PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tren wellness tourism mulai mengubah cara wisatawan memilih akomodasi. Fasilitas seperti spa, pusat kebugaran, kolam renang hingga aktivitas yoga kini semakin dipertimbangkan sebagai bagian dari pengalaman perjalanan, bukan sekadar fasilitas tambahan hotel.
Perubahan tersebut ikut direspons Archipelago Hotels dengan memperluas fasilitas wellness di jaringan propertinya. Saat ini, sebanyak 77 hotel Archipelago Hotels di Indonesia telah memiliki sedikitnya satu fasilitas yang mendukung kebugaran dan relaksasi tamu.
Baca Juga: Pemesanan Hotel Indonesia Diproyeksikan Pulih pada September, Wisatawan Asing Jadi Penopang
Langkah ini sejalan dengan arah perkembangan pariwisata nasional. Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 yang disusun Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas menempatkan wellness tourism sebagai salah satu tren yang terus berkembang, didorong pergeseran gaya hidup wisatawan menuju keseimbangan fisik, mental, dan emosional.
Wellness Tourism Masuk ke Pengalaman Menginap
Dari 77 hotel tersebut, fasilitas yang tersedia cukup beragam. Archipelago Hotels mencatat 55 properti memiliki pusat kebugaran, sementara 31 hotel dilengkapi kolam renang.
Layanan spa menjadi fasilitas yang paling banyak tersedia, yakni di 67 properti. Selain itu, terdapat enam hotel dengan sauna, empat hotel dengan jacuzzi, serta 12 hotel yang menawarkan aktivitas kebugaran seperti yoga, zumba, dan pilates.
Fasilitas tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.
Baca Juga: Orchard Road Punya Hotel Baru, The Hari Singapore Hadir 2027
Bagi industri hospitality, perkembangan ini memperlihatkan pergeseran fungsi hotel. Pengalaman menginap tidak lagi berhenti pada kamar, restoran, atau fasilitas pertemuan, tetapi mulai mencakup kebutuhan tamu untuk tetap menjalankan rutinitas kesehatan selama bepergian.
Pendekatan tersebut juga relevan untuk dua segmen utama pasar hotel, yakni wisatawan leisure dan tamu bisnis. Bagi wisatawan, fasilitas wellness dapat menjadi bagian dari agenda relaksasi selama liburan.
Sementara bagi pelaku perjalanan bisnis, fasilitas kebugaran memberikan pilihan untuk menjaga rutinitas olahraga di tengah mobilitas yang padat.
Spa hingga Aktivitas Kebugaran di Berbagai Brand
Fasilitas wellness tersebut hadir di sejumlah brand Archipelago Hotels, termasuk Aston, Kamuela, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, dan fave hotel.
Baca Juga: Ketika Inspirasi Hannah Sunito Menjadi Ruang Inklusi One Muse
Konsep yang ditawarkan pun tidak sepenuhnya seragam. Beberapa properti mengandalkan fasilitas kebugaran sebagai bagian dari kebutuhan tamu, sementara hotel lainnya menonjolkan pengalaman relaksasi melalui layanan spa.
Sejumlah properti bahkan menawarkan perawatan yang terinspirasi tradisi Nusantara dengan menggandeng operator seperti Alaya Spa, Annathaya Spa, Kamma Spa, dan Apsara Spa.
Pendekatan berbasis lokal menjadi relevan karena wellness tourism di Indonesia memiliki karakter yang cukup kuat dengan unsur alam, tradisi, budaya, serta perawatan berbasis pengetahuan lokal.
Dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, tren tersebut antara lain terlihat melalui berkembangnya forest bathing, spiritual retreat, hingga herbal healing dan spa tradisional.
Dengan demikian, fasilitas wellness di hotel tidak sekadar berkaitan dengan keberadaan gym atau spa. Bagi pasar hospitality, aspek pengalaman dan karakter destinasi juga semakin berperan dalam membentuk daya tarik sebuah properti.
