PropertiTerkini.com, (SURABAYA) — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dengan kode saham IDX: RISE mencatatkan pencapaian keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Emiten pengembang properti terpadu tersebut membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp147 miliar. Perolehan ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 183 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan profitabilitas tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan konsolidasi perseroan yang menyentuh angka Rp364,5 miliar. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 24 persen secara tahunan, yang didorong oleh optimalisasi portofolio komersial, perhotelan, serta kawasan pergudangan.
Sektor Industrial dan Logistik Jadi Penopang Utama
Segmen industrial dan logistik keluar sebagai motor penggerak utama pertumbuhan bisnis emiten pengembang ini. Pendapatan dari lini bisnis pergudangan dan kawasan industri tersebut meroket hingga 621 persen secara tahunan menjadi Rp168,6 miliar.
Pencapaian tersebut menempatkan segmen industrial dan logistik sebagai kontributor terbesar dengan porsi mencapai 46 persen dari total keseluruhan pendapatan perseroan pada periode 9M2026.
Peningkatan kebutuhan fasilitas logistik dan rantai pasok modern di berbagai wilayah strategis menjadi pendorong utama tingginya permintaan pasar terhadap aset yang dikelola perseroan.
Ekspansi Sektor Perhotelan dan Bisnis Distrik
Selain sektor logistik, performa positif juga disumbangkan oleh lini perhotelan, MICE, dan leisure yang membukukan pendapatan sebesar Rp139 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan 12 persen secara tahunan yang didukung oleh kenaikan tingkat okupansi serta kontribusi hotel-hotel baru yang mulai beroperasi pada tahun ini.
Sementara itu, segmen bisnis distrik turut mencatatkan pencapaian dengan raihan pendapatan senilai Rp23,4 miliar, atau tumbuh 127 persen secara tahunan.
Presiden Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Budi Agusti, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi keseimbangan antara optimalisasi aset operasional dan pengembangan proyek baru.
“Perseroan terus berupaya menjaga keseimbangan antara optimalisasi aset yang telah beroperasi dan pengembangan proyek-proyek baru, sehingga dapat memperkuat sumber pendapatan serta menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Budi.
Ke depan, manajemen melanjutkan pembangunan sejumlah proyek strategis seperti Tanrise Bandung, Tanrise Industrial Park Palembang, hingga VASA Ubud. Langkah ekspansi ini dirancang untuk memperluas diversifikasi portofolio sekaligus mengamankan prospek bisnis jangka panjang di tengah dinamika industri properti nasional.
Kinerja BLES Kuartal III-2026: Penjualan Tumbuh 31 Persen, Laba Bersih Melesat 484 Persen
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




