PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Rumah tua di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kini mendapat fungsi baru sebagai hunian sewa premium. Melalui Rukita Deluxe Vivara Menteng, sebuah bangunan di Jalan Bojonegoro No. 6 ditransformasi menjadi coliving dengan 30 kamar, fasilitas lengkap, serta konsep desain yang mempertahankan nuansa klasik lingkungan sekitarnya.
Properti ini mulai beroperasi pada 7 September 2026. Pengembangannya menggunakan pendekatan Build to Rent (BTR), yakni model pengembangan properti yang sejak awal diarahkan untuk menghasilkan aset hunian sewa dan dikelola sebagai properti rental.
Baca Juga: Rukita Tekan Intensitas Karbon 77% di Bawah Standar Global, Masuk Daftar Impact Story 2025 PBB
Kehadiran proyek tersebut menarik dari sisi pasar karena memperlihatkan bagaimana rumah tapak lama di kawasan matang seperti Menteng dapat direposisi menjadi produk hunian sewa dengan standar operasional yang lebih terstruktur.
Rukita menyebut proyek ini sebagai respons terhadap kebutuhan hunian sewa modern, terstandar, dan fleksibel bagi profesional muda yang beraktivitas di pusat Jakarta.
Rukita Deluxe Vivara Menteng Pertahankan Karakter Arsitektur Kawasan
Salah satu pendekatan yang menonjol terletak pada desain bangunan. Alih-alih menghilangkan karakter rumah lama, Rukita mempertahankan struktur utama bangunan dan mengolah kembali fasad serta tata ruang interiornya.
Bagian eksterior menggunakan pendekatan klasik dengan bukaan tinggi, atap tegas, warna monokrom, dan detail moulding yang dibuat relatif sederhana.
Sementara interiornya mengambil referensi Art Deco melalui panel dekoratif, pola geometris, aksen brass, kaca bertekstur, dan pencahayaan berlapis.
CEO & Founder Rukita, Sabrina Soewatdy mengatakan desain tersebut diarahkan agar bangunan baru tetap menyatu dengan karakter arsitektur Menteng.
“Prioritas utama kami adalah memastikan desain bangunan dapat menyatu secara harmonis dengan estetika lingkungan sekitar,” ujar Sabrina dalam keterangan tertulis Rukita.
Baca Juga: Investasi Hotel Asia Pasifik Melonjak 54% di Semester I 2026
Pendekatan semacam ini menjadi relevan di kawasan hunian lama yang memiliki identitas arsitektur kuat. Revitalisasi aset tidak sekadar berkaitan dengan peningkatan fungsi bangunan, tetapi juga bagaimana properti baru tetap memiliki keterkaitan visual dengan konteks kawasan.
Dari Aset Idle Menjadi Properti Produktif
Sebelum direnovasi, bangunan di Jalan Bojonegoro tersebut merupakan rumah yang tidak berpenghuni. Rukita kemudian memanfaatkannya melalui skema BTR dengan mempertahankan struktur utama, tetapi melakukan perubahan besar pada fasad dan layout interior. Proses pengerjaan berlangsung selama 12 bulan hingga menghasilkan 30 kamar coliving.
Konsep ini juga berkaitan dengan isu pemanfaatan aset properti yang tidak produktif. Namun, terdapat konteks regulasi yang perlu dibaca secara presisi.
PP No. 48 Tahun 2025 memang mengatur penertiban kawasan dan tanah telantar, tetapi cakupannya bukan sekadar setiap rumah atau bangunan yang sedang kosong. Regulasi tersebut terutama mengatur objek kawasan dan tanah telantar dalam konteks pengusahaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.
Dengan demikian, kasus Rukita Deluxe Vivara Menteng lebih tepat dibaca sebagai contoh optimalisasi aset properti lama melalui model BTR, bukan sebagai konsekuensi langsung dari ketentuan tersebut.
Baca Juga: Padukan Hunian dengan Co-Living, Sinar Mas Land Hadirkan Klaster de Silva di Kota Deltamas Cikarang
Dalam skema yang ditawarkan Rukita, perusahaan menangani sejumlah tahapan mulai dari studi kelayakan, perencanaan desain, konstruksi, pemasaran hingga pengelolaan operasional. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi beban pengelolaan harian bagi pemilik aset.
Pasar Hunian Sewa Jakarta Semakin Menuntut Kualitas dan Fleksibilitas
Perubahan fungsi rumah lama menjadi hunian sewa juga berlangsung di tengah pasar residensial Jakarta yang semakin selektif.