Baca Juga: Perkantoran hingga Hotel Bergerak Positif, Colliers Petakan Tren Pasar Properti Q2 2026
Pasar Hotel Bergeser ke Pengalaman
Perkembangan wellness tourism juga berlangsung ketika persaingan industri hotel semakin menempatkan pengalaman sebagai salah satu faktor pembeda.
Sejumlah pasar hotel di Indonesia masih menunjukkan prospek pertumbuhan, tetapi kompetisi tidak hanya berlangsung pada harga kamar dan tingkat okupansi. Properti yang mampu menawarkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan wisatawan berpeluang memiliki daya tarik lebih kuat.
Tren tersebut terlihat dalam perkembangan pasar hospitality sepanjang 2026. Colliers, misalnya, menilai pengalaman menginap yang autentik, konsep wellness, fasilitas ramah keluarga, serta layanan yang lebih personal menjadi faktor yang semakin penting bagi daya saing hotel.
Kondisi ini juga beriringan dengan meningkatnya perjalanan domestik. Data SiteMinder yang sebelumnya dirilis PropertiTerkini.com menunjukkan wisatawan domestik menyumbang 52 persen dari pemesanan hotel di Indonesia selama periode Lebaran 2026. Tren tersebut membuka ruang bagi hotel untuk mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan preferensi pasar lokal.
Baca Juga: Rebranding Hotel Makin Marak, Jakarta dan Bali Berebut Pasar Wisata Premium
Bagi Archipelago Hotels, pengembangan fasilitas wellness menjadi bagian dari upaya menyesuaikan produk dengan perubahan kebutuhan tersebut.
“Tren health and wellness tourism diproyeksikan terus meningkat seiring semakin banyak wisatawan yang menjadikan kesehatan, relaksasi, dan keseimbangan hidup sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan. Kami melihat peran hotel kini berkembang, tidak hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung gaya hidup sehat dan kesejahteraan tamu,” ujar John Flood, Chief Executive Officer Archipelago Hotels, dikutip dari PrNewswire.
Menurut Flood, pengembangan fasilitas wellness dilakukan di berbagai brand untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih relevan dengan kebutuhan wisatawan.
Wellness Menjadi Bagian dari Strategi Hospitality
Dalam konteks industri properti dan hospitality, masuknya elemen wellness ke dalam produk hotel menunjukkan semakin kaburnya batas antara akomodasi, leisure, kesehatan, dan gaya hidup.
Baca Juga: Paradise Resort City Gandeng HERO Supermarket, Perkuat Ekosistem Township Terintegrasi di Ciputat
Hotel yang memiliki fasilitas kebugaran, spa, ruang relaksasi, hingga aktivitas berbasis wellness pada dasarnya menawarkan lebih dari sekadar tempat bermalam. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari guest experience yang dapat memperpanjang waktu dan aktivitas tamu di dalam properti.
Bagi pengelola hotel, pendekatan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan sumber pendapatan tambahan melalui layanan spa, kelas kebugaran, paket relaksasi, maupun program wellness yang terintegrasi dengan pengalaman menginap.
Di sisi lain, konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan ketika menentukan akomodasi. Hotel dengan fasilitas wellness dapat menjadi pertimbangan terutama bagi wisatawan yang ingin tetap berolahraga, melakukan relaksasi, atau menjaga rutinitas kesehatan selama perjalanan.
Baca Juga: Green Space Jadi Senjata Baru Mal Jakarta, Okupansi 94%
Dengan semakin berkembangnya wellness tourism di Indonesia, fasilitas semacam ini berpotensi menjadi bagian yang semakin umum dalam pengembangan produk hospitality. Bukan lagi sekadar fasilitas pelengkap, tetapi salah satu elemen yang ikut menentukan bagaimana sebuah hotel dipersepsikan dan dipilih oleh pasar.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





