BERITA TERKAIT

AI Ubah Kebutuhan Kantor di Asia Pasifik, 47% Perusahaan Cari Format Ruang Baru

Survei Colliers terhadap 313 perusahaan di 11 pasar Asia Pasifik menunjukkan, adopsi AI menggeser strategi perkantoran menuju produktivitas, kolaborasi, dan efisiensi biaya.

PropertiTerkini.com, (SINGAPURA) — Adopsi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah strategi properti komersial, tetapi tidak otomatis mengurangi kebutuhan ruang kantor. Survei terbaru Colliers menemukan 47% perusahaan di Asia Pasifik memperkirakan AI akan mendorong kebutuhan terhadap format dan tipe ruang kerja yang berbeda, lebih tinggi dibandingkan 36% yang memprediksi pengurangan kebutuhan ruang.

Temuan dalam laporan Asia Pacific Workplace Insights yang dirilis Oktober 2026 tersebut mengindikasikan perubahan prioritas pasar perkantoran: perusahaan semakin memperhitungkan kontribusi ruang kerja terhadap produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan bisnis.

AI Ubah Strategi Kebutuhan Ruang Kantor

Survei terhadap 313 pengguna ruang kantor korporasi di 11 pasar Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mencatat seluruh responden memperkirakan AI akan menciptakan posisi spesialis baru dengan kebutuhan keterampilan berbeda.

Sebanyak 100% responden memperkirakan dampak AI paling besar terhadap produktivitas dan hasil kerja, disusul keterampilan serta peran pekerjaan sebesar 73% dan struktur tenaga kerja sebesar 61%.

Managing Director Occupier Services Asia Pacific Colliers, Mike Davis, menilai perubahan kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menentukan fungsi kantor ke depan.

“Dampak AI yang paling awal dan langsung akan dirasakan pada tenaga kerja, keterampilan, serta cara pekerjaan dilakukan, bukan sekadar mengurangi permintaan ruang kantor,” kata Davis.

Biaya Okupansi Tinggi, Efisiensi Jadi Prioritas

Sebanyak 82% organisasi yang disurvei masih menerapkan model kerja berpusat di kantor. Sementara itu, 80% tidak memperkirakan perubahan signifikan pada kebijakan kerja dalam 12 bulan mendatang.

Produktivitas dan kinerja bisnis menjadi fungsi utama kantor bagi 55% responden, diikuti kolaborasi dan inovasi sebesar 52%.

Tekanan biaya tetap menjadi pertimbangan. Sebanyak 75% responden menyebut biaya okupansi memengaruhi keputusan terkait ruang kerja.

Namun, 40% berencana memperpanjang kontrak sewa, 29% mempertahankan luas kantor, dan 17% menata ulang ruang kerja. Hanya 13% yang berencana mengonsolidasikan ruang kantor.

Managing Director Office Services Southeast Asia Colliers, Chris Archibold, menegaskan bahwa strategi properti perlu berorientasi pada kinerja sumber daya manusia.

“Real estat bukanlah tujuan akhir; kinerja talenta adalah fokus utamanya,” ujar Archibold.

Perencanaan Sewa Kantor Menghadapi Tantangan AI

Di balik perubahan tersebut, 57% perusahaan belum menyelaraskan transformasi tenaga kerja akibat AI dengan masa berakhirnya kontrak sewa dan kebutuhan kantor mendatang. Hanya 7% yang menyatakan telah menyelaraskan kedua aspek tersebut secara menyeluruh.

Kesenjangan ini berpotensi memengaruhi keputusan penyewaan, desain ruang, dan efisiensi pemanfaatan aset. Bagi pemilik gedung, temuan tersebut menjadi sinyal bahwa kualitas ruang, fleksibilitas tata letak, dan dukungan terhadap kolaborasi dapat semakin menentukan daya saing properti.

Asia Pasifik juga tetap menjadi kawasan ekspansi. Efisiensi biaya operasional menjadi pertimbangan lokasi bagi 68% responden, sementara akses terhadap talenta diprioritaskan oleh 50%.

Bagi pasar Indonesia, hasil regional ini relevan sebagai bahan evaluasi strategi perkantoran, tetapi tidak dapat langsung dianggap mewakili kondisi setiap kota. Survei Colliers dilakukan pada Agustus 2026 dan mencakup perusahaan dari berbagai sektor serta skala bisnis.

BACA JUGA:

Krisis Keterjangkauan Perumahan Global Maksa 75% Masyarakat Pangkas Kebutuhan Pokok demi Tempat Tinggal

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page