BERITA TERKAIT

Sustainable Living Kian Jadi Standar, Paramount Petals Terapkan Sejak Tahap Perencanaan

Kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang sehat membuat konsep sustainable living semakin diperhitungkan dalam pengembangan kawasan hunian modern. Di Paramount Petals, prinsip keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan kota, infrastruktur, hingga pengelolaan kawasan.

PropertiTerkini.com(TANGERANG) — Sustainable living atau prinsip keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai sekadar tren dalam industri properti. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kualitas lingkungan, efisiensi energi, dan perubahan iklim, konsep tersebut mulai berkembang menjadi salah satu standar baru dalam pengembangan kawasan hunian maupun properti komersial.

Perubahan ini didorong tidak hanya oleh regulasi, tetapi juga perubahan preferensi pasar. Konsumen kini semakin memperhatikan kualitas lingkungan, ruang terbuka hijau, efisiensi operasional bangunan, hingga komitmen pengembang terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebelum memutuskan membeli atau berinvestasi pada sebuah properti.

Baca Juga: Paramount Land Raih Best Sustainable Township Developer di IndoBuildTech Awards 2026

Colliers Indonesia menilai integrasi prinsip keberlanjutan dalam sektor real estat menjadi semakin penting seiring berkembangnya kota-kota di Indonesia. Selain memastikan kepatuhan terhadap regulasi, pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya saing proyek sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembang maupun pengguna bangunan.

Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, mengatakan pengembang yang mampu mengintegrasikan keberlanjutan sejak tahap awal perencanaan akan memiliki keunggulan di tengah pasar yang semakin kompetitif.

“Di tengah pasar yang semakin kompetitif, pengembang yang secara efektif mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam proyek mereka tidak hanya akan memenuhi standar regulasi, tetapi juga menarik segmen yang lebih besar dari konsumen yang memprioritaskan gaya hidup peduli lingkungan,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, dukungan pemerintah melalui berbagai insentif juga dapat mempercepat adopsi pembangunan berkelanjutan. Salah satunya melalui insentif pajak bagi bangunan yang menerapkan konsep ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan minat investor terhadap proyek-proyek hijau.

Baca Juga: Konstruksi Akses Tol Langsung Rampung 100%, Paramount Petals Rilis Klaster Mimosa

Keberlanjutan Menjadi Standar Baru Industri Properti

Minat Properti Tangerang didukung infrastruktur boulevard utama Paramount Petals
Boulevard utama Paramount Petals, salah satu infrastruktur utama yang terkoneksi langsung dengan Tol Jakarta-Merak. (Foto drone: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Perubahan arah industri properti menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai nilai tambah semata. Kini, berbagai aspek seperti efisiensi energi, pengelolaan air, kualitas lingkungan, hingga penerapan prinsip ESG mulai menjadi bagian dari strategi pengembangan proyek sejak tahap perencanaan.

Head of Facilities Management Colliers Indonesia, Christina Ng, mengatakan pengembang kini mengambil peran yang lebih aktif dalam mendorong praktik pembangunan berkelanjutan.

“Para pengembang tidak lagi menunggu permintaan penyewa untuk mendorong keberlanjutan. Mereka kini mengambil peran utama, mengamankan masa depan aset mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memposisikan diri secara kompetitif di pasar yang semakin matang,” ujarnya.

Colliers juga memperkirakan adopsi sertifikasi bangunan hijau akan terus meningkat seiring berkembangnya regulasi, dukungan pembiayaan hijau, dan meningkatnya kesiapan pasar terhadap proyek-proyek berkelanjutan.

Baca Juga: Hampton @ Manhattan District Resmi Dibuka, Okupansi Tembus 81% di Gading Serpong

Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada gedung komersial, tetapi mulai memengaruhi cara pengembang merancang kawasan hunian dan township modern.

Konsep sustainable living kini diwujudkan melalui integrasi ruang terbuka hijau, konektivitas kawasan, efisiensi sumber daya, hingga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Paramount Petals Wujudkan Sustainable Living dalam Skala Kota

Di tengah perubahan arah industri tersebut, sejumlah pengembang mulai mengintegrasikan prinsip sustainable living sejak tahap masterplan. Salah satunya adalah Paramount Petals, kota mandiri seluas sekitar 400 hektare yang dikembangkan Paramount Land di Curug, Kabupaten Tangerang.

Kawasan ini dirancang oleh firma perencana global AECOM dengan konsep menghubungkan ruang terbuka hijau, kawasan hunian, area komersial, serta fasilitas publik dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.

