Catat Rekor Sejarah Baru, Indonesia Negara Asing Pertama Punya Aset Komersial di Makkah: Kuasai Hotel 1.461 Kamar dan Lahan 4,4 Hektare

Langkah bersejarah sovereign wealth fund Indonesia melalui PT Danantara Investment Management dalam membangun ekosistem layanan Kompleks Bait Jemaah terpadu di dekat Masjidil Haram.

Redaksi Properti Terkini
5 Min Read
Kawasan Thakher Makkah tempat lokasi aset komersial di Makkah yang diakuisisi Danantara Indonesia mencakup Novotel Thakher Makkah dan lahan 4,4 hektare, menjadikan Indonesia negara asing pertama yang menguasai properti komersial secara langsung di kawasan tersebut. (Foto: Dok. Danantara)

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Indonesia mencatatkan rekor sejarah baru dalam peta investasi properti komersial tingkat internasional. Badan pengelola investasi strategis nasional, Danantara Indonesia, resmi menjadi entitas negara asing pertama yang menguasai aset properti komersial secara langsung di kawasan Makkah, Arab Saudi.

Pencapaian bersejarah ini direalisasikan melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), yang telah merampungkan akuisisi aset perhotelan berkapasitas besar serta lahan matang seluas 4,4 hektare di kawasan strategis Thakher Makkah.

Proses pengambilalihan aset diawali dengan serah terima operasional Novotel Thakher Makkah yang mencakup 1.461 kamar dan suite pada 11 Agustus 2026. Selanjutnya, transaksi alih kepemilikan lahan 4,4 hektare diselesaikan secara penuh pada 18 Oktober 2026 sebagai tindak lanjut atas kesepakatan strategis bersama Thakher Development Company sejak akhir 2025.

banner-promo-kulkas-sharp-borderless-tempered-glass-mirror-door-j-tech-inverter

Penguasaan aset properti komersial ini diproyeksikan menjadi fondasi utama pengembangan Kompleks Bait Jemaah. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem akomodasi dan layanan terpadu untuk menopang kebutuhan jemaah haji dan umrah asal Indonesia maupun internasional secara berkelanjutan.

Rencana Induk Kawasan Terpadu dan Kemitraan Lokal

Di atas lahan seluas 4,4 hektare tersebut, Danantara akan membangun rencana induk terpadu (master plan) yang mengintegrasikan fasilitas perhotelan, pusat ritel modern, dan sarana pendukung ibadah. Eksekusi proyek ini dilaksanakan secara bertahap dengan menggandeng mitra pengembang lokal, Al-Khomasiah.

Seluruh tahapan pengembangan tetap mengedepankan studi kelayakan komersial yang komprehensif, pemenuhan dokumen perizinan, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi tata ruang Kerajaan Arab Saudi.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa keberhasilan transaksi ini merupakan awal pembentukan platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi yang dikelola dengan tata kelola aset yang disiplin.

“Pencapaian ini merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya. Lebih dari itu, momentum ini menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi,” papar Rosan.

Rosan menuturkan, pihak manajemen juga membuka peluang untuk memperdalam kerja sama bilateral melalui penjajakan potensi investasi di Madinah serta sektor-sektor strategis lainnya di luar properti.

Potensi Pasar Hospitality dan Kepercayaan Internasional

Kombinasi antara aset recurring income yang sudah berproduksi dan ketersediaan landbank untuk ekspansi jangka panjang memberikan fleksibilitas portofolio yang sangat terukur bagi sovereign wealth fund Indonesia ini.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan pentingnya komersialisasi berprinsip kehati-hatian (prudent governance) dalam mengelola aset di Tanah Suci.

“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah. Pada saat yang sama, kami melihat platform ini sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global,” jelas Pandu.

Di sisi lain, pengembang kawasan menyambut hangat langkah ekspansi ini. Chief Executive Officer Thakher Development, Faisal Shaker, menilai keberhasilan transaksi seluas 4,4 hektare yang tuntas dalam tempo 10 bulan ini sebagai bukti tingginya kepercayaan investor global terhadap Makkah.

“Ini merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah,” tegas Faisal.

Senada dengan hal tersebut, Chief Executive Officer Khomasiah Group, Ammar Baroum, menambahkan bahwa komitmen Danantara Indonesia makin mempertegas daya tarik investasi properti dan perhotelan Arab Saudi dalam menyongsong visi transformasi Saudi 2030.

Melalui koordinasi intensif bersama otoritas terkait di kedua negara, pengembangan fasilitas Kompleks Bait Jemaah ini ditargetkan mampu menjadi tolok ukur baru layanan akomodasi haji dan umrah berkelas dunia.

BACA JUGA:

Melejit 95 Persen, Valuasi One Grand Eastlakes Sydney Tembus AU$38 Juta

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Share This Article
Leave a Comment