menurutnya, seluruh pembelajaran di lingkungan Ciputra Edukasi dibingkai oleh nilai dasar IPE (Integrity, Professionalism, Entrepreneurship).
“Integrity adalah roh, Professionalism adalah tubuh, dan Entrepreneurship adalah jiwa. Kami tidak hanya ingin mahasiswa lulus dengan gelar, tetapi menjadi pribadi berkarakter, kompeten, dan entrepreneurial dalam cara berpikir,” pukas Prof. Denny.
Kolaborasi Teknologi AI dan Aksesibilitas Beasiswa UC Jakarta

Selain pembinaan bisnis secara mandiri, mahasiswa juga didorong memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Wakil Rektor 3 Universitas Ciputra Surabaya sekaligus Direktur Apple Developer Academy at UC, Prof. Trianggoro Wiradinata, mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas teknologi tinggi menjadi pendorong utama kompetensi mahasiswa.
“Selain Apple Developer Academy di Jakarta yang melatih talenta muda tiap tahunnya, kami juga membuka Apple Developer Institute for AI Machine Learning di Surabaya. Ini menjadi fasilitas khusus bagi mahasiswa untuk menguasai teknologi AI sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi pencipta solusi digital berbasis kebutuhan masyarakat,” terang Prof. Trianggoro.
Fleksibilitas sistem pembelajaran berbasis hybrid dan asynchronous ini turut menarik minat berbagai kalangan, mulai dari atlet, pelaku usaha muda, hingga publik figur seperti aktor William Robert yang terdaftar sebagai mahasiswa penerima beasiswa.
“Saya memilih UC karena selain mengajarkan entrepreneurship, kampus ini bisa bantu mengembangkan usaha saya di sela jadwal syuting. Di sini kami dibantu agar tetap bisa melanjutkan studi tanpa mengorbankan karier,” ungkap William.
Baca Juga: Menteri Komdigi Resmikan Garuda Spark Innovation Hub di BSD City
Guna memastikan keterjangkauan akses pendidikan, yayasan mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp34 miliar per tahun untuk 1.991 penerima beasiswa atau sekitar 11 persen dari total populasi 20.000 mahasiswa dan siswa di ekosistem Ciputra Edukasi.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