Baca Juga: Minat Properti di Tangerang Tetap Tinggi, Pembeli Kini Lebih Fokus pada Akses dan Konektivitas

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, mengatakan pengembangan Paramount Petals sejak awal mengedepankan keseimbangan antara ruang terbangun dan ruang hijau.

“Kami berkomitmen menghadirkan kawasan hunian yang bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga sehat dan berkelanjutan bagi penghuninya,” ujar Norman.

Gerbang Selatan Paramount Petals
Gerbang Selatan Paramount Petals menjadi salah satu akses utama menuju kawasan Sustainable Living Paramount Petals, kota mandiri yang mengintegrasikan hunian, ruang terbuka hijau, fasilitas publik, dan konektivitas modern di Tangerang. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com)

Konsep tersebut diwujudkan melalui boulevard hijau, taman komunal, jalur pedestrian, jalur sepeda, hingga ruang publik yang dirancang mudah diakses. Tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari sistem ekologis kawasan, termasuk sebagai area resapan air dan pendukung kualitas udara.

Henry Napitupulu, Direktur Design & Planning Paramount Petals, mengatakan bahwa perencanaan vegetasi yang dikembangkan di kawasan tersebut memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar mempercantik lingkungan.

“Vegetasi tidak sekadar menjadi elemen estetika, tetapi berfungsi sebagai green buffer alami untuk menyerap polusi udara, meredam panas, dan menciptakan mikroklimat yang lebih nyaman,” ungkapnya.

Baca Juga: Paramount Petals Mulai Serah Terima Klaster Lily, Perkuat Kepercayaan Konsumen

Selain itu, Paramount Petals juga mengembangkan sistem kolam retensi untuk membantu pengelolaan air hujan sekaligus mengurangi potensi genangan di kawasan.

 ESG dan Estate Management Menjadi Fondasi Pengembangan

Prinsip keberlanjutan di Paramount Petals juga diterapkan melalui berbagai inisiatif ESG yang telah dijalankan Paramount Land di proyek-proyek sebelumnya.

Beberapa di antaranya meliputi penggunaan panel surya, pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN, desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, hingga sistem pengelolaan serta pemilahan sampah.

Selain aspek lingkungan, Paramount Land juga menempatkan pengelolaan kawasan sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kota. Kualitas sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dikelola setelah beroperasi.

Baca Juga: Sustainable Living Jadi Kunci Kota Berkelanjutan, IAP Ungkap Tiga Pilar Utamanya

Pengelolaan kota yang baik akan menjadikan kota tersebut asri, bersih, dan nyaman untuk ditinggali. Ini mencakup kebersihan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, ruang terbuka hijau, serta perawatan fasilitas umum.

Selain didukung ruang terbuka hijau, Paramount Petals juga terus memperkuat konektivitas melalui pembangunan akses tol langsung menuju KM 25,5 Tol Jakarta–Merak yang kini seluruh tahapan konstruksi fisiknya telah mencapai 100 persen.

Akses tol ini tengah memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) serta Uji Laik Operasi (ULO). Setelah sertifikat diterbitkan, akan dilanjutkan dengan uji coba operasional oleh publik, dilanjutkan dengan evaluasi oleh stakeholder terkait sebelum tol dapat dibuka secara resmi.

Fasad rumah modern Klaster Lily Paramount Petals
Tampilan fasad salah satu unit Klaster Lily Paramount Petals yang resmi memasuki tahap serah terima kepada konsumen. Hunian ini dilengkapi desain modern dan berada di kawasan kota mandiri yang terus berkembang. (Dok. Paramount Petals)

Dari sisi hunian, hingga pertengahan tahun 2026, pengembang mencatat telah membangun lebih dari 1.150 unit properti, menyerahterimakan lebih dari 1.000 unit, serta telah dihuni oleh lebih dari 700 kepala keluarga. Ekosistem ini kian matang dengan terlaksananya serah terima perdana Klaster Lily pada Juni lalu dan peluncuran Klaster Mimosa di awal Juli 2026 ini.

Sementara dasi sisi pengembangan fasilitas seperti Community Club Paramount Petals, Pasar Modern Paramount Petals, area komersial, destinasi kuliner juga terus dilengkapi.

Baca Juga: Victoria Business Loft Tawarkan Ruang Usaha Premium di Koridor Tersibuk Paramount Gading Serpong, Mulai Rp49 Miliar

Selain itu, pusat pendidikan, layanan kesehatan dan lifestyle center juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk membentuk kota mandiri yang tidak hanya nyaman dihuni, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page