Riset Colliers pada paruh pertama 2026 mencatat bahwa permintaan hunian ekspatriat Jakarta semakin dipengaruhi kualitas properti, keterjangkauan, serta perubahan kebutuhan penyewa. Untuk segmen premium, stok hunian modern, fully furnished, dan siap huni masih relatif terbatas.
Kondisi tersebut memberi konteks terhadap model coliving yang menawarkan unit siap huni sekaligus layanan operasional. Produk seperti ini berada di antara rumah sewa konvensional dan serviced residence, dengan nilai tambah berupa fasilitas bersama serta layanan yang dikelola operator.
Baca Juga: Sewa Dolar Bikin Tekor! Ini Jenis Hunian Ekspatriat yang Paling Dicari di Jakarta 2026
Bagi pemilik aset di kawasan matang, pendekatan tersebut membuka opsi lain selain menjual properti atau mempertahankannya sebagai rumah tinggal. Aset yang sebelumnya tidak menghasilkan pendapatan dapat dikembangkan kembali menjadi produk rental dengan segmentasi penyewa yang lebih spesifik.
Harga Sewa Rukita Deluxe Vivara Menteng Mulai Rp4 Jutaan
Dari sisi produk, Rukita Deluxe Vivara Menteng menawarkan beberapa tipe kamar dengan luas mulai dari 13 meter persegi hingga 23 meter persegi.
Rentang harga sewanya berada di kisaran Rp4 jutaan hingga Rp8 jutaan per bulan. Pilihannya mencakup Superior Full berukuran 13–14 meter persegi, Superior Queen 14 meter persegi, Executive Queen 16 meter persegi, dan Flat Residence 23 meter persegi yang dilengkapi mini pantry serta pilihan balkon atau teras pribadi.
Seluruh kamar dipasarkan dalam kondisi fully furnished, dengan fasilitas seperti AC, televisi, kamar mandi dalam dan water heater.
Baca Juga: Gudang Logistik MMP Cibitung Laris 100 Persen Tersewa E-Commerce
Fasilitas komunal yang tersedia mencakup dapur bersama, ruang tamu, area parkir, serta CCTV 24 jam. Layanan laundry dan room cleaning dapat diakses melalui aplikasi Rukita.
Akses Transportasi Menjadi Bagian dari Nilai Hunian
Lokasi menjadi salah satu faktor utama dalam produk ini. Dari Rukita Deluxe Vivara Menteng, Halte Transjakarta Pasar Rumput disebut berjarak sekitar 450 meter, Stasiun Cikini sekitar 570 meter, sedangkan Stasiun Manggarai sekitar 1 kilometer.
Konektivitas tersebut menjadi penting untuk hunian yang menyasar profesional dengan aktivitas di kawasan Thamrin, Sudirman, dan Kuningan.
Dalam pasar hunian perkotaan, kedekatan dengan transportasi publik dapat menjadi bagian dari proposisi nilai properti karena membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Terlebih, penyewa yang mencari hunian jangka menengah hingga panjang biasanya mempertimbangkan kombinasi lokasi, waktu tempuh, kondisi unit, fasilitas, dan biaya okupansi.
Baca Juga: Tarif Sewa Mal Jakarta Q2 2026: Sewa Dasar Rp484 Ribu per Meter
Selain transportasi, kawasan sekitar juga memiliki akses ke RSCM, Universitas Indonesia Kampus Salemba, serta berbagai destinasi kuliner dan gaya hidup di Cikini dan Menteng.
BTR Menjadi Alternatif Monetisasi Aset di Kawasan Matang

Rukita Deluxe Vivara Menteng tercatat sebagai proyek BTR keempat yang direalisasikan Rukita. Model tersebut menempatkan operator sebagai pengelola dari sisi pengembangan hingga operasional, sementara pemilik aset memperoleh alternatif untuk menghasilkan pendapatan dari properti yang dimiliki.
Bagi pasar properti Jakarta, pendekatan seperti ini menarik untuk dicermati karena keterbatasan lahan di kawasan matang membuat optimalisasi aset eksisting menjadi salah satu strategi pengembangan yang relevan.
Nilainya bukan semata pada perubahan fisik rumah lama menjadi bangunan baru. Tantangan sebenarnya berada pada kemampuan mengidentifikasi profil penyewa, menentukan konfigurasi ruang, menetapkan standar fasilitas, mengelola okupansi, dan menjaga kualitas operasional dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, Rukita Deluxe Vivara Menteng memperlihatkan satu bentuk lain dari regenerasi aset properti perkotaan: rumah lama tidak harus berakhir sebagai bangunan kosong ketika fungsi, desain, dan model pengelolaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar sewa.
Baca Juga:
Tren Rent First Menguat, Minat Sewa Hunian di Indonesia Kini Lampaui Pembelian
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